Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mereka Memilih Berani

“Ekspedisi Tauhid” Suku Tajio

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 20 Juni 2017 12:17 12:17 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 Juni 2017 12:14
Bagikan
Anak anak kecil suku Tajio Dusun Lima Sigarongga Sulawesi Tengah yang mulai belajar baca tulis Al Qur'an, Ahad (18/6/2017)
Bagikan

Hidayatullah.com–Ramadhan tahun ini saya berkesempatan untuk meliput kegiatan da’i di pedalaman Indonesia, tepatnya di desa Alindau, Sulawesi Tengah.

Tak banyak memang orang yang siap ditempatkan untuk berdakwah  melawan keterasingan dan keterbatasan sarana prasarana, apalagi masyarakat perkotaan yang sudah dimanjakan dengan beragam fasilitas lengkap oleh pemerintah, minimal dengan lancarnya sinyal internet dan ketersediaan listrik yang memadai.

Tapi tidak untuk dua orang kawan da’i kondang kita asal Palu, yakni Ustad Abdus Shomad, seorang mahasiswa magister pendidikan dan Ustadz Arif Zakman yang mempunyai latar belakang sebagai para medis.

Padatnya jadwal dakwah  mereka di perkotaan, tak membuat dua da’i ini lupa untuk menyapa saudara semuslim mereka yang berada di pelosok tanah air.

Baca: Puluhan Warga Suku Toguti Masuk Islam, Butuh Sentuhan Dai

Membutuhkan setidaknya tiga setengah jam perjalanan menuju pemukiman Suku Tajio di desa Alindau, dengan harus menyeberangi sungai sampai tiga kali, melewati hutan dengan jalanan berlumpur dan berpasir, serta tak jarang harus bertemu ular di tepian jalan.

Baca Juga

Kisah Dai Pedalaman Membina Iman di Kota Tepian
Membina Iman di Kota Tepian
Jalan Panjang Dai Tempaan Alam
Berpacu melawan Misionaris
Kisah Lulusan Al-Azhar Membina Kader Da’i di Kaki Gunung Penanggungan
Jangan Takut Berdakwah di Wamena

Jalan terjal dakwah  tak mengenal keputusanasaan, sebab Suku Tajio ini mayoritas merupakan mualaf,  sebelumnya mereka menganut paham dinamisme dan animisme.

Foto bersama dengan ketua RT dan Ibu RT suku Tajio, dengan da’i yang ditugaskan disana selama 2 Minggu. Ahad (18/6/17). Dari kiri ke kanan; Ust Abdus Shomad, Pak RT, Zakhi, Ibu RT, Ust Arif Zakman.

Jika bukan karena panggilan Risalah Nabi, tentu para dai ini tidak akan turun tangan. Apalagi kondisi memperihatinkan suku yang sebelumnya nomaden suka berpindah pindah tempat ini, sangat terisolir dan jarang mendapatkan sentuhan dan perhatian dari pemerintah pusat.

Karena minimnya pemahaman Islam mereka, banyak kita temukan pemahaman “aneh” yang berkembang di Suku Tajio, sebagai salah satu contoh, mereka memahami bahwa puasa di bulan Ramadhan hanya dikerjakan tiga kali, yakni awal bulan, tengah bulan, dan akhir bulan.

Baca: Ratusan Warga Suku Anak Dalam Jambi Masuk Islam atas Kesadaran Sendiri

Sejenak mungkin kita berfikir, mana pula pemahaman seperti itu, jelas salah lah itu, eits! Tunggu sejenak, jangan terburu buru untuk menyalahkan pemahaman Suku Tajio ini, sebab mereka masih belum lama memeluk agama Islam, masjid pun hanya baru kerangka dinding dan belum ada atapnya, sehingga masyarakat harus turun gunung menuju masjid desa sejauh 5-6 kilometer dengan berjalan kaki. Kenapa juga harus berjalan kaki?

Masyarakat pedalaman Sulawesi tengah, suku Tajio sedang bersantai di halaman rumah mereka, Ahad (18/6/17). Kondisi pemukiman mereka terisolir di pegunungan dan kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah setempat.

Kenapa tidak naik motor? Begini kawan, Suku Tajio ini cuma orang hutan yang menyambung hidup dengan mencari kayu rotan, jangankan motor, untuk sesuap nasi dari penghasilan rotan saja mereka harus bersusah payah.

Karena kondisi itulah, selama beberapa waktu dua orang ustadz asal kota tersebut menyapa umat yang seakan ditinggalkan oleh ulama tanah air. Mereka berdua berusaha menghidupkan masjid yang masih jauh disebut layak, dengan modal keikhlasan dan ketulusan niat dakwah  ilallah. Mendapatkan respon dan antusiasme yang sangat luar biasa, akhirnya Suku Tajio ini dapat mendapatkan nikmatnya sholat tarawih dengan beratapkan ribuan bintang yang bertebaran di langit, dihembuskan dengan angin alam, meski harus juga diselingi gonggongan anjing disekitar, karena memang itulah kondisi apa adanya.

Baca: “Warga Maluku Berbondong-bondong Masuk Islam karena Cinta”

 

Raut bahagia anak anak suku Tajio saat persiapan belajar baca Tulis Al Qur’an di Masjid yang masih di bangun, Ahad (18/6/17). Mayoritas suku Tajio sendiri merupakan mualaf dimana sebelumnya mereka menganut keyakinan dinamisme dan animisme

Jika tidak segera dibangun pondasi masjid beberapa waktu lalu, sebagaimana  kesaksian warga, Suku Tajio akan tetap jauh dari agama.  Alhamdulillah rencana itu Allah gagalkan dengan dibangunnya secara formalitas masjid yang layak.

Tentunya dua orang ustadz yang berdakwah  menyampaikan tauhid kepada Suku Tajio tersebut tak bisa berlama lama menyampaikan risalah Islam di tengah hutan dan pegunungan Alindau, bagaimana pun kewajiban dakwah tersebut bukan dipikul di pundak mereka berdua saja, tapi itu merupakan kewajiban kita seluruh umat Islam di negeri ini. Semoga Allah  menjaga hidayah, ibadah dan agama. Wallahu a’lam bish showab.*/Zakarija Hidayatullah

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AlindauanimismBulan Ramadhanda'idaidakwahdinamismemualafnomadenpedalaman IndonesiaRamadhanRamadhan 2017Suku TajioSulawesi Tengah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kesehatan Mursi dan Peran Inggris
Tulisan selanjutnya Geliatkan Ekonomi Islam, MTW Luncurkan Aplikasi ‘Kita Pay’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Mereka Memilih Berani

Kemewahan di Kampung Mualaf Selat Kongki setelah Kehadiran Laznas Ini

13 Juli 2022 08:33
Mereka Memilih Berani

Kisah Dai Diadang Pedang Terhunus Saat Mau Khutbah Jumat

28 Juni 2022 08:00
Mereka Memilih Berani

Ketika Ustadz Hasyim HS Kaget Ditugaskan KH Abdullah Said

21 Mei 2022 15:00
Mereka Memilih Berani

Dakwah Tak Kenal Lelah “Dai Non-Subsidi”

3 Mei 2022 16:49
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?