Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mereka Memilih Berani

“Menjaga” Dakwah di Ujung Timor

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 8 Maret 2016 10:58 10:58 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 8 Maret 2016 10:58
Bagikan
Muhammad Hadid bersama anggota TNI
Bagikan

AWAL Juni 2015, saya, Muhammad Hadid, ditugaskan Dewan Da’wah untuk berdakwah di perbatasan Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan RDTL (Republik Demokrat Timor Leste). Persisnya di Desa Atafufu, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu.

Pusat kegiatan dakwah kami di Masjid Al-Huda, yang merupakan satu-satunya masjid di Kecamatan Kakuluk Mesak. Kami biasa menyebutnya sebagai Masjid Batas Negeri.

Alhamdulillah, setiap Jumat masjid penuh jamaah, baik yang datang dari perbatasan maupun warga yang rumahnya sekitar 10-15 km dari rumah ibadah, termasuk anggota TNI dan petani perbatasan.

Menurut laporan registrasi penduduk BPS Kab Belu tahun 2010, Kecamatan Kakuluk Mesak mempunyai penduduk 17.753 jiwa dan 4.295 Kepala Keluarga. Adapun menurut data DKM Al-Huda, hingga tahun 2015 jumlah Kepala Keluarga Muslim sekitar 120.

Keluarga muslim Kakuluk Mesak sebagian merupakan suku lokal keturunan Arab, muallaf pengungsi Timor Leste tahun 1999, dan yang lain pendatang. Para pendatang ini biasanya nelayan dari suku Buton dan Bajo Sulawesi, serta para pedagang dari Jawa dan Makassar.

Baca Juga

Kisah Dai Pedalaman Membina Iman di Kota Tepian
Membina Iman di Kota Tepian
Jalan Panjang Dai Tempaan Alam
Berpacu melawan Misionaris
Kisah Lulusan Al-Azhar Membina Kader Da’i di Kaki Gunung Penanggungan
Jangan Takut Berdakwah di Wamena

Walau minoritas di tengah warga Katholik dan Protestan, ahamdulillah kami hidup aman damai. Kami dapat menjalankan ibadah tanpa diskriminasi.

Namun, yang menjadi kesedihan kami adalah di bidang pendidikan. Dari pendidikan TK hingga SMP di kecamatan, tidak ada yang berbasis Islam. Apa boleh buat, anak-anak muslim di sini harus bersekolah di SDK (Sekolah Dasar Katholik) dan SMPK. Sama saja, yang sekolah di SDN dan SMPN, juga menerima ajaran agama non-Islam. Termasuk bila ada perayaan ibadah mereka, semua murid sekolah harus mengikuti kegiatan gereja tanpa kecuali.

Maka, ketika saya datang, tercengang melihat anak-anak Muslim lebih fasih berdoa menurut ajaran gereja daripada doa yang diajarkan Islam.

Yang juga memprihatinkan adalah budaya mabuk dan pesta dansa di tengah masyarakat.

Dakwah kami sederhana saja. Kegiatan rutin adalah meningkatkan kegiatan TPQ (Taman Pendidikan Al-Qur’an) baik anak-anak maupun remaja.

Selain itu, kami juga menggelar pengajian rutin untuk masyarakat  setiap Kamis ba’da Ashar. Pengajian ini dilaksanakan dari rumah ke rumah, yang diikuti kaum bapak maupun ibu. Sedang pada Jumat ba’da Ashar, ada pengajian khusus untuk ibu-ibu. Materinya lebih banyak pembelajaran Al Qur’an.

Ba’da Maghrib dan Subuh, kita kupas sebentar Kitab Riyadhus Shalihin.

Di luar jadwal rutin tersebut, kami juga terjadwal untuk sesekali mengadakan pembinaan di desa sebelah yaitu Sukabitetek, Kec Tasifeto Barat. Desa ini dihuni kaum muallaf eksodus Timor Leste. Pengajian di sini untuk kelompok dewasa dan anak-anak.

Kami juga mengisi pengajian ibu-ibu di Masjid Raya Kota Atambua.

Ada sebuah cerita yang menunjukkan kuatnya budaya pesta. Ketika itu, Sabtu sore, masjid sepi. Saya bertanya dalam hati, ‘’Mengapa anak-anak datang ke masjid?’’ Bukankah biasanya jam segini mereka sudah ramai di sini?

Teringat saya kemudian, ada undangan mengikuti pembacaan doa syukur ulang tahun anak tetangga masjid yang berusia tiga tahun. Di sanalah rupanya sebagian besar santri saya berada.

Maka, usai mengajar beberapa anak yang datang ke masjid, saya lalu menyambangi tempat undangan.

Dengan izin Allah, mulai tahun ajaran baru 2016, kami bertekad membuka pendidikan TK pagi dan Madrasah Diniyah sore di sekitar Masjid. Alhamdulillah pembangun dua lokal sudah mulai dilaksanakan sampai hari ini. Oleh karena kami mohon dukungan semua pihak agar dakwah di perbatasan Timor Leste ini dapat terus berjalan.

Perlu diketahui, sebelum saya datang, dakwah di Atafufu sempat berhenti sekitar dua tahun. Saya memang tidak selamanya bertugas di sini.  Tapi insya Allah, ada kader lokal yang melanjutkan, demikian pula da’i kiriman dari Dewan Dakwah yang akan meneruskan dakwah ini.*/diceritakan Nurbowo dari Muhammad Hadid, dai Dewan Dakwah

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:dakwahDewan Da'wahNTTNusa Tenggara Timur
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sempat Diprotes Gereja, Bupati Jayawijaya Minta Pembangunan Masjid di Wamena Tetap Dilanjutkan
Tulisan selanjutnya Kelompok Sayap Kanan Palestina: Situasi di Penjara Israel Semakin Memanas

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia

Berita
13 Juli 2026 15:40
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Mereka Memilih Berani

Kemewahan di Kampung Mualaf Selat Kongki setelah Kehadiran Laznas Ini

13 Juli 2022 08:33
Mereka Memilih Berani

Kisah Dai Diadang Pedang Terhunus Saat Mau Khutbah Jumat

28 Juni 2022 08:00
Mereka Memilih Berani

Ketika Ustadz Hasyim HS Kaget Ditugaskan KH Abdullah Said

21 Mei 2022 15:00
Mereka Memilih Berani

Dakwah Tak Kenal Lelah “Dai Non-Subsidi”

3 Mei 2022 16:49
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?