Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Feature

Disembelih Ustad, Disaksikan Muqorib Langsung Melalui Live Streaming

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 1 Agustus 2020 05:48 5:48 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 31 Juli 2020 22:45
Bagikan
DKM Al Aqsha De Latinos BSD menggunakan mesin perebah sapi untuk kurban (ISTIMEWA)
Bagikan

Hidayatullah.com | BAGI Dewan Kesejateraan Masjid (DKM) Al Aqsha De Latinos BSD, kurban saat pandemi adalah tantangan tersendiri dan kerap mengejutkan. Mengejutkan karena diperkirakan turun jumlahnya, tetapi malah naik. Sehingga dibutuhkan strategi tersendiri untuk menyembelih dan mengantarkannya pada penerima daging kurban.

Tahun ini, DKM Alqsha harus menyembelih 63 sapi dan 67 kambing/ domba dari 500 orang muqorib, dengan memenuhi protokol kesehatan Covid-19 agar tak jadi titik tular baru.  Dan ini benar-benar tidak mudah, sehingga DKM ngebut rapat dan persiapan agar amanah besar bisa dilaksanakan dengan baik.

“Alhamdulillah kami menerima banyak kejutan, semangat muqorib tahun ini luar biasa. Meskipun situasi tengah sulit karena covid, namun jumlah hewan kurban naik. Semua hewan ini berasal dari jamaah kompleks De Latinos saja.” kata Abu Humaira Ketua DKM Al Aqsha De Latinos. Masjid Al Aqsha sendiri berada di Komplek perumahan De Latinos Bumi Serpong Damai (BSD) Banten. Komunitas muslimnya kurang dari 50 persen dari total 1500 KK.

Abu Humaira Ketua DKM Al Aqsha De Latinos

Sejak awal DKM memang punya prinsip bahwa penyembelihan harus dilakukan di masjid, tidak ada hewan kurban hidup yang keluar dari masjid setelah diserahkan muqorib kepada DKM. “Semua harus terpotong disini. Kalau nggak bisa menimbulkan fitnah,” tambah Abu Humaira lagi.

Selama ini, Al Aqsha memang memotong sendiri semua hewan kurban dengan hati-hati dan syarat yang cukup ketat, penyembelihan harus dilakukan ustad dan anggota DKM yang sholatnya bagus dan sering ke masjid. Meskipun begitu, pemilik kurban tetap diberi pilihan untuk memotong sendiri. “Memberi rasa nyaman kepada muqorib. Karena itu, penyembelih punya spesifikasi khusus, tidak semua bisa menyembelih,” tambahnya.

Baca Juga

10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU
Kisah Mualaf Big Frank, Influencer Penuh Tato asal Inggris
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial
Dari Ateis jadi Muslim: Perjalanan Simon Wallgren Menemukan Cahaya Islam

Satu Sapi, 30 Menit

Sejak lima tahun lalu, DKM selalu menangani sendiri hewan kurban dan menyelesaikan dalam sehari, meskipun itu hari jumat.  Maka tak heran, DKM selalu punya formula khusus untuk menangani kegiatan tahunan ini. Sehingga masjid ini sudah membangun mekanisme seperti rumah jagal.  Mulai  crane untuk perpindahan sapi sampai proses lajur per lajur untuk mempercepat jadi daging cincang yang siap dibagikan. Maksimal satu sapi hanya butuh proses sekitar 30 menit.

Tahun lalu, masjid ini menjagal 55 kambing dan 63 kambing/domba dalam sehari. Sungguh kerja cepat dan tim jamaah masjid yang solid,  bayangkan saja, satu rumah Potong Hewan (RPH) sehari hanya memotong maksimal 10 ekor sapi.

Tahun ini DKM punya terobosan baru, yaitu alat pengguling hewan, sehingga proses merontanya sapi bisa sangat dikurangi. Alat itu adalah besi boks terbuka berukuran satu kali dua meter yang satu sisinya tempat mengikat sapi, dasarnya dikasih engsel sehingga bisa direbahkan. Sehingga begitu sudah terikat, tanpa polah, hewan langsung dipotong. Alat ini termasuk spesial, karena dibuat dan dirancang khusus oleh DKM.  “Kita butuh 10 menit sampai sampai hewan benar-benar mati,” kata ust Iwan, Direktur Aqshamart yang juga turun tangan jadi jagal.

