Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kajian

Tetaplah Taat Meskipun Rasulullah Tak Lagi Bersama Kita

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 19 Februari 2023 12:31 12:31 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 19 Februari 2023 12:30
Bagikan
Bagikan

Demi Allah, sekiranya beliau wafat atau terbunuh, sungguh aku akan tetap bertempur meneruskan perjuangan beliau hingga tetes darah penghabisan

Oleh: Mahladi Murni

Hidayatullah.com | SAAT pasukan Muslim tengah terpukul dan banyak yang gugur pada perang Uhud, seorang tentara kafir Quraisy bernama Ibnu Qumaiah berkata kepada rekan-rekannya, “Aku telah membunuh Muhammad.”

Rekan-rekannya tentu kaget. Padahal sebenarnya ia hanya memukul Rasulullah ﷺ. pada bagian kepala. Pukulan tersebut menyebabkan kepala Rasulullah ﷺ berdarah. Namun, beliau tidak meninggal.

Perkataan Ibnu Qumaiah kemudian menyebar dan sampai kepada pasukan Muslim. Mendengar kabar ini, sebagian pasukan Muslim sempat terpengaruh dan menyangka kabar ini benar adanya.

Baca Juga

Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
KH. Abdul Mu’thi: Tetap Berkarya di Balik Penjara
KH. Abdullah Said dalam Liputan Majalah Panji Masyarakat
Jika Bumi Menutup Semua Pintu, Ketuklah Pintu Langit!
Menolak Digaji Negara: Kisah Para Hakim Teladan dalam Sejarah Peradaban Islam

Apalagi mereka paham bahwa seorang Nabi dan Rasul bisa saja terbunuh atau dibunuh sebagaimana para Nabi dan Rasul terdahulu.  Dalam kondisi yang terpukul seperti itu, ditambah munculnya kabar yang mengagetkan, semangat pasukan Muslim kian kendur.

Bahkan, banyak di antara mereka yang mundur dari medan peperangan.

Lalu turunlah al-Qur’an surat ‘Ali Imran [3] ayat 144:

وَمَا مُحَمَّدٌ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ  ۚ أَفَإِينْ مَّاتَ أَوْ قُتِلَ انْقَلَبْتُمْ عَلٰىٓ أَعْقٰبِكُمْ  ۚ وَمَنْ يَنْقَلِبْ عَلٰى عَقِبَيْهِ فَلَنْ يَضُرَّ اللَّهَ شَيْئًا  ۗ وَسَيَجْزِى اللَّهُ الشّٰكِرِينَ

“Dan Muhammad hanyalah seorang rasul; sebelumnya telah berlalu beberapa rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh, kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barang siapa berbalik ke belakang, maka dia tidak akan merugikan Allah sedikit pun. Allah akan memberi balasan kepada orang yang bersyukur.” (QS: Ali Imran [3]: 144)

Ayat ini memberikan dua pemahaman kepada kita dan kaum Muslim yang berperang saat itu. Pertama, menurut tafsir Ibnu Katsir, bahwa Rasulullah ﷺ hanyalah manusia biasa yang bisa saja terluka bahkan terbunuh sebagaimana kebanyakan para Nabi sebelumnya yang dibunuh oleh kaumnya sendiri.

Namun –ini tadabbur kedua yang bisa kita petik— tak seharusnya kematian seorang Rasul menyebabkan pasukan kaum Muslim berbalik ke belakang atau lari dari peperangan. Andaikan pasukan Muslim berbalik ke belakang maka sesungguhnya hal itu tidak akan merugikan Allah Ta’ala sedikit pun.

Karena itu tetaplah berada dalam barisan ketaatan, dan Allah Ta’ala akan memberikan ganjaran kepada “mereka yang bersyukur.”

Ibnu Katsir menafsirkan kata-kata “mereka yang bersyukur” dalam ayat ini sebagai orang-orang yang menjalankan ketaatan kepada Allah Ta’ala, berperang membela agama-Nya, dan mengikuti Rasul-Nya, baik sewaktu beliau masih hidup, maupun ketika beliau sudah tiada.

Yang menarik —dan ini merupakan skenario Allah Ta’ala yang Maha Sempurna— ayat yang turun saat perang Uhud ini menjadi kunci hadirnya ketabahan bagi para Sahabat di saat Rasulullah ﷺ. benar-benar wafat pada tahun 632 M.

Ketika itu, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Abu Bakar Ra datang dengan mengendarai kuda dari tempat tinggalnya di as-Sanah manakala mendengar Rasulullah ﷺ. telah wafat. Ia turun dan masuk ke dalam masjid Nabawi. Semua orang terdiam.

