Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Penjajah ‘Israel’ Membajak Kapal Misi Kemanusiaan Palestina

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 30 Juli 2018 08:36 8:36 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 30 Juli 2018 08:36
Bagikan
Bagikan

Hidayatllah.com–Angkatan Laut ‘Israel’ mencegat dan merampas kapal dalam misi kemanusiaan menuju Gaza Palestina berisi 22 aktivis saat kapal mendekati Gaza hari Ahad (29/07/2018).

Armada bernama Kapal Al Awda, dinilai penjajah ‘Israel’ telah melanggar perintah untuk berhenti berlayar menuju Jalur Gaza.

“Koalisi Kebebasan Flotilla menyerukan pada Pemerintah Norwegia, pemerintah nasional yang berada di Kapal Al Awda dan Freedom [Flotilla], pemerintah nasional negara lainnya, dan organisasi internasional yang relevan untuk segera bertindak,” kata Pemimpin delegasi Norwegia Torstein Dahle dari  dari Freedom Flotilla Coalition (Koalisi Freedom Flotilla) dikutip The Jerusalem Post.

“Masyarakat internasional harus memikul tanggung jawabnya dan menuntut otoritas ‘Israel’ untuk memastikan keselamatan mereka yang berada di kapal, pengiriman cepat hadiah kami kepada rakyat Palestina di Jalur Gaza, mengakhiri blokade ilegal atas Gaza, dan berhenti menghalangi hak hukum kami dari perjalanan tak berdosa menuju Gaza untuk memberikan persediaan medis yang sangat dibutuhkan, ” tambahnya.

Kapal yang membawa bantuan dan persediaan medis senilai € 13.000, seharusnya mencapai Jalur Gaza Ahad malam tetapi, menurut para aktivis, Angkatan Laut penjajah ‘Israel’ mencegat Kapal Al Awda (The Return) kurang dari 60 mil laut dari daerah kawasan pantai yang diblokir.

Baca Juga

Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

Kapal  berlayar di bawah bendera Norwegia dan berangkat dari Italia dengan 22 aktivis, termasuk aktivis ‘Israel’ Yonatan Shapira, dalam upaya keempatnya mematahkan blokade penjajah melalui laut.

Baca: Zionis-’Israel’ Tawan Kapal Zaytouna-Oliva dalam Misi Menembus Blokade Gaza 

Aktivis lainnya berasal dari Australia, Kanada, Prancis, Jerman, ‘Israel’, Malaysia, Selandia Baru, Norwegia, Spanyol, Swedia, Inggris dan Amerika Serikat.

“Tujuan kami untuk mengangkat blokade atas Gaza. Ketika sebuah kelompok sipil berperang melawan kelompok lebih besar seperti negara, ia harus mengembangkan ide-ide kreatif agar berhasil, dan saya akan senang mendengar ide-ide semacam itu dari masyarakat,” kata Yonatan Shapira dikutip Ynet.

Aktivis ‘Israel’ lainnya yang ikut rombongan dikutip Ynet mengatakan akdi damai mingguan bertajuk “Great Return March“   di sepanjang perbatasan Gaza memberi para aktivis “motivasi” untuk bergabung dengan armada kebebasan ini.

CEO Humanitarian Care Malaysia (MyCARE) Kamarul Zaman Shaharul Anwar yang ikut rombongan mengatakan Kapal Al-Awda terputus hubungan komunikasi dengan pihak media Freedom Flotilla Coalition (FFC) dan dalam laporan terakhir radio kapal. Mereka melihat empat kapal perang ‘Israel’ sedang mendekati kapal tersebut .

Ia mengatakan pihaknya tidak dapat menghubungi perwakilan Malaysia dalam kapal itu menggunakan telepon satelit seperti biasa dan Pusat Pemantauan Just Future for Palestine (JFP) MyCARE terputus hubungan dengan anggota misi JFP.

Baca: Kapal Kemanusiaan untuk Palestina Resmi Diberangkatkan dari Gaza

“Kami kehilangan kontak dengan kapal itu pada 7.15 malam ini (waktu Malaysia)  dan (pada) kurang 49 mil laut dari Gaza,” katanya dalam satu pernyataan dikutip Bernama.

Banyak orang dalam koalisi armada kebebasan terkait dengan kampanye di Gaza, tetapi armada ini direncanakan sebelum itu tanpa koneksi ke kampanye, kata Zohar Regev pada situs berita itu.

Mengikuti Al Awda adalah kapal pesiar berbendera Swedia yang disebut Freedom Italy, terdiri 36 aktivis dari 15 negara yang berbeda, kata Zaher Birawi, Kepala Komite Internasional untuk Memutus Pengepungan Gaza.

Dua kapal ini telah memakan waktu sekitar dua bulan untuk mencapai pantai Gaza, setelah berlayar dari Skandinavia dan berhenti di sepanjang jalan di beberapa kota pelabuhan di Eropa.

Mereka adalah bagian armada kebebasan yang lebih luas, yang terdiri dari beberapa kapal dengan aktivis pro-Palestina yang secara teratur terus berusaha mematahkan blockade penjajah.

Kebanyakan kapal telah dibajak oleh penjajah ‘Israel’ beberapa belas mil dari pantai di Gaza dan kemudian ditarik ke Pelabuhan Ashdod, dimana para aktivisnya ditahan, diinterogasi dan dideportasi dari ‘Israel’.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:blockade gazafreedom flotillaGreat Return MarchisraelJalus GazaKapal Al Awdamisi kemanusiaanpalestinapenjajahZionis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pengacara Pembela Penjahat Perang Slobodan Milosevic Ditembak Mati
Tulisan selanjutnya Kursus Video sebagai Sarana Dakwah Muslimah di Era Digital

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Berita
17 Juli 2026 15:23
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?