Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

All Out Dalam Kebaikan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 13 Oktober 2014 06:49 6:49 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 Oktober 2014 09:46
Bagikan
Bagikan

MENJADI yang terbaik adalah dambaan setiap manusia. Apapun pekerjaan yang dilakoni, biasanya pemangku the best itu yang pertama kali disorot.

Sebagai contoh, misalnya, menjadi siswa terbaik di sekolah, menjadi karyawan terbaik di perusahaan, atau menjadi suami dan ayah terbaik bagi istri dan keluarga di rumah. Bahkan para ahli menyimpulkan, dalam proses kelahiran manusia, maka sperma terbaiklah yang menjadi pemenang dari sekian jutaan sperma-sperma lainnya ketika itu. Sperma terbaik itulah yang berhasil menikahi sel telur wanita hingga akhirnya menjadi cikal bakal manusia selanjutnya.

Dalam syariat Islam, menjadi yang terbaik ternyata tak sekedar fitrah dan naluri manusia belaka. Ia juga menjadi perintah yang tersirat dalam firman Alah;

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلاً وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

“Yang menjadikan kematian dan kehidupan, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang terbaik amalnya, dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (QS: al-Mulk [67]: 2).

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Meski demikian, hal itu tentu tak semudah membalik telapak tangan semata. Sebab ayat di atas juga menyimpan pesan tersirat kepada setiap Muslim, untuk fokus pada usaha yang maksimal tanpa menafikan hasil yang akan diperoleh. Suatu perbuatan tak mungkin menjadi terbaik jika ia berangkat dari ketidakseriusan berbuat. Ia bisa menjadi baik jika perbuatan tersebut benar-benar tulus diniatkan lalu diiringi dengan usaha yang maksimal dalam berbuat.

Rasanya sulit membayangkan ketika ada seorang hamba yang mengaku bisa khusyuk dalam shalatnya, misalnya. Sedang ia sendiri ternyata ogah dalam mengerjakan ibadah shalat tersebut. Sebagaimana seseorang jangan bermimpi bisa langsung lancar membaca Al-Qur’an kalau ia sendiri selama ini malas-malasan mengaji di rumah atau di masjid.

Fenomena gaya hidup instan yang terjadi di tengah masyarakat hendaknya menjadi perhatian serius setiap Muslim. Rupanya budaya yang lahir peradaban Barat itu –sadar atau tidak sadar- menggerus pemahaman umat Islam secara perlahan. Hari ini tak banyak kita temukan seseorang yang mampu bertahan dalam “kepayahan” sebuah proses perbuatan.

Kini para orangtua dipaksa mengurut dada ketika mendapati anak-anaknya memilih narkoba sebagai pelampiasan dari kesulitan mereka belajar di sekolah. Tawuran justru menjadi alternatif pilihan para pelajar sekarang. Padahal boleh jadi hal itu hanya dipicu oleh persoalan sepele atau kesalahpahaman saja.

Sebenarnya, tak ada yang keliru dengan kemajuan teknologi dan informasi yang begitu pesat saat ini. Tak ada yang salah dengan perkembangan sains yang menjadikan segala urusan menjadi mudah dan instan. Namun ia berubah menjadi masalah jika ternyata hal itu menjadikan umat Islam kehilangan etos kerja dan spirit bermujadahah. Hal itu menjadi bumerang yang melukai jika kaum muslimin malah terjangkiti virus malas berusaha sedang ia berharap hasil yang terbaik selalu. Sebab secara umum, mujahadah yang maksimal berbanding lurus dengan hasil terbaik yang dimimpikan selama ini.

Keikhlasan dalam berinfak, misalnya, itu datang dari latihan memberi yang berlangsung terus menerus. Ia memberi di saat lapang sebagaimana infak itu tak pudar meski dalam keadaan susah dan sempit. “Sirran” dan “alaniyah”, demikian Allah menyifati mujahadah dalam urusan berinfak guna mencapai kualitas infak terbaik tersebut.

Bahwa perintah itu berlaku meski terkadang ia sendiri sangat butuh dengan uluran tangan orang lain. Sebagaimana kenikmatan dan kekhusyukan shalat tersebut mampir setelah seorang hamba jatuh bangun menegakkan shalat wajib secara berjamaah dan senantiasa memelihara shalat shalat sunnah lainnya.

Paradigma ibadah akan berubah dengan sendirinya dalam diri seorang hamba, dari sebuah kewajiban menjadi suatu kebutuhan.

Tentunya (sekali lagi) hal tersebut tidak lahir secara tiba-tiba. Ia bermula dari proses kesadaran yang panjang. Dari kebiasaan yang terus dilatih selama bertahun-tahun. Hingga akhirnya ibadah shalat itu benar-benar menjadi amalan terbaik yang hanya dipersembahkan kepada Allah Sang Pencipta semata. Pun demikian dengan seluruh amalan-amalan yang lain, ia bisa menjadi amalan terbaik jika melewati proses mujahadah dan kesungguhan (all out) dalam berbuat kebaikan.*/Masykur Abu Jaulah

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ibadahkebaikantotal
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pengamat Timur Tengah: ISIS Indonesia Tak Punya Sanad
Tulisan selanjutnya Dr Hamid: Buku “Pacaran Sehat” Tak Mendidik, Tapi Menjerumuskan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Berita
3 Juni 2026 13:00
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?