Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Syekh Surkati, Al-Irsyad dalam Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 8 September 2021 11:48 11:48 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 8 September 2021 12:15
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com | UNTUK mengungkap sejauh mana keterlibatan Al-Irsyad dalam medan perjuangan kemerdekaan Indonesia, penulis awali dari sang pendirinya terlebih dahulu, yaitu: Syekh Ahmad Soorkati (1909-1941), kemudian baru lembaganya kemudian nanti disusul dengan murid-murid beliau.

Sebelum terlebih jauh membahas tema ini, saya nukilkan terlebih dahulu, kata-kata mengharukan yang pernah disampaikan langsung oleh Syekh Ahmad Surkati kepada Prof. Dr. Rasjidi, “Aku (Syekh Surkati), merasa telah bertahun-tahun berkecimpung memimpin Al-Irsyad di Indonesia. Bahwa tiap-tiap dzarrah (atom) dari badan saya telah berganti dengan unsur-unsur Indonesia. Aku akan tetap hidup di Indonesia sampai akhir hayatku.” (Hussein Badjerei, Al-Irsyad Mengisi Sejarah Bangsa, 1996 :64).

Bagi siapa saja yang meresapi kata-kata beliau dengan penuh ketulusan dan tanpa buruk sangka, maka akan dirasakan betapa cintanya beliau pada Indonesia. Ini sekaligus menunjukkan bahwa cinta tanah air, kebangsaan atau nasionalisme beliau tak perlu diragukan lagi.

Kalau pun ada pihak yang mencoba meragukan bahkan mementahkannya, maka meminjam istilah Babe Ridwan Saidi dalam “Islam dan Nasionalisme Indonesia” (1995: 25), maka tidak mengerti konteksnya. Sebab kebangsaan yang ditentang oleh Syekh Surkati, demikian pula A. Hassan adalah kebangsaan, nasionalisme yang berdasar Attaturkisme.

Pada Mu’tamar Islam pertama yang diadakan Syarekat Islam di Cirebon 1922, di tengah-tengah muktamar, berlangsung perdebatan menarik antara Syekh Surkati yang sebagai juru bahasa Sarekat Islam, berhadapan dengan Semaun yang kala itu mewakili Sarekat Islam Merah yang berhaluan komunis.

Baca Juga

Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah
H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina
Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina
Membungkam Suara Kritis: Kriminalisasi Ulama Masyumi di Orde Lama
KH. Ahmad Dahlan dan Peran sebagai Jembatan Ukhuwah Islamiyah

Waktu itu, tema debatnya adalah “Dengan apa Indonesia ini bisa merdeka, dengan Islamismekah ataukah dengan Komunisme?” Perhatikan! Tema yang dibahas sudah mengenai kemerdekaan. Sebuah tema sangat hangat kala itu bagi para pejuang baik yang beragama Islam mapun yang lainnya.

Debat ini berlangsung dua jam, dan tidak ada titik temu, karena memang antara paham Islam dan komunis jelas bertentangan. Namun, Syekh Surkati meunjukkan kebesaran jiwanya sebagai pemimpin dengan komentar positif terkait Semaun. Katanya kepada Abdullah Badjerei, “Saya suka sekali kepada orang ini, karena keyakinannya yang kokoh dan jujur bahwa hanya dengan komunismelah tanah airnya dapat dimerdekakan!” Peristiwa ini menunjukkan bahwa sepuluh tahun setelah