Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Belajar Rendah Hati dari Imam Ibnu Jauzi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 31 Desember 2018 11:15 11:15 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 31 Desember 2018 11:14
Bagikan
Bagikan

DOSA pertama yang dilakukan oleh makhluk Allah Ta’ala adalah kesombongan iblis (QS. Shad [38]: 75-76). Ketika disuruh sujud (penghormatan) oleh Allah kepada Adam, dirinya merasa lebih baik dari manusia dengan alasan; tercipta dari api, sedangkan Adam dari tanah. Sejak saat itu iblis disebut pembangkang dan terusir dari Surga.

Lain halnya dengan Adam, tidak pernah sekali-kali terlihat sifat sombong pada dirinya. Padahal, dirinya memiliki keunggulan dibandingkan dengan makhluk-makhluk lainnya, yaitu: dikaruniai ilmu oleh Allah Ta’ala. Bahkan ketika akhirnya tergoda oleh bujuk rayu iblis, ia tidak melakukan apologi, namun mengakui kesalahannya dengan doa yang menggambarkan kerendahhatian.

قَالاَ رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Ya Tuhan kami! Kami telah menzalimi diri kami sendiri. Dan jika Engkau tidak mengampuni dan merahmati kami, niscaya kami menjadi bagian dari orang-orang yang merugi.” (QS. Al-A’raf [7]: 23) Demikianlah sejatinya akhlak orang yang berilmu, semakin tinggi ilmunya, maka bertambah rendah hati.

Baca: Memimpinlah dengan Rendah Hati 

Dalam bahasa Indonesia, ada peribahasa: Seperti padi, kian berisi kian merunduk. Seperti ilmu padi, kian berisi kian merunduk. Maknya, semakin tinggi ilmu seseorang maka dia semakin rendah hati. Dalam al-Qur`an juga ada ungkapan:

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

وَفَوۡقَ كُلِّ ذِي عِلۡمٍ عَلِيمٞ ٧٦

“dan di atas tiap-tiap orang yang berpengetahuan itu ada lagi Yang Maha Mengetahui.” (QS. Yusuf [12]: 76)

Karena itulah, ulama sejati akan selalu tawaduk. Dia tidak akan merasa paling berilmu serta meremehkan orang lain. Semakin bertambah ilmu, dirinya merasa semakin bodoh, karena sejatinya yang diberikan oleh Allah kepada dirinya hanyalah sangat sedikit dibanding keluasan ilmu Allah Ta’ala.

Dari Imam Jauzi (510-597 H) pembaca bisa menemukan sosok ulama teladan yang begitu rendah hati. Bayangkan! Dalam kitab “Dzailu Thabaqāt al-Hanābilah” (I/167) dikisahkan di akhir hidupnya dia pernah bercerita telah menulis dua ribu jilid buku, menobatkan 100 ribu orang dan membuat 20 ribu orang Yahudi dan Nasharani masuk Islam.

Baca:  Tetaplah Berlaku Rendah Hati (1) 

Lebih dari itu, jumlah minimal hadirin yang mengaji pada beliau adalah 10 ribu orang. Meski demikian, tidak ada kesombongan yang ditonjolkan oleh beliau. Yang ada justru semakin merasa rendah hati.

Dalam kisah masyhur disebutkan, menjelang wafat beliau kerendah hatian itu masih sangat tampak. Menjelang ajal tiba, beliau sempat berujar kepada murid-muridnya, “Jika kelak di surga kalian tidak menjumpaiku, maka tanyakanlah kepada Allah perihalku: ‘Ya Allah ya Tuhan kami, sesungguhnya hambamu Si Fulan (Ibnu Jauzi) dulu di dunia telah mengingatkan kami tentang diri-Mu.’ Lantas kemudian Ibnu Jauzi menangis.

Ulama yang sedemikian dalam dan luasanya itu tidak pernah merasa tinggi hati. Betapapun jasa-jasanya begitu besar dalam Islam, namun dia menafikan eksistensi dirinya. Dirinya adalah fakir ilmu di hadapan Allah. Ilmu yang luas tidak digunakan untuk merendahkan dan meremehkan orang lain.

Lain halnya dengan fenomena dewasa ini. Banyak yang mengetahui satu ayat dua ayat, atau satu hadits dua hadits dan seterusnya, namun dengan sangat mudah merasa sudah menjadi ulama. Tanpa melalui kajian ilmiah mumpuni, sudah berani menyalahkan orang yang tak sepaham dengannya, gampang menyesatkan, mengkafirkan dan merasa dirinya paling benar. Akibatnya, yang ditimbulkan adalah perpecahan saudara.

Baca:  Sombong, Biang Segala Penyakit Hati 

Tak mengherankan jika Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan doa:

اللَّهُمَّ انْفَعْنِي بِمَا عَلَّمْتَنِي، وَعَلِّمْنِي مَا يَنْفَعُنِي، وَزِدْنِي عِلْمًا

“Ya Allah! Jadikanlah ilmu yang dianugerahkan oleh-Mu kepadaku bermanfaat; ajarilah padaku ilmu yang bermanfaat; serta tambahkanlah ilmu kepadaka.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah)

Ciri ilmu itu bermanfaat –sebagaimana kisah Nabi Adam—adalah di antaranya ketika tidak membuat orang yang berilmu menjadi sombong atau tinggi hati.

Suatu saat, Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu memberi nasihat, “Barangsiapa yang tawaduk (rendah hati) secara khusyuk kepada Allah, maka kelak di hari kiamat angkat diangkat derajatnya oleh Allah. Sedangkan orang yang tinggi hati (sombong), maka akan direndahkan oleh Allah Ta’ala pada hari kiamat.” (al-Khara`ithi, Masāwi al-Akhlāq, 258)

Dengan demikian, jika dengan ilmu Allah akan mengangkat derajat seseorang (QS. Al-Mujadilah [58]: 11), maka dengan tawaduk pula atau kerendahan hati Allah juga akan mengangkat derajat seseorang. Karena itu, antara ilmu dan kerendah hatian tidak terpisahkan. Dan itu semua bisa kita teladani dari sosok Imam Ibnu Jauzi.*/Mahmud Budi Setiawan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:kesombonganrendah hatisombongtawadhu'ulama
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Catatan 2018: ‘Isu Rohingya dan Uighur, Tak Terdengar Suara Indonesia’
Tulisan selanjutnya BUMN jabatan generasi muda muslim MUI Imbau Antar Umat Beragama Tetap Jaga Hubungan Baik

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Berita
14 Juli 2026 15:30
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?