Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kesehatan

Awas! Diabetes Bunuh 1 Orang Per 7 Detik

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 15 September 2011 14:50 2:50 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 September 2011 14:50
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Epidemi diabetes di seluruh dunia terus memburuk. Data terbaru menunjukkan, 1 orang di seluruh dunia meninggal tiap 7 detik akibat komplikasi penyakit ini. Biaya ‘diabetes’ yang harus dikeluarkan mencapai 465 miliar dollar (Rp 3.952 triliun)/tahun.Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pun diharapkan menyalakan ‘lampu merah’.

Meski lebih rendah dibandingkan kanker dan penyakit jantung, tingkat kematian akibat diabetes atau kencing manis tidak bisa dianggap remeh. Data terbaru menunjukkan, 1 orang di seluruh dunia meninggal tiap 7 detik akibat komplikasi penyakit ini.

Data tersebut diungkap oleh International Diabetes Federation (IDF), sebuah perkumpulan yang menghimpun perwakilan dari 160 negara di seluruh dunia. Perkumpulan ini baru saja menggelar pertemuan di Lisabon, Portugal untuk membahas kondisi terkini penyakit diabetes.

Selain tingkat kematian yang begitu tinggi, IDF juga mengungkap bahwa jumlah pengidap diabetes di seluruh dunia telah mencapai 366 juta jiwa dan korban meninggal jika dihitung dalam setahun rata-rata mencapai 4,6 juta. Seluruh data telah mencakup diabetes tipe 1 maupun 2.

Mengingat angkanya yang terus bertambah, IDF mendesak para pemimpin di seluruh dunia untuk memberi perhatian khusus pada penyakit ini. Dalam pertemuan puncak PBB terkait penyakit tidka menular yang akan berlangsung pekan depan, diharapkan diabetes bisa diangkat menjadi salah satu fokus pembicaraan.

Baca Juga

Jangan Anggap Sepele Hernia
Riset: Remaja Pengguna Vape Lebih Berisiko Jadi Perokok
Vape Ancaman Baru Remaja, Perlu Ada UU yang Tegas
Makanan Cepat Saji Tingkatkan Risiko Kanker Paru-Paru
Tekanan Akademis dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental

Badan PBB sendiri baru dua kali melakukan pertemuan puncak terkait isu-isu kesehatan. Yang pertama adalah di tahun 2001 yang ditujukan untuk mengatasi krisis HIV/AIDS.

“Jarum jam terus berdetak. Kami berharap para pemimpin dunia dalam pertemuan pekan depan untuk tidak henti-hentinya membawa diabetes ke ‘jalur utama’,” ungkap Jean Claude Mbanya, presiden IDF seperti dikutip dari Foxnews, Rabu (14/8).

Diabetes tipe 1 merupakan gangguan metabolisme yang ditandai dengan ketidakmampuan insulin dalam mengontrol kadar gula dalam darah. Penyakit ini biasanya dipicu oleh faktor bawaan, sehingga sulit dicegah meski tetap bisa dikendalikan dengan obat-obatan.

Sementara diabetes tipe 2 lebih dipicu oleh kegemukan dan gaya hidup tidak sehat, sehingga sebenarnya sangat mungkin dicegah. Mengurangi konsumsi gula, banyak berolahraga dan makan makanan dengan gizi seimbang adalah cara-cara terbaik untuk mencegah diabetes tipe 2.

Secara rata-rata angka kematian akibat penyakit diabetes mencapai 4,6 juta per tahun dan biaya kesehatan yang harus dikeluarkan mencapai 465 miliar dollar (Rp 3.952 triliun) setiap tahun.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Zionis-Israel Ancam Palestina jika Ingin Merdeka
Tulisan selanjutnya Korban Pelecehan Seks Gereja Mengadu ke Mahkamah Internasional

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Artikel
21 Juli 2026 07:00
Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
‘Israel’ Larang Masuk Siapa Pun yang Menyebutnya Negara Apartheid
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP

Terbaru

  • Belanda Resmi Larang Impor dari Permukiman Ilegal ‘Israel’ Mulai September
  • MUI: KUII VIII Jadi Forum Dialog Umat dan Negara, Bahas Hukuman Mati Koruptor hingga Tata Kelola Tambang
  • ‘Israel’ Larang Masuk Siapa Pun yang Menyebutnya Negara Apartheid
  • MUI Akan Surati Presiden dan Kapolri Terkait Penangkapan Warga Negara Palestina
  • MUI Bersama 87 Organisasi Islam Sudah Siap Gelar KUII ke-VIII, Bahas Berbagai Isu Nasional dan Global
  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia

Mungkin Anda Juga Suka

Kesehatan

Studi: Manfaat Utama Kopi Bagi Kesehatan Tergantung Waktu Meminumnya

15 Januari 2025 07:30
Kesehatan

Hindari Tertular HMPV, Pakar UGM Anjurkan Masyarakat Ikuti Pola Hidup Sehat

10 Januari 2025 13:20
Kesehatan

Terbukti, Konsumsi Alkohol Penyebab hampir 1 Juta Kasus Kanker di Amerika Serikat

7 Januari 2025 11:10
Kesehatan

Studi: Setiap Batang Rokok Merampas 20 Menit Kehidupan Perokok

5 Januari 2025 14:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?