Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kesehatan

Obesitas, Pandemi yang Tidak Kalah Berbahaya dari Coronavirus

Ama Farah
Terakhir diupdate: 12 Maret 2022 15:18 3:18 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 12 Maret 2022 15:18
Bagikan
Ilustrasi.
Bagikan

Hidayatullah.com–Satu miliar orang di seluruh dunia akan mengalami obesitas pada tahun 2030, menurut proyeksi terbaru oleh World Obesity Federation.

Angka itu dua kali lebih banyak dibanding tahun 2010, kata organisasi tersebut dalam laporan terbaru yang dirilis bertepatan dengan World Obesity Day Jumat 4 Maret 2022.

Lebih dari 150 pakar kesehatan global dan aktivis menyeru dibuatnya rencana aksi komprehensif dan mendesak guna memenuhi target yang ditetapkan World Health Organisation (WHO) untuk menghentikan kenaikan obesitas pada tahun 2025 ke tingkat seperti pada tahun 2010.

Dalam sebuah surat terbuka mereka mengatakan bahwa dunia sudah terlalu lama mengabaikan masalah obesitas, dan membiarkan banyak generasi mengalami kesalahpahaman, fragmentasi, kurangnya perhatian dan stigmatisasi tentang obesitas dan mereka yang mengalami obesitas.

Di Eropa saja, hampir 30 persen orang dewasa diperkirakan akan mengalami obesitas pada 2030, dan satu dari enam anak usia 5-9 tahun akan mengalami berat badan berlebih, menurut analisis terbaru World Obesity Atlas.

Baca Juga

Jangan Anggap Sepele Hernia
Riset: Remaja Pengguna Vape Lebih Berisiko Jadi Perokok
Vape Ancaman Baru Remaja, Perlu Ada UU yang Tegas
Makanan Cepat Saji Tingkatkan Risiko Kanker Paru-Paru
Tekanan Akademis dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental

Termasuk negara yang akan terdampak paling parah adalah Turki, Inggris dan Irlandia, dengan sepertiga orang dewasa akan memiliki bobot tubuh berlebihan.

Swiss, Finlandia dan Norwegia dianggap sebagai negara paling siap untuk mencegah dan mengatasi masalah obesitas.

Eropa secara umum memiliki kesiapan yang lebih baik karena akses ke pelayanan kesehatan di sana lebih baik. Namun, stigma yang berkembang di masyarakat berkaitan dengan obesitas dapat membuat orang menunda untuk menjalani perawatan, kata Olivia Cavalcanti, direktur sains di World Obesity Federation.

“Sudah ada lebih banyak kesadaran bahwa obesitas sebenarnya adalah penyakit – penyakit kronis, kambuhan, multifaktorial – dan bukan sekedar akibat dari pilihan individu atau orang yang malas,”kata Cavalcanti kepada Euronews Next.

“Namun, masih banyak yang belum kita ketahui perihal obesitas ini. Kita tentunya membutuhkan lebih banyak dana dan penelitian tentang topik ini”.

Untuk orang dewasa, WHO mendefinisikan obesitas sebagai memiliki indeks massa tubuh (BMI) lebih besar atau sama dengan 30.

Hasil riset menunjukkan adanya ratusan gen yang berkaitan dengan obesitas, serta faktor penyebab dari makanan-makanan ultra-olahan seperti makanan ringan kemasan, makanan yang dapat disajikan dengan menggunakan microwave, dan makanan cepat saji.

Aturan pemasaran global, perdagangan, pertanian, dan lingkungan adalah bagian dari “masalah sistemik” obesitas, kata Cavalcanti.

Kecanduan menatap layar televisi atau ponsel dan komputer serta penggunaan remote control yang meluas juga punya andil dalam masalah obesitas, sama seperti kurangnya olahraga atau malas untuk menggerakkan badan.

Cavalcanti memperingatkan bahwa sejumlah gawai canggih untuk memantau diet dan olahraga yang banyak dipakai oleh masyarakat sekarang ini tidak cukup untuk mengatasi masalah obesitas.

“Akar masalah ini sangat dalam, kita bicara soal sistem dan kebijakan pangan. Kita tidak dapat semata-mata mengandalkan respon pribadi untuk mengatasi masalah sistemik,” tegasnya.

Pakar-pakar kesehatan global sejak bertahun-tahun silam memperingatkan bahaya obesitas di masyarakat sebagai masalah kesehatan publik.

Pandemi Covid-19 menunjukkan bahwa orang penderita obesitas jauh lebih tinggi berisiko mengalami sakit parah dan kematian. 

“Kita sekarang memahami bahwa menunda tindakan lagi justru akan benar-benar memperburuk keadaan. Kita harus mengambil tindakan sekarang,” tegas Cavalcanti.

Dalam website WHO tentang obesitas disebutkan bahwa lebih dari 4 juta orang meninggal setiap tahun akibat kelebihan berat badan atau obesitas pada tahun 2017.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:body mass index (BMI)kelebihan berat badanobesitaspandemiWHO
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Nigeria Sita 3 Juta Kapsul Opioid
Tulisan selanjutnya Suku Masai Mengalah Demi Kehidupan Satwa Liar Ngorongoro

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Kesehatan

Studi: Manfaat Utama Kopi Bagi Kesehatan Tergantung Waktu Meminumnya

15 Januari 2025 07:30
Kesehatan

Hindari Tertular HMPV, Pakar UGM Anjurkan Masyarakat Ikuti Pola Hidup Sehat

10 Januari 2025 13:20
Kesehatan

Terbukti, Konsumsi Alkohol Penyebab hampir 1 Juta Kasus Kanker di Amerika Serikat

7 Januari 2025 11:10
Kesehatan

Studi: Setiap Batang Rokok Merampas 20 Menit Kehidupan Perokok

5 Januari 2025 14:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?