Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mereka Memilih Berani

Dakwah dari Perahu ke Perahu

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 24 September 2020 10:50 10:50 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 September 2020 10:50
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com | TAK henti-henti Ustadz Sulaiman mengucapkan takbir, tahlil, hingga syahadat. Tubuhnya terguncang-guncang hebat, perahu yang ditumpanginya berkali-kali nyaris terbalik.

Perahu kayu itu meninggalkan Dobo, ibukota Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku, menuju laut lepas. Gelombang tinggi diiringi angin kencang langsung menyambutnya. Para penumpang berulang kali mengusap wajahnya karena terciprat air laut, sembari was-was berharap agar selamat hingga tujuan.

Hampir delapan jam perahu itu membelah lautan, hingga akhirnya tiba di Dusun Jerukin, Desa Maekor, Kecamatan Aru Tengah. Sulaiman pun mengucapkan syukur Alhamdulillah, karena bisa sampai dengan selamat di daerah penugasan dakwah.

Dakwah di Lautan

Medan dakwah di Kepulauan Aru sungguh menantang. Daerah yang pemandangannya indah ini memiliki kurang lebih 130 pulau, dan itu belum terhitung pulau-pulau kecil. Karena terletak di tengah lautan nan luas, maka ombaknya selalu ganas dan anginnya senantiasa kencang.

Baca Juga

Kisah Dai Pedalaman Membina Iman di Kota Tepian
Membina Iman di Kota Tepian
Jalan Panjang Dai Tempaan Alam
Berpacu melawan Misionaris
Kisah Lulusan Al-Azhar Membina Kader Da’i di Kaki Gunung Penanggungan
Jangan Takut Berdakwah di Wamena

Butuh keberanian dan mental yang kuat agar bisa bertahan di tempat ini, termasuk bagi Sulaiman. Sebagai seorang da’i yang sebelumnya banyak berkiprah di daerah daratan Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku, ia dituntut untuk beradaptasi agar bisa tetap bertahan di medan dakwah yang kondisi alamnya berbeda.

“Selain faktor alam, tantangan lainnya datang dari masyarakat setempat. Kebanyakan mereka adalah nelayan. Ketika balik dari melaut, mereka kelelahan sehingga susah sekali untuk mengerjakan shalat,” ujar pria asal Bone, Sulawesi Selatan itu.

Hal tersebut membuat Sulaiman harus memutar otak, mencari cara-cara santun agar mudah mengajak mereka shalat. Pengalaman sebelumnya berdakwah di daerah Maluku daratan, sedikit banyak lumayan membantunya memahami karakteristik masyarakat.

“Yang penting adalah bagaimana agar masyarakat tidak memusuhi kita, senang dengan kita. Salah satu caranya, kita mesti mengikuti kebiasaan-kebiasaan mereka, berbaur dengan mereka, tentu yang tidak melanggar syariat. Ketika kita sudah dipercaya, maka akan mudah melakukan langkah dakwah selanjutnya,” jelasnya.

Masalah berikutnya, kebanyakan masyarakat Maekor menghabiskan waktunya di tengah laut. Sementara pria kelahiran 03 Juli 1983 ini biasanya bercocok tanam di daerah lain. Lokasinya berbeda.

Sulaiman berpikir, jika ingin memulai pendekatan, maka jalan terbaik yang harus ditempuh adalah harus ikut melaut. Padahal ya itu tadi, lautannya tak pernah tenang.

Apa boleh buat. Sulaiman menutuskan untuk ikut melaut. Tantangan apapun harus berusaha ditaklukkan, demi dakwah.

Ia segera membeli peralatan untuk menangkap ikan. Suatu pagi, ia memberanikan diri bergabung dengan perahu nelayan kemudian ikut berlayar ke tengah laut.

Ketika sudah sampai ke lokasi yang dirasa pas, maka perahu dimatikan. Kemudian mereka mengeluarkan beberapa alat pancing sederhana, memasang umpan, dan melempar kailnya ke laut.

Awalnya, Sulaiman seperti mabuk laut. Jika perahu goyang diterpa ombak, maka muncul rasa takut. Maklum, belum terbiasa. Para nelayan pun tertawa-tawa.

