Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kajian

Tafsir Ayatul Ahkam Surat Al-Baqarah 258-260: Kisah Nabi Ibrahim dan Namrud (3-habis)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 31 Januari 2023 15:46 3:46 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 31 Januari 2023 16:00
Bagikan
Bagikan

Allah membuktikan kepada Nabi Ibrahim mengumpulkan burung mati yang telah terpotong, lalu menghidupkan lagi, seperti itulah Allah menghidupkan manusia

Sambungan artikel KEDUA

Hidayatullah.com | TULISAN sebelumnyamengulas kisah Uzair bin Syarkhiya, salah satu ulama Bani Israil yang melewati sebuah kota yang hancur, tembok-tembok yang telah runtuh di atas atap-atapnya.Allah menjawabnya dalam Al-Quran bahwa membangkitkan negeri yang hancur dan menghidupkan orang yang telah mati setelah ratusan tahun.

***

Nabi Ibrahim dan Burung

Baca Juga

Merdeka Bersuara, Bukan Merampas Ketenangan: Sound Horeg dalam Syariat
Atas Jasa Ulama Madzhab, Ijtihad Tidak Lagi Harus Dari Nol
Syair Ahmad Baktsir dan Detak Jantung Diplomasi Kemerdekaan RI di Kairo
Membangun Ketahanan Mental dengan Nilai-Nilai Al-Qur’an
Prajurit di Balik Layar, Pelita di Pinggir Jalan: Jejak Langkah Chumam Dasuki Merawat Literasi

 فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهٗ ۙ قَالَ اَعْلَمُ اَنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

“Maka ketika telah nyata baginya, dia pun berkata, “Saya mengetahui bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.”

Ayat di atas menegaskan bahwasannya Allah Maha kuasa atas segala sesuatu.

 وَاِذْ قَالَ اِبْرٰهٖمُ رَبِّ اَرِنِيْ كَيْفَ تُحْيِ الْمَوْتٰىۗ قَالَ اَوَلَمْ تُؤْمِنْ ۗقَالَ بَلٰى وَلٰكِنْ لِّيَطْمَىِٕنَّ قَلْبِيْ ۗ قَالَ فَخُذْ اَرْبَعَةً مِّنَ الطَّيْرِفَصُرْهُنَّ اِلَيْكَ ثُمَّ اجْعَلْ عَلٰى كُلِّ جَبَلٍ مِّنْهُنَّ جُزْءًا ثُمَّ ادْعُهُنَّ يَأْتِيْنَكَ سَعْيًا ۗوَاعْلَمْ اَنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌحَكِيْمٌ

“Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata, “Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang mati.” Allah berfirman, “Belum percayakah engkau?” Dia (Ibrahim) menjawab, “Aku percaya, tetapi agar hatiku tenang (mantap).” Dia (Allah) berfirman, “Kalau begitu ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah olehmu kemudian letakkan di atas masing-masing bukit satu bagian, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera.” Ketahuilah bahwa Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.” (QS: Al-Baqarah [2]: 260).

Para ulama menyatakan bahwa Nabi Ibrahim tidak ragu terhadap kemampuan Allah untuk hidup orang orang yang sudah mati. Hanya saja beliau ingin menyaksikan bagaimana cara Allah menghidupkan orang mati.

كَيْفَ تُحْيِ الْمَوْتٰى

“Perlihatkan kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang mati.”

Allah berfirman;

قَالَ اَوَلَمْ تُؤْمِنْ

“Belum percayakah engkau?”

Sebenarnya Allah Maha Tahu dengan keimanan Nabi Ibrahim, disebutkan disini agar diambil pelajarannya oleh orang lain.

قَالَ بَلٰى وَلٰكِنْ لِّيَطْمَىِٕنَّ قَلْبِيْ 

“Dia (Ibrahim) menjawab, “Aku percaya, tetapi agar hatiku tenang (mantap).”

Melihat sesuatu secara langsung tentunya akan menambah keyakinan dari pada orang yang hatinya mendengar berita saja. Sebagai contoh, setiap muslim yakin bahwa di Makkah terdapat Ka’bah sebagai kiblat kaum muslimin.

Bagi orang Islam yang sudah melaksannakan ibadah marah dan haji tentunya akan lebih yakin dengan adanya Ka’bah di banding dengan orang yang belum pernah pergi ke Makkah dan melihat Ka’bah secara langsung.

Dalam sebuah pepatah Arab disebutkan.

ليس الخير كا المعا ينة

“Hanya  mendengar berita saja , tidak sama dengan orang yang melihat dan menyaksikan langsung.”

 Allah berfirman; 

قَالَ فَخُذْ اَرْبَعَةً مِّنَ الطَّيْرِفَصُرْهُنَّ اِلَيْكَ ثُمَّ اجْعَلْ عَلٰى كُلِّ جَبَلٍ مِّنْهُنَّ جُزْءًا

“Dia (Allah) berfirman, “Kalau begitu ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah olehmu kemudian letakkan di atas masing-masing bukit satu bagian.”