Lalu berapa tenaga yang dibutuhkan untuk menjagal hewan sebanyak itu? “Kita butuh helper, sekitar 60 orang. Mereka adalah tenaga laki-laki yang membantu DKM menjalankan sistem potong ini, mulai menguliti sampai menggergaji tulang. Sedangkan ummahat bersama-sama memasukkan dalam kemasan, lalu Aqma –Al Aqsha Muda (remaja masjid) membantu untuk dari awal proses hingga deliveri.” Ungkap Suratijo, Ketua Panitia Kurban DKM Al Aqsha.

Hanya saja, jika biasanya sehari selesai. Untuk tahun ini, 63 sapi dan 67 kambing domba itu diselesaikan dalam dua hari. Pertimbanganya tentu  covid. Selain itu, tak boleh berkumpul banyak orang, sehingga panitia selektif memilih siapa saja yang harus bertanggungjawab sekaligus berada di lingkar ‘rumah jagal’ untuk menjalankan amanah ini.

Karena covid juga, maka titik potong dijadikan berjauhan, antara kambing dan sapi dibedakan jarak lebih dari 100 meter. Tidak boleh ditonton langsung oleh muqorib, kecuali jika penyembelihnya adalah muqorib sendiri. Tapi bagi yang menyerahkan kepada DKM, mereka bisa mengikuti live streaming zoom yang dilakukan melalui tiga kamera di tiga titik penyembelihan, dua sapi dan satu kambing.

“Semua muqorib sudah diberi jadwal jam sembelihan sehari sebelumnya, dan lima belas menit sebelum jam itu, mereka diminta standby.” Kata Rifandi, anggota DKM yang bertanggung jawab melakukan siaran langsung dari lapangan ke rumah-rumah muqorib. Ini perlu, karena muqorib akan mengikuti bacaan niat sebelum berkurban yang dipandu oleh ‘penyiar lapangan’.

Persiapan Setahun

Tapi bagi yang menyerahkan kepada DKM, mereka bisa mengikuti live streaming zoom yang dilakukan melalui tiga kamera di tiga titik penyembelihan

Bagi DKM Al Aqsha, kegiatan kurban memang menjadi hajatan besar yang mengerahkan banyak pihak, mulai ummahat yang mencari muqorib dan tim khusus yang menjadi hewan kurban. Selain itu, DKM  juga harus membentuk tim yang solid agar kegiatan ini berlangsung lancar.

Tim khusus hewan kurban ini bahkan harus mencari dan menyiapkan hewan kurban beberapa bulan sebelumnya, karena banyak masjid yang mencari hewan kurban ke Al Aqsha. “Putaran uang kurban di masjid ini bisa sampai Rp 1,5 miliar lebih untuk belanja dan segala macamnya,” ungkap Abu Humaira lagi. “Tahun ini, mencapai 1,3 miliar,” tambah Suratijo.

Dan dari putaran uang itu, Panitia biasanya menyerahkan uang sisa usaha yang merupakan hasil jual beli sapi dengan pihak luar. “Tahun lalu masjid terima Rp 110 juta,” cerita Abu Humaira.

Daging kurban ini kemudian dikirimkan kepada dua penerima, pertama adalah mereka yang mendukung kegiatan di lingkungan kompeks De Latinos BSD, mulai tukang sapu, security, sopir sampai asisten rumah tangga dan ojol. Kedua, dikirim ke mushola, asrama yatim piatu atau lembaga yang membutuhkan daging kurban dan juga 14 RT di sekitar kompleks. Untuk mereka biasanya dikirim ‘gelondongan’, sapi dan kambing yang sudah tersembelih.*/Abi Rafkha

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:idul adhakurbanMasjid Al Aqsha De Latinos BSDsapi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Presiden Afghanistan Perintahkan 500 Anggota Taliban Dilepaskan
Tulisan selanjutnya Adik Gus Dur Hasyim Wahid Meninggal, Ucapan Doa Berdatangan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Board of Peace Sebut Hamas dan Kelompok Perlawanan Palestina Lain Setuju Serahkan Senjata

Berita
28 Agustus 2026 11:26
Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang
Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Feature

Ketika Penghuni Muslim Terancam Ulah Tetangga

30 Juni 2026 16:15
Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

30 Mei 2026 17:30
Feature

Karena Politik Penjaga Sapi, Peternak Menangis Pasar Sepi

27 Mei 2026 07:57
Feature

Niat Ajak Teman Kembali Kristen, Pemuda Ini Justru Temukan Hidayah dan Masuk Islam

30 April 2026 14:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?