Abu bakar menemui Aisyah, putrinya, yang sedang diliputi kesedihan mendalam, lalu bergeser ke jasad Rasulullah ﷺ. yang ketika itu telah diselimuti dengan kain hibarah (kain yang bersalur).

Abu Bakar Ra membuka penutup wajah Rasulullah ﷺ.lalu menciuminya seraya menangis. Kemudian beliau berkata, “Demi ayah dan ibuku menjadi tebusanmu. Demi Allah, Allah tidak akan menghimpun dua kematian pada dirimu. Adapun kematian yang telah ditetapkan atas dirimu sekarang telah engkau laksanakan.”

Lalu Umar Ra datang dan mengungkapkan kesedihannya kepada orang-orang di luar Masjid Nabawi. Ia seakan tak mau menerima kenyataan bahwa Rasulullah ﷺ, sahabat terbaiknya, telah wafat.

Abu Bakar segera keluar menemui Umar dan berkata, “Duduklah engkau, wahai Umar!”

Setelah Umar menenangkan dirinya, Abu Bakar melanjutkan perkataannya. “Amma ba’du. Barangsiapa yang menyembah Muhammad, maka sesungguhnya Muhammad telah wafat. Dan barang siapa menyembah Allah, maka sesungguhnya Allah hidup kekal dan tidak akan mati.”

Setelah itu, Abu Bakar membacakan surat ‘Ali Imron [3] ayat 144 yang telah diungkap di atas, “Dan Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang Rasul. Sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang Rasul (hingga akhir ayat).”

Ibnu Abbas bercerita tentang peristiwa ini, “Demi Allah, seakan-akan orang-orang tidak menyadari bahwa Allah Ta’ala telah menurunkan ayat ini sebelum Abu Bakar membacakannya kepada mereka. Maka semua orang ikut membacanya bersama Abu Bakar dan tidak ada seorang pun yang mendengarnya melainkan ia ikut membacanya.”

Adapun Umar, sebagaimana dikisahkan oleh Sa’id Ibnu al-Musayab, setelah mendengar ayat ini dibacakan bergetarlah tubuhnya dan keluarlah keringat di sekujur tubuhnya. Ia lemas dan kedua kakinya tak sanggup lagi menopang tubuhnya. Ia kemudian jatuh ke tanah.

Ketika Rasulullah ﷺ. masih hidup, Ali bin Abi Thalib pernah berkata tentang firman Allah Ta’ala yang berbunyi: Apakah jika dia (Rasulullah ﷺ) wafat atau terbunuh kalian berbalik ke belakang? (Al Imran [3]: 144), sebagaimana diriwayatkan oleh Abu al-Qasim at Tabrani, “Demi Allah, kami tidak akan berbalik mundur ke belakang setelah Allah memberi kami petunjuk. Demi Allah, sekiranya beliau wafat atau terbunuh, sungguh aku akan tetap bertempur meneruskan perjuangan beliau hingga tetes darah penghabisan.”

Lantas, bagaimana dengan kita sekarang setelah Rasulullah ﷺ. telah lama meninggalkan kita semua?  Wallahu a’lam. *

Penulis aktif di Hidayatullah dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Headlinetaat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Respons Masyarakat Islam Indonesia atas Pembakaran Masjid Al-Aqsha pada 1969
Tulisan selanjutnya Munas VIII Tetapkan Rasfiuddin Sabaruddin Ketum Pemuda Hidayatullah 2023-2026

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

drone peledak Houthi
Berita

Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain

Berita
19 Oktober 2026 12:54
PBB Catat Kenaikan Angka Kemiskinan Dunia, 1 Miliar Orang Terdampak
Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
Bandara King Khalid Riyad Ditutup Hingga 15 Oktober Imbas Serangan Houthi
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun

Terbaru

  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
  • Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya

Mungkin Anda Juga Suka

Hikmah

Teladan Umar bin Khattab Ra. dalam Mengatasi Problem Gratifikasi

29 September 2026 08:30
Kajian

Al-‘Aqabah: Jalan Terjal Menuju Peradaban Fitrah

15 September 2026 13:13
Kajian

Merdeka Bersuara, Bukan Merampas Ketenangan: Sound Horeg dalam Syariat

22 Agustus 2026 11:43
Kajian

Atas Jasa Ulama Madzhab, Ijtihad Tidak Lagi Harus Dari Nol

22 Agustus 2026 10:58
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?