Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Kisah Soltan Merasakan Penjara Rezim Al-Sisi di Mesir [2]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 29 Oktober 2015 12:59 12:59 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 29 Oktober 2015 14:45
Bagikan
Mohamed Soltan
Bagikan

Sambungan artikel PERTAMA

SOLTAN ditangkap di rumahnya 11 hari kemudian. Ayahnya, Salah Sultan, juga ikut ditangkap.
Tetapi, hal yang tak bisa ia lupakan adalah bagaimana dunia sudah lupa hal ini terjadi.

Pemukulan dan Penyiksaan

Soltan melanjutkan pembicaraannya, dipukuli dengan pentungan, cambuk, dan belakang ikat pinggang dan penyiksaan yang tak ada hentinya bagi siapa saja untuk sanggup bertahan.

Ia ditahan selama lebih dari satu tahun tanpa pengadilan. Ia lalu melanjutkan mogok makan. Kisahnya, dicatat dalam sebuah surat yang kemudian diselundupkan keluar dari penjara dan dipublikasikan oleh keluarganya.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

“Saya telah kehilangan rasa lapar, saya sering kehilangan kesadaran, saya bangun untuk memar dan mulut berdarah hampir setiap hari,” tulisnya dalam surat Bulan November 2014 lalu. “Tubuh saya telah menjadi mati rasa karena menggerogoti diri sendiri.

“Ada sebuah ironi yang pahit di sana, Saya masuk penjara karena siapa ayah saya dan saya keluar lalu ayah saya ditarget karena saya bersikap terang-terangan.”

Ia mengaku, aksi mogok makan sebagai alat perlawanan tanpa kekerasan. Ia tak pernah berpikir akan keluar dari penjara hidup-hidup, tapi mengingat bahwa begitu banyak orang yang telah membayar harga yang tinggi untuk kebebasan.

“Hidupku tak bernilai lagi dibandingkan dengan mereka.”

Ayah sahabat terbaik saya

Ayahnya, Salah Soltan, memangku jabatan bagian administrasi di era Presiden Mohammad Mursy yang dijatuhi hukuman mati.

Ia mengatakan, ayahnya menjadi sahabat terbaiknya di penjara dan menyelamatkan hidupnya 10 kali. Energi positif ayahnya-lah yang berhasil menjaga senyuman di wajahnya, melewati segala lara.

“Dunia menjadi buta terhadap apa yang terjadi di Mesir.”

Soltan juga berbicara mengenai hak istimewa yang didapat dari dua kewarganegaraan Mesir-Amerika.

“Saya memiliki keuntungan karena memiliki beberapa pengawas dubes AS. Dubes bisa berkunjung setiap bulan dan saya akan memberitahukan mereka semua yang telah saya lewati; jadi Anda hanya bisa mulai membayangkan 40.000 tahanan politik, yang tak memiliki pengawas, tidak juga pendukung. Pemerintah mereka sendiri yang membunuh mereka secara perlahan. Hal itu terus bersama saya setiap hari tapi ia juga memotivasi saya untuk terus maju, untuk terus memberi mereka suara.Untuk membiarkan dunia tahu apa yang terjadi di dalam penjara-penjara ini dan penderitaan apa yang sedang mereka pikul, yang mana tak seorangpun manusia harus bertahan (darinya).”

Harapan, meski berada di dalam neraka

Terlepas dari semuanya – penyiksaan, pemukulan, aksi mogok makan, seorang ayah yang dijatuhi hukuman mati – harapan Soltan senantiasa bersinar. Namun, ia mengingatkan kita bahwa harapan membutuhkan cahaya, aksi penyadaran dan tekanan masyarakat untuk bertahan hidup. Ia menyerukan untuk aksi yang lebih banyak dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat atas apa yang terjadi di penjara-penjara Mesir. Kesadaran yang akan menjadi bola salju yang akan menekan pemerintah untuk segera mengambil tindakan.

Pelajaran utama dari kisahnya, ‘perlawanan tanpa kekerasan manjur, ujarnya. Tapi semua orang harus melakukan bagiannya.

“Jadi kami yang berada di luar telah mendapat tanggung jawab yang lebih besar,” ujarnya.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Imam As Syafi’i Tak Bawa Uang 1000 Dinar Ke Rumah
Tulisan selanjutnya Cintailah, Jangan Saling Mendengki

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Berita
15 Juli 2026 21:36
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?