Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Kisah Ibu Memperjuangkan Akidah Kedua Anaknya (2)

Ahmad
Terakhir diupdate: 14 Desember 2013 09:38 9:38 am
Ahmad
Dipublikasikan 14 Desember 2013 09:38
Bagikan
Bagikan

Sambungan kisah pertama

Pusaran Konflik

Di saat suaminya sedang melangsungkan pendidikan di Bandung, Jabar, Ina dan anak keduanya tinggal di Pamulang, Tangerang Selatan. Sementara anak pertamanya tetap bersekolah di Bali. Di Pamulang, Ina sengaja memasukkan anak keduanya di sekolah milik Muhammadiyah.

“Saya titip pesan sama gurunya, tolong dia diajarin shalat.”

Rupanya  sang suami marah besar mengetahui anaknya dimasukkan sekolah Islam. Namun penjelasan saya sulitnya sekolah umum selain Islam di dekat rumah membuat sang suami memahami.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

“Sekolah lainnya jauh, harus naik angkutan umum berkali-kali,”ucap Ina beralasan. Padahal, sebenarnya ia sedang berusaha secara perlahan-lahan menanamkan akidah keislaman pada buah hatinya.

Tahun 2011, kabar menakutkan menghampirinya. Datang kabar, sang suami akan datang bersama dua orang pengacara guna membawa surat persetujuan bercerai dengan hak perwalian anak ada pada suaminya. Atas persetujuan itu, Ina akan diberi uang Rp.50 juta.

“Saya bingung sekali. Saya tidak ingin kehilangan anak saya. Saya shalat dhuha, tahajud, istikharah. Hasilnya saya semakin kuat tidak bisa melepaskan anak-anak. Saya mikir, kalau mereka ikut bapaknya, mau jadi apa mereka.”

Pada hari yang dijanjikan, suaminya datang beserta dua pengacaranya. Tak terelakkan lagi, Ina dan suaminya adu mulut. Ina bergeming tidak mau membubuhkan tanda tangan. Karena itulah suaminya hendak melakukan pemukulan. Kedua anaknya berada ditengah pusaran konflik tersebut. Mereka mendampingi Ina. Air mata tumpah ruah. Ibu-anak saling berpelukan.

“Suami saya sudah mau lempar gelas. Tapi dia kalah dan sudah enggak bisa berbuat apa-apa karena anak-anak sudah menangis dan peluk saya semua,”ucap Ina yang berusaha tetap tenang dalam menceritakannya.

Seminggu setelah itu, suami Ina mengajukan permohonan izin cerai pada pimpinan di instansi tempatnya bekerja. Dukungan bercerai didapatkan Ina dari kedua anaknya. Apalagi ketika buah hatinya dengan kesadaran sendiri meminta ibunya untuk mengislamkan mereka.

“Mah, Islamkan aku, dong!”pinta kedua anaknya.  

Proses Perceraian

Proses perceraiannya dengan suaminya, cukup lama dan berliku. Januari 2011, Ina dipanggil oleh pimpinan mantan suaminya. Ia ditanya mengenai penyebab suami Ina mengajukan izin perceraian. Bagi instansi pemerintah, perceraian staf sebagai hal yang tabu. Jalan menuju kesana sebisa mungkin dipersulit.

“Saya bilang pada pimpinan, Pak, kami sudah beda agama. Anak-anak juga sudah masuk Islam,” tuturnya.

Berhubung mantan suaminya bekerja sebagai pegawai pemerintah, maka sebelum diajukan ke pengadilan, mereka harus menempuh mediasi internal. Hal itu berlangsung sampai April 2012. Sebulan kemudian mantan suaminya mendapatkan izin dari pimpinannya untuk menggugat cerai Ina di PN Denpasar.

Selain gugatan cerai, mantan suaminya meminta hak perwalian kedua anaknya jatuh ke tangan pria asal Bali itu.

Menurut perempuan berusia 46 tahun itu, pernikahannya sudah tidak lagi bisa diselamatkan. Sejak tahun 2004, Ia tidak lagi diberi nafkah. Hal tersebut membuatnya melapor pada pimpinan mantan suaminya. Atas pengaduannya itu, Ina diberi kewenangan mengambil gaji suaminya.

Namun itu berlangsung hanya setahun saja. Setelah pimpinan suaminya ditugaskan ke Jakarta, Ina diancam oleh mantan suaminya. “Kalau nekat mengambil gajinya, saya akan dituntut mengembalikan uang dua kali lipat gajinya. Waktu itu gajinya Rp.1,5 juta/bulan,”ulasnya.

Akhirnya Ina hidup dari pemberian orangtuanya yang tinggal di Kendal. Bahkan pada waktu anak pertamanya masuk SMU, mantan suaminya tidak mau membiayai. Demi anak, Ina memberanikan diri meminjam uang ke tetangga di depan rumahnya.

Jangan Nikah Beda Akidah

Menjalani biduk rumah tangga masa lalu yang bagai neraka membuat Ina mewanti-wanti pada kedua anaknya untuk hati-hati memilih pasangan.

Pernikahannya yang karam menjadi pelajaran berharga tentang betapa kesamaan akidah menjadi syarat utama memilih pendamping.

Ina tidak menyangka keputusannya menerima pinangan pria berbeda agama itu justru berujung pada kesengsaraan.

Pada awal pernikahan, suaminya bersikap sangat baik padanya. Bahkan ketika anak mereka lahir, suaminya tidak beranjak dari tempat tidur rumah sakit. Seolah ia ingin memastikan Ina dan anak pertama mereka dalam keadaan baik. Namun, sikapnya berubah manakala jabatannya meningkat. Bahkan ketika jabatan suami makin tinggi dan ia makin banyak berinteraksi dengan para pengusaha tingkah suaminya makin berulah.

Tapi kini semua sudah lewat. Pasca keputusan cerai pengadilan, Pada bulan Oktober 2013, Ina secara tidak sengaja menemukan komunitas AQL Islamic Center, Tebet.  Ia tidak menyangka di sana ada musholah dan komunitas pengajian.

Melalui seorang ustad, ia bersama kedua anaknya meminta diislamkan kembali. Akhirnya pada hari Ahad pagi bulan itu, ia dan kedua anaknya telah kembali memeluk Islam di depan jamaah AQL. Sungguh kenikmatan yang besar ia rasakan. Bahkan kini, kedua anaknya ikut aktif di Quranic Generation (Q-Gen), Organisasi kepemudaan yang menjadikan Al Qur’an dan Sunnah sebagai pedoman dan prinsip hidup di bawah AQL.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:pemurtadan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Rombongan Pernikahan Yaman Dibom Drone Amerika
Tulisan selanjutnya Adhyaksa Dault: Karena Islam, Saya Bebas Hambatan, Halangan, dan Hambalang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Berita
1 Juni 2026 13:00
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Terbaru

  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?