Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Gaya Hidup Muslim

Islam Itu Anjurkan Sayangi Binatang

Ahmad
Terakhir diupdate: 7 Mei 2015 09:26 9:26 am
Ahmad
Dipublikasikan 7 Mei 2015 09:26
Bagikan
Syeikh Usamah Sayyid Al Azhari membiarkan kucing duduk di mejanya saat sedang mengajar
Bagikan

HARI-HARI ini kita sering mendengar istilah radikal. Bagi mereka yang berpikri liberal, radikal itu berbahaya. Tetapi, sebenarnya radikal tidak melulu seperti yang dipahami kelompok liberal. Karena radikal sebenarnya istilah yang juga memiliki makna positif. Seperti beriman dengan sepenuh hati, sampai pada tingkat keimanan paling dasar dan pengamalan yang terbaik.

Dalam masalah keimanan, kita mesti radikal, bukan untuk menghakimi orang atau malah melakukan tindakan kontraproduktif. Tetapi, untuk mengamalkan ajaran Islam sebaik-baiknya dalam keseharian kita. Bukan melulu ibadah atau apapun. Tetapi juga mengamalkan ajaran-ajaran Islam yang luhur, beradab dan sangat mulia.

Satu di antara ajaran Islam yang hendaknya setiap jiwa mengamalkannya adalah menyayangi binatang. Jangan salah, Islam sangat care lho terhadap masalah ini.

Di tahun 2013 ibukota negara pernah dihebohkan dengan berita tiga ekor anjing yang ditelantarkan pemiliknya di kawasan Lippo Karawaci. Dan, penelantaran itu hampir saja berujung proses hukum. Ironisnya, praktik menelantarkan dan membuang anjing kini cukup marak terjadi.

Kemudian, sebagian manusia menjadikan binatang sebagai alat berjudi. Seperti ayam jantan, anjing pitbull, termasuk juga domba. Ketika saya datang ke suatu kota di Jawa Barat, teman saya bercerita bahwa dirinya baru saja melintasi jalan yang sedang ramai orang berkumpul menyaksikan taruhan adu domba.

Baca Juga

Gaya Hidup Minimalis: Kunci Kesehatan Mental di Tengah Hidup Serba Cepat
Sya’ban Tangga Penting Sukses Ramadhan
Teladan Rasulullah untuk Para Suami
Tawakkal dalam Bekerja
Awasi Makananmu, Selamat Hidupmu!

Kebetulan teman saya itu berani bertanya, “Lho pak kenapa dombanya di adu-adu, gak kasihan?” Dengan enteng sang empu domba menjawab, “Namanya juga domba Mas, untuk apa kalau tidak diadu.”

Lantas bagaimana dengan kucing? Nasibnya tidak jauh beda dengan binatang piaraan lainnya. Kalau dulu, terutama di kampung-kampung, kucing hidup baik. Karena di setiap rumah penghuninya mau memelihara dengan baik. Tetapi kini, terutama di komplek perumahan tidak jarang kucing melintas dengan kaki pincang dan kulit terkelupas.

Fakta tersebut cukup menjadi bukti bahwa kini perilaku menyayangi binatang mulai ditinggalkan. Padahal, Islam juga menekankan pentingnya setiap Muslim menyayangi binatang.

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda, “Ketika ada seorang lelaki sedang berjalan di suatu jalan ia merasa sangat haus. Lalu ia menemukan sebuah sumur kemudian ia turun kedalamnya lalu ia minum dan kemudian keluar. Tiba-tiba ada seekor anjing yang menjulurkan lidahnya. Dia makan tanah lembab karena hausnya.

Orang itu lalu berkata, ‘Anjing ini telah mengalami kehausan seperti yang aku alami.’ Lalu ia turun ke sumur itu kemudian mengisi sepatunya dengan ir dan memeganginya dengan mulutnya lalu memberi minum anjing itu. Maka, Allah berterima kasih kepadanya dan mengampuninya.’

Para sahabat kemudian bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah terhadap hewan-hewan ada pahala bagi kami?” Beliau bersabda, “Pada setiap makhluk hidup mendapat pahala.” (HR. Muslim).

Syeikh Dr. Muhammad Luqman dalam syarahnya pada kitab Adabul Mufrod memberikan penjelasan bahwa, setiap Muslim dianjurkan berbuat baik kepada binatang. Dan, itu akan mengundang ampunan dan ridha dari Allah Ta’ala.

