Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Dukung Israel, Facebook Tutup Ratusan Akun Aktivis Palestina

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 6 Maret 2018 14:07 2:07 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 6 Maret 2018 14:07
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Puluhan wartawan Palestina berkumpul untuk mengadakan demonstrasi di luar kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Gaza, untuk memprotes tindakan perusahaan raksasa, Facebook membatasi rekening rakyat dan menutup ratusan akun aktivis.

Puluhan pemrotes membawa spanduk Facebook untuk menangkap kejahatan Israel dan ‘Facebook yang mendukung pendudukan Israel’.

Berbicara dalam sebuah demonstrasi yang diselenggarakan oleh Press Supporting Committee (Komite Dukungan Wartawan), sebuah LSM Palestina, kemarin, aktivis juru bicara LSM Palestina Salama Maarouf menggambarkan platform media sosial populer telah melanggar kebebasan berpendapat dan berbicara.

“Facebook memblokir sekitar 200 rekening Palestina tahun lalu – dan 100 lainnya sejak awal 2018 – karena alasan yang salah,” katanya dikutip Aljazeera.

Bahkan  akhir 2016, Facebook telah menandatangani kesepakatan dengan Kementerian Kehakiman Israel, untuk memantau isi rekening Palestina.

Baca Juga

Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

Pada bulan Maret tahun lalu, Facebook secara tak terduga menutup halaman Facebook Fatah, partai yang mengendalikan Otoritas Palestina (PA), setelah mempublikasikan foto lama Yasser Arafat yang memegang pistol.

Baca: Aktivis Gaza Demo Facebook yang Hapus Sejumlah Akun Palestina

Sebuah halaman satire politik, Mish Eek, yang kritis terhadap Israel dan PA, telah ditutup dan dibuka kembali beberapa kali.

Platform media sosial tidak menolak konten karena alasan politis secara terang-terangan, namun mereka menolak apa yang mereka anggap ‘ucapan kebencian’ atau memicu kekerasan, dan bentuk penyalahgunaan online lainnya yang dilaporkan orang kepada administrator. Namun wartawan dan aktivis Palestina mengatakan ada standar ganda mengenai penegakan kebijakan platform tersebut.

Baca: Israel Desak Larang Aktifitas Anti-Pendudukan di Facebook

Wartawan dan aktivis Palestina telah menciptakan kelompok pengawas media sosial mereka yang disebut Sada Social. Sada Social diluncurkan pada  September 2017 oleh tiga wartawan Palestina, dengan tujuan untuk mendokumentasikan ‘pelanggaran terhadap konten Palestina’ di jejaring sosial seperti Facebook dan YouTube, dan untuk bekerja sama dengan eksekutif mereka untuk memulihkan beberapa halaman dan akun yang telah ditutup.

Iyad Alrefaie, salah satu pendiri Sada Social, awal tahun ini mengatakan bahwa ada kesenjangan yang sangat besar antara orang-orang Palestina dan penjajah Israel.

3 Januari 2017, Zionis Israel menyiapkan rancangan undang-undang berisi kewenangan bagi pengadilan menutup atau menghapus isi media sosial yang dianggap ‘menghasut’. Televisi Channel 7 Israel menyatakan, jika RUU ini lolos menjadi undang-undang, pengadilan Israel memiliki kewenangan menutup situs website yang dianggap menentang Israel dan menutup akun Facebook atau Twitter yang dianggap mengundang kekerasan dan provokatif.

Januari 2017, sebuah situs berita Amerika Serikat The Intercept mengungkap bahwa Facebook mengakui telah memenuhi permintaan pemerintah AS dan ‘Israel’ untuk menutup banyak laman dan akun-akun yang milik aktivis Palestina atau musuh AS di seluruh dunia.

Facebook mengaku tidak mampu menolak perintah otoritas penjajah Zionis berkaitan dengan aktivis Palestina. Termasuk permintaan pemerintah AS  menutup  akun-akun yang dianggap sebagai musuh Amerika. Contohnya, akun pribadi milik Presiden Republik Chechnya Ramzan Kadyrov.

Sebaliknya, Salama menunjukkan sekitar 20 persen dari akun Facebook Israel justru secara terbuka menghasut kekerasan terhadap orang-orang Palestina, tanpa menghadapi ancaman penutupan.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Aktivis PalestinaAkunfacebookgazahasutanisraelmenghasutpalestinaPBBpendudukan IsraelPerserikatan Bangsa-BangsaplatformZionis-Israel
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Islam Mampu Hadapi Sekularisme
Tulisan selanjutnya Bantuan Memanusiaan Mulai Menarik Diri dari Ghouta Timur

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Berita
15 Juli 2026 21:36
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?