Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

MR Kasman Singodimejo (1904-1982): Pahlawan Nasional Aktivis Muhammadiyah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 28 November 2019 18:42 6:42 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 28 November 2019 18:42
Bagikan
MR Kasman Singodimejo
Bagikan

PADA tahun 1925, Mohammad Roem diajak Kasman dan Soeparno ke rumah Haji Agus Salim di Gang Tanah Tinggi, Jakarta.

Masing-masing dari mereka adalah pelajar dari Stovia (Kasman dan Soeparno kelas dua bagian persiapan, sementara M. Roem kelas satu). Mereka aktif dalam organisasi Jong Islamieten Bond (JIB) yang didirikan pada awal tahun itu juga oleh Samsuridjal.

Pergilah mereka dari Stovia di gang Kwini ke Tanah Tinggi (yang kalau ditempuh dengan naik sepeda sekitar 10 menit). Waktu itu mereka ke sana dengan berjalan kaki. Jalan yang diaspal hanya sampai stasiun Senen. Sisanya, jalannya becek, tanah biasa dan berlobang.

Setelah sampai di lokasi, mereka disambut dengan baik oleh Agus Salim di serambi rumahnya. Memang dalam urusan ini, the Grand Old Man itu sangat hangat dalam menyambut tamu.

Di sela-sela pembicaraan, Kasman bercerita pengalamannya pas naik sepeda ke rumah H. Agus Salim pada hari sebelumnya, “Dan kemarin saya katakan, jalan pemimpin itu bukan jalan yang mudah. Memimpin adalah jalan yang menderita.”

Baca Juga

Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah
H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina
Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina
Membungkam Suara Kritis: Kriminalisasi Ulama Masyumi di Orde Lama
KH. Ahmad Dahlan dan Peran sebagai Jembatan Ukhuwah Islamiyah

Kata-kata Kasman yang begitu berbobot itu memiliki kandungan sastra dalam bahasa Belanda.

Mohammad Roem, menyebutkan bahwa dalam bahasa Belanda ada dua kata yang berbunyi sama namun ditulis berbeda: ‘leiden’ (memimpin) dan lijden (menderita).

Kasman berkata, “Een ledersweg is een lijdensweg. Lieden is lijden.” (Yanto Bashri, Sejarah Tokoh Bangsa, 2011: 121-122)

Ucapan itu lahir setelah sebelumnya, dengan mata kepala sendiri menyaksikan kesusahan Agus Salim. Orang besar sekelas Agus Salim yang kalau mau hidup layak dan mapan sebenarnya mampu, memilih jalan yang menderita. Itulah sejatinya pemimpin. Bukan sibuk memperkaya diri, tapi menelantarkan kepentingan rakyat. Dan Kasman pun meneladaninya.

Tokoh Muhammadiyah yang beberapa hari lalu (Kamis, 8/11/2018) mendapat gelar Pahlawan Nasional ini, kontribusinya bagi negara memang cukup besar.

Sejak 1935, beliau telah aktif dalam perjuangan pergerakan nasional. Pada masa Jepang ia menjadi komandan PETA Jakarta. Dirinya merupakan tokoh yang berperan dalam mengamankan pelaksanaan upacara pembacaan proklamasi 17 Agustus 1945 serta rapat umum IKADA.

Selain itu, setelah proklamasi beliau diangkat menjadi anggota PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia). Pernah juga diangkat menjadi anggota KNIP (Komite Nasional Pusat) pada 29 Agustus 1945 dan menjadi Jaksa Agung pada 1945-1946 menggantikan Gatot Taroenamihardja. Pada kabinet Amir Syarifuddin II, beliau menjabat sebagai Menteri Muda Kehakiman (11 November 1947-29 Januari 1948).

Di masa Demokrasi Terpimpin (1963) beliau ditahan oleh rezim Orde Lama. Salah satu tuduhannya adalah merongrong kekuasaan negara dan berniat membunuh presiden (Johan, 2014: 114-118). Padahal, itu semua adalah fitnah.

Pada zaman Orde Baru kiprahnya hampir tak pernah terdengar lagi seperti sebelumnya karena aktivis Masyumi di zaman Soeharto tak memiliki keleluasaan bergerak di bidang politik. Meski begitu, beliau tetap aktif di organisasi Muhammadiyah hingga akhir hayatnya.

Semoga, kita bisa meneladani kontribusi dan sumbangsihnya bagi agama, bangsa, dan negara.

Tabik!* Mahmud Budi Setiawan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:agus salimLieden is lijdenMR Kasman SingodimejoMuhammadiyahPahlawan Nasionalpemimpinsejarah Indonesia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Salam Lintas Agama, Wasathiyah dan Intoleransi
Tulisan selanjutnya Termasuk Kesepakatan Damai, Saudi Bebaskan 200 Pemberontak Syiah al Houthi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Berita
13 Juli 2026 18:00
ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

R.A Kartini: Latarbelakang Kehidupan dan Alam Pikirannya

25 April 2026 08:37
Sejarah

Salam al-Turjuman dan Ekspedisi Pencarian Tembok Ya’juj dan Ma’juj

14 April 2026 07:01
Sejarah

Akibat Mengabaikan Ukhuwah Islamiyah dan Bekerjasama dengan Musuh

9 April 2026 14:00
Sejarah

Cermin Sejarah: Respon Indonesia Saat Masjidil Aqsha Dinista Kesuciannya oleh Zionis Israel

6 April 2026 13:22
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?