Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Rihlah Ibn Jubair

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 10 Februari 2014 09:33 9:33 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 10 Februari 2014 09:33
Bagikan
Sebuah kafilah besar berjalan menuju Makkah
Bagikan

Oleh: Alwi Alatas

BANYAK orang yang suka melakukan perjalanan.Mereka mengunjungi tempat-tempat yang menarik untuk tujuan wisata, untuk menambah pengetahuan, untuk berpetualang, atau untuk beribadah.Terlebih pada masa sekarang ini ketika alat transportasi semakin banyak dan semakin murah, sehingga semakin banyak pula yang melakukan perjalanan.Namun sayangnya, tak banyak yang mau bersusah payah membuat sebuah jurnal perjalanan, jurnal yang menuangkan pengalaman dan pengamatan mereka selama melakukan perjalanan tersebut.Padahal jurnal atau catatan semacam itu mungkin bisa menjadi rujukan sejarahpada suatu masa nanti.

Pada masa-masa terdahulu, kita menemukan adanya orang-orang yang melakukan perjalanan (rihlah) dan mencatat berbagai hal yang dialaminya dalam sebuah jurnal.Beberapa dari jurnal perjalanan ini memberi manfaat bagi para sejarawan di masa-masa berikutnya. Karena di dalamnya mereka menemukan banyak informasi yang berguna, baik informasi yang tidak dijumpai pada sumber-sumber lainnya, maupun informasi yang mengonfirmasi ataupun mengkritisi fakta yang diberikan oleh sumber sejarah lain.

Di antara jurnal perjalanan yang cukup dikenal luas dan banyak dirujuk oleh para sejarawan Muslim abad pertengahan, bahkan hingga sekarang ini, adalah catatan perjalanan Ibnu Jubair (w. 1217). Catatan perjalanan ini dikenal dengan nama Rihlah Ibn Jubair.

Sebenarnya tempat yang dikunjungi oleh Ibn Jubair bukanlah sesuatu yang sangat unik jika dibandingkan dengan perjalanan Ibn Fadlan ke Kazan, Tatarstan, di tepian Sungai Volga (kini wilayah Rusia)sekitar dua abad sebelumnya atau perjalanan Ibn Battutah (w. 1368) hingga ke China lebih dari satu abad setelahnya.

Baca Juga

H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina
Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina
Membungkam Suara Kritis: Kriminalisasi Ulama Masyumi di Orde Lama
KH. Ahmad Dahlan dan Peran sebagai Jembatan Ukhuwah Islamiyah
R.A Kartini: Latarbelakang Kehidupan dan Alam Pikirannya

Ibn Jubair hanya melakukan perjalanan haji ke Baitullah melalui Mesir. Kemudian setelah haji ia mengunjungi Mesopotamia dan Suriah, sebelum kembali ke negerinya di Andalusia. Tapi sesuatu yang kelihatannya biasa pun bisa menjadi istimewa, tergantung bagaimana seseorang melihat dan menggambarkannya.

Pada masa itu sebenarnya ada banyak orang yang melakukan perjalanan haji atau mengunjungi tempat-tempat yang didatangi oleh Ibn Jubair.Namun catatan perjalanan yang dibuat oleh Ibn Jubair sangat bermanfaat karena ia mencatat berbagai hal yang dilihat dan didengarnya secara detail dan informatif, tanpa mengecilkan atau melebih-lebihkan. Maka catatan perjalanan itu pun menjadi sebuah sumber yang berharga hingga sekarang ini.

Ibn Jubair berasal dari kota Valencia di Andalusia. Menurut Nafis Ahmad dalam bukunya Muslim Contribution to Geography, Ibn Jubair adalah seorang penyair yang cukup masyhur di negerinya. Tetapi belakangan ia dikenal sangat luas karena jurnal perjalanannya saat melakukan ibadah haji yang kemudian ia bukukan itu.

Ibn Jubair melakukan perjalanan sejak awal tahun 1183 hingga tahun 1185 (578-581 H).Waktu yang dilaluinya itu bertepatan dengan masa pemerintahan Shalahuddin al-Ayyubi serta masa-masa menjelang perang Salib III.Hal ini membuat catatan perjalanan Ibn Jubair menjadi sangat menarik bagi para peneliti Perang Salib.

Dalam masa dua tahun perjalanannya, ia mengunjungi beberapa kota di Andalusia, mengarungi Laut Mediterrania, melintasi Mesir mulai dari Aleksandria hingga Aydzab, lalu menyeberangi Laut Merah dan menuju Makkah. Ia menetap agak lama di Makkah, karena tujuan utama perjalanannya adalah untuk melaksanakan haji di kota itu. Setelah itu ia mengunjungi Madinah, lalu meneruskan perjalanan ke Utara hingga menyeberangi sungai Eufrat, mengunjungi Baghdad, Tikrit, Mosul, dan wilayah-wilayah di sekitarnya. Selanjutnya ia masuk ke wilayah Suriah, yaitu Aleppo, Hamah, Homs, hingga ke Damaskus. Akhirnya ia meninggalkan Suriah melalui pelabuhan Acre, menyeberangi Laut Mediterrania, mampir di Sisilia, sebelum pulang ke Andalusia.

Melalui catatan perjalanan Ibn Jubair ini kita mendapatkan banyak informasi yang berharga, seperti sistem imigrasi bagi para pelancong pada masa itu yang kadang kurang adil dan kurang ramah terhadap para pelancong, walaupun sama-sama Muslim. Di Aleksandria, barang-barang para pelancong diperiksa dan dilemparkan dalam satu tumpukan sehingga sulit dicari kembali dan banyak yang hilang.

“Tak ada keraguan bahwa hal ini tersembunyi dari sang Sultan yang agung yang dikenal sebagai Shalahuddin,” tulis Ibn Jubair saat menceritakan kejadian itu. “Jika ia mendengarnya, berdasarkan apa yang telah diketahui berkenaan dengan keadilan dan kecenderungannya pada kesolehan, ia tentu akan mengakhirinya.”

Shalahuddin memang lebih banyak berada di luar Mesir selama masa kepemimpinannya, sehingga banyak hal yang terpaksa ia percayakan pada orang-orang di bawahnya. Bagaimanapun, Ibn Jubair menyatakan bahwa selain apa yang telah disebutkannya itu, tidak ada hal buruk lainnyayang terjadi di wilayahpemerintahan Shalahuddin – kalaupun ada, tidak signifikan untuk disebutkan. Sebaliknya, Ia menceritakan banyaknya keutamaan Shalahuddin serta wakaf-wakafdan dana bantuan yang disediakan olehnya untuk keperluan masjid, madrasah, rumah-rumah penginapan serta bantuan makanan bagi para pelancong (Ibnu Sabil). /bersambung ke halaman berikutnya

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
12Halaman selanjutnya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya LDII Dilaporkan FRIH ke Kejagung Senin Ini
Tulisan selanjutnya Ikatlah Ilmu dengan Menuliskannya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Berita
30 Mei 2026 10:28
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Salam al-Turjuman dan Ekspedisi Pencarian Tembok Ya’juj dan Ma’juj

14 April 2026 07:01
Sejarah

Akibat Mengabaikan Ukhuwah Islamiyah dan Bekerjasama dengan Musuh

9 April 2026 14:00
Sejarah

Cermin Sejarah: Respon Indonesia Saat Masjidil Aqsha Dinista Kesuciannya oleh Zionis Israel

6 April 2026 13:22
KajianSejarah

Dukungan Nyata Bangsa dan Tokoh Palestina untuk Kemerdekaan Indonesia

14 Maret 2026 06:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?