Ancaman Menyiksa Binatang

Islam tidak semata menganjurkan umatnya menyayangi binatang, tetapi juga memberi ancaman atau tepatnya sanksi yang cukup tegas.

“Dari Abdullah bin Umar bahwa Rasulullah bersabda, “Seorang wanita diadzab karena seekor kucing yang ia kurung hingga mati kelaparan. Maka dia masuk neraka karenanya. ‘Engkau tidak memberinya makan dan tidak pula engkau beri minum ketika engkau mengurungnya, dan tidak pula engkau membiarkannya agar dia makan binatang-binatang tanah.” (HR. Bukhari).

Artinya, dibolehkan memelihara hewan, bahkan dengan cara mengurung sekalipun, asalkan terjamin makan dan minumnya, berikut kesehatannya. Dan, jika sampai melalaikan kewajiban tersebut, neraka sudah siap menanti sebagai bentuk adzab dari Allah Ta’ala.

Oleh karena itu, jika di rumah ada binatang peliharaan, hendaknya diperlakukan dengan baik, jangan sampai lupa apalagi lalai untuk memberikan kasih sayang.

Sebab Rasulullah bersabda, “Barangsiapa menyayangi meskipun terhadap hewan sembelihan, niscaya Allah akan merahmatinya pada Hari Kiamat.” (HR. Bukhari).

Nah, mungkinkah amalan mulia ini akan diamalkan seorang Muslim tanpa iman yang radikal? Jadi, jangan takut radikal kalau dalam iman, karena itu akan mendorong kita untuk mengamalkan ajaran Islam secara keseluruhan. Satu di antaranya adalah menyayangi hewan. Wallahu a’lam.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:kucingliberal
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Aher Minta Lembaga Zakat Mengarahkan Pemberdaayaan Sektor Produktif
Tulisan selanjutnya Delapan Tersangka Jadi Saksi Dalam Sidang Ketiga Kasus Az-Zikra

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kantor Perdana Menteri Pemerintah Kurdistan Diserang Drone

Berita
17 Agustus 2026 16:26
Transformasi Ekonomi Pesisir Berbasis Syariah: Dari Diversifikasi Olahan Bandeng hingga Hilirisasi Produk melalui Marketplace
Eks Menag Yaqut Didakwa Rugikan Negara Rp622 Miliar dalam Kasus Kuota Haji
PM Anwar Ibrahim Upayakan Pencabutan UU yang Membatasi Kegiatan Politik Mahasiswa
Makin Banyak Warga ‘Israel’ Pergi, Hanya Sedikit yang Kembali

Terbaru

  • Bagaimana Pakta Pertahanan Mekkah Bisa Mengubah Peta Ekonomi Timur Tengah?
  • 19 Kota di Dunia Gelar Aksi Demo, Desak Blokade Gaza Segera Dibuka
  • Data Korban Gempa NTT: 68 Meninggal Dunia, 213 Luka-Luka
  • Makin Banyak Warga ‘Israel’ Pergi, Hanya Sedikit yang Kembali
  • 7.968 Rumah dan 744 Fasum Rusak Akibat Gempa di NTT
  • ‘Israel’ dan Board of Peace Bentuk Dua Komite Gaza, Apa Tujuannya?
  • Usia Belum Tua, tapi Sering Merasa Tua? Hati-Hati Bisa Sebabkan Imsonia dan Gangguan Kesehatan
  • Nasib Pengungsi Rohingya, Mau Pulang Harus Minta Izin Pemerintah Myanmar
  • Sebut Orang Palestina Bukan Manusia, Menteri ‘Israel’ Serukan Pembunuhan Massal
  • Takuti Warga ‘Israel’, Netanyahu Pajang Wajah Para Pemimpin Muslim di Baliho Pemilu

Mungkin Anda Juga Suka

Gaya Hidup Muslim

Hati-Hati dalam Timbangan dan Takaran

16 November 2022 11:58
Gaya Hidup Muslim

Beginilah Islam Memuliakan Pembantu

7 November 2022 13:30
Gaya Hidup Muslim

Sibuk Mengoreksi Diri Sendiri

18 Oktober 2022 09:00
Gaya Hidup Muslim

Berapa Kali Kita Mengkhatamkan Al-Quran?

9 Oktober 2022 08:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?