Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Menagih Janji Empat Istri (2)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 2 September 2015 16:33 4:33 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 2 September 2015 16:33
Bagikan
Ilustrasi.
Bagikan

KEHIDUPAN itu terkadang bisa memberikan manfaat bagi manusia, terkadang tidak. Jam, saat, hari, dan tahun berlalu dan membawa seseorang kepada kasih sayang dan kerelaan, sehingga ia termasuk orang yang mendapatkan kemenangan dan masuk surga, atau malah menggiringnya ke api neraka dan kemarahan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Kehidupan itu bisa membuat Anda tertawa sesaat dan menangis sepanjang masa atau membuat Anda menangis sesaat untuk bisa tertawa sepanjang masa. Kehidupan itu bisa menjadi nikmat atau laknat bagi manusia.

Hidup itu artinya adalah setiap saat yang Anda rasakan dan setiap jam yang Anda habiskan. Kehidupan bisa merupakan nikmat bagi kita atau bahkan bisa menjadi bencana bagi kita.

Pada setiap jam yang dilalui seseorang, bisa jadi Allah meridhai Anda atau sebaliknya melaknat, na’udzu billah. Hidup ini bisa mendekatkan atau menjauhkan Anda dari Allah.

Anda bisa hidup dengan merasakan saat penuh kasih sayang dan taat kepada Allah, yang bisa menghapus keburukan hidup dan dosa seumur hidup. Anda bisa juga merasakan saat menyimpang dari jalan Allah dan jauh dari taat kepada-Nya, yang menyebabkan hidup Anda menjadi sengsara.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Banyak orang berbuat dosa, melakukan keburukan, dan jauh dari Allah. Selama mereka jauh dari Allah, maka mereka pasti jauh dari rahmat dan ridha-Nya. Jika air mata penyesalan bisa mengalir dari kedua mata mereka, dan bertaubat, ia akan kembali ke rahmat dan ridha-Nya. Ini merupakan kesempatan untuk menyesal untuk meraih kunci kebahagiaan.

Fudhail bin lyadh adalah salah satu golongan orang saleh. Dulu, ia seorang pencuri yang suka merampok kafilah dagang. Orang-orang pun selalu menasihati agar berhati-hati di jalan dengan berkata, “Hati-hati dengan Fudhail.” Bahkan seorang wanita jika ingin menenangkan anaknya, ia berkata, “Diamlah, kalau tidak aku akan memberikanmu kepada si Fudhail.”

Suatu ketika Fudhail menaiki tembok dengan menggunakan tangga dan ingin mencuri di sebuah rumah. Ia mengintip dan mengetahui bahwa pemilik rumah itu seorang yang sudah renta. Orang tua itu sedang berdiri dan menghadap kiblat di atas sajadah kecil.

Lalu, ia mulai membaca al-Qur an sambil menangis: “Adakah orang yang mengetahui bahwa apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu benar sama dengan orang yang buta? Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran.” (ar-Ra’d: 19)

Kemudian ia melanjutkan dengan membaca, “Ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui? Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.” (az-Zumar: 9)

Fudhail duduk sambil meletakkan tangannya di atas atap rumah. Ia terus memandang lelaki renta yang sedang membaca al-Qur an sambil menangis. Ada pun anak gadisnya sedang menyiapkan makan malam. Lelaki tua tersebut membaca sampai pada ayat, “Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun, dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.” (al-Hadid:16).

Fudhail menengadahkan kepalanya ke arah langit dan berkata, “Sekarang ya Allah, saatnya aku bertaubat kepada-Mu mulai malam ini.”

Ia kemudian turun, mandi, dan mengganti baju lalu pergi ke masjid. Di sana, ia duduk dan menangis sampai pagi. Akhirnya, Fudhail bertaubat kepada Allah dan menjadi imam Makkah dan Madinah dalam hal beribadah.*/Dr. Majid Ramadhan, dari bukunya Do It Now.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:kehidupan materikehidupan ruhanitaubat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menagih Janji Empat Istri (1)
Tulisan selanjutnya Libya Larang Warga Yaman, Iran dan Pakistan Masuk

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Feature
30 Mei 2026 17:30
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?