Namun suasana pagi menjelang siang seperti itu kian mencair. Para nelayan saling bercerita dan bersenda gurau dengan Sulaiman, sambil menunggu hasil pancingan.

Terbukalah pintu dakwah itu. Sulaiman segera mengeluarkan jurus-jurusnya sebagai da’i. Kegiatan ini dilakukan terus-menerus, berganti-ganti perahu dari satu kelompok nelayan ke kelompok lainnya. Lambat laun, ia semakin dekat dengan mereka.

Dakwah dari perahu ke perahu ini telah berjalan sekitar dua tahun. Kini masyarakat Dusun Jerukin mulai tergugah untuk menjalani tuntunan syariah. Misalnya, meski tetap sibuk dengan kegiatan melaut, mereka tetap berusaha menjaga shalat, berpuasa, ikut pengajian, dan kegiatan keislaman lainnya.

Membangun Pesantren

Sekian lama berdakwah di Kepulauan Aru, Sulaiman ingin agar aktivitasnya semakin terarah. Dicarilah lokasi untuk markas dakwah atau pesantren, dan akhirnya ketemu di daerah Dobo.

“Alhamdullilah, kami sudah mendapatkan lokasi seluas satu hektar. Sekarang kami sekeluarga mulai merintis pesantren di Dobo yang nantinya kami persiapkan untuk mendidik anak-anak di kepulauan ini,” terang alumnus Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak Balikpapan ini.

Kini sehari-hari suami dari Sitti Najmah itu tengah menata dan mengolah lahan tersebut untuk mewujudkan pesantren yang dicita-citakan.

“Kalau dilihat tidak enaknya, ya tidak mau kita dakwah. Tapi ini kan demi menolong agama Allah. Apalagi kita ini kan tidak punya apa-apa yang bisa dipersembahkan di jalan Allah, maka dakwah inilah jalan kemuliaan. Karena dengan dakwah di Dobo, syiar dan pendidikan Islam anak-anak di pulau terluar Maluku ini dapat kita persembahkan,” tekadnya.

“Kalau dilihat sekarang, rasanya masih jauh kalau mau cerita bangun pesantren. Tapi asal ditekuni, silaturrahim, insya’ Allah akan ada saja cara Allah membantu kami mewujudkan niat ini. Biarlah sekarang kami lakukan yang bisa dilakukan, nanti akan tegak juga pesantren di sini, insya’ Allah.”

Selain akan dibangun lembaga pendidikan formal, nantinya di lokasi itu juga akan dilakukan pengkaderan da’i. Nantinya anak-anak pulau akan diajak berdakwah keliling daerah kepulauan. Harapannya, para kader dakwah itulah nantinya yang akan membangkitkan indahnya Islam di kawasan Aru.

Sulaiman berharap agar di lokasi itu nantinya bisa dibangun masjid, gedung sekolah, hingga infrastruktur penunjang lainnya. Tentu juga membutuhkan perahu yang layak agar lebih memudahkan dakwahnya dari pulau ke pulau.

Untuk mewujudkan cita-cita itu, tentu saja butuh doa, kerja ekstra, hingga dukungan secara material. Anda berminat investasi akhirat di sana?* Sirajuddin Muslim, dikutip dari majalah Suara Hidayatullah

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:daidakwahDakwah di Pulau AruMalukupelosokPulau Aru
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Penguburan Muslim Korban Covid-19 Mayat Tidak Menularkan Virus, Kenya Perbolehkan Keluarga Ikut Menguburkan Pasien Covid-19
Tulisan selanjutnya Dokter Jerman Nyatakan Alexei Navalny Sembuh dari Racun Novichok

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Berita
15 Juli 2026 21:36
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Mereka Memilih Berani

Kemewahan di Kampung Mualaf Selat Kongki setelah Kehadiran Laznas Ini

13 Juli 2022 08:33
Mereka Memilih Berani

Kisah Dai Diadang Pedang Terhunus Saat Mau Khutbah Jumat

28 Juni 2022 08:00
Mereka Memilih Berani

Ketika Ustadz Hasyim HS Kaget Ditugaskan KH Abdullah Said

21 Mei 2022 15:00
Mereka Memilih Berani

Dakwah Tak Kenal Lelah “Dai Non-Subsidi”

3 Mei 2022 16:49
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?