Diriwayatkan bahwa empat burung pada ayat di atas adalah, burung thawwus (merak), burung nasr (elang) ghurab (gagak) dan diik (ayam).

(فَصُرْهُنَّ) berasal dari kata  (الصور)  artinya potong  yaitu potonglah burung burung tersebut, lalu campurkan daging darah, dan bulu bulu burung itu menjadi satu.

Sedangkan  (اِلَيْكَ ) terusan dari  (خُذ)  jadi mestinya 

فَخُذْ اَرْبَعَةً مِّنَ الطَّيْرِفَصُرْهُنَّ اِلَيْكَ

“kumpulkan empat burung dekatmu dan potonglah mereka.”

Kemudian bagian bagian yang sudah di potong tersebut di letakkan diatas bukit, masing masing bukit satu bagian. Allah berfirman;

ثُمَّ ادْعُهُنَّ يَأْتِيْنَكَ سَعْيًا

“kemudian letakkan di atas masing-masing bukit satu bagian, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera.”

Ketika memotong-motong  tubuh burung burung tersebut, Nabi Ibrahim membiarkan kepala-kepala burung di tangannya. Ketika Nabi Ibrahim memanggil burung-burung tersebut, maka bagian-bagian tersebut berterbangan dan saling menyatu kembali antara bagian yang satu dengan yang lainnya sehingga menjadi burung seperti semula.

Tubuh tersebut datang menemui kepalanya masing masing yang ada di tangan Nabi Ibrahim. Begitulah Allah menghidupkan kembali orang-orang yang sudah meninggal dengan satu kali panggilan saja.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

يَوْمَىِٕذٍ يَّتَّبِعُوْنَ الدَّاعِيَ لَا عِوَجَ لَهٗ ۚوَخَشَعَتِ الْاَصْوَاتُ لِلرَّحْمٰنِ فَلَا تَسْمَعُ اِلَّا هَمْسًا

 “Pada hari itu mereka mengikuti (panggilan) penyeru (malaikat) tanpa berbelok-belok (membantah); dan semua suara tunduk merendah kepada Tuhan Yang Maha Pengasih, sehingga yang kamu dengar hanyalah bisik-bisik.” (QS: Thoha [20] : 108).

Ayat di atas menggambarkan keadaan pada hari kiamat dimana orang orang yang mati dalam kuburan di bangkitkan Allah dan mengikuti sang penyeru. Ini mirip dengan rahim dan burung burung di atas.*/Dr Ahmad Zain An-Najah, Pusat Kajian Fiqih Indonesia (PUSKAFI)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HeadlineKisah Nabi IbrahimKisah raja NamrudPilihan RedaksiSurat Al-Baqarah 258-260Tafsir Ayatul Ahkam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dianggap Fitnah KH Hasyim Asy’ari soal Maulid, Seorang Ustad di Pamekasan Diperiksa Atas Dugaan Ujaran Kebencian
Tulisan selanjutnya Finlandia: Kami Tidak Akan Biarkan Pembakaran Al-Quran Terjadi di Sini

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

APCQP Perkuat Kolaborasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik untuk Palestina

Berita
24 Agustus 2026 12:23
UEA Putuskan Hubungan Dagang, Iran Peringatkan Negara Teluk Tidak Bantu Amerika
Puluhan Orang Diculik Saat Shalat Jumat di Nigeria
Turki Keluarkan Surat Perintah Penangkapan Benjamin Netanyahu
Kuwait dan Amerika Sepakat Memperdalam Kerja Sama dan Integrasi Militer

Terbaru

  • Sultan Perak Dorong Persaudaraan Muslim Redam Persaingan Politik
  • Maulid Nabi dan Kritik Agus Salim: Mengapa Kita Tertinggal dari Barat?
  • MUI Ajak Penulis Dunia Ikut ISSA-Palestine 2026, Jadikan Sastra sebagai Suara Kemanusiaan
  • APCQP Perkuat Kolaborasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik untuk Palestina
  • Iran Eksekusi Pria yang Didakwa Membantu Amerika dan Israel Semasa Protes Anti Rezim
  • MBS akan Mengunjungi Prancis Melihat Peluang Investasi
  • Tifatul Sembiring Paparkan Pemenuhan Hak Dasar Warga Negara dan Payung Hukum Isu LGBT
  • Puluhan Orang Diculik Saat Shalat Jumat di Nigeria
  • Bus Aparat Keamanan Suriah Meledak Dekat Damaskus
  • Iran Desak Qatar Pindahkan Pilotnya ke Rumah Sakit di Darat

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI

22 Juli 2026 20:00
Kajian

Jeritan Seorang Homoseksual dan Solusi Drs. Faruq Nasution

30 Juni 2026 22:36
Lentera Hidup

Teladan Jusuf Wibisono : Pejabat Masyumi yang Berintegritas Tinggi

30 Juni 2026 10:26
Ghazwul FikrKajian

Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu

26 Juni 2026 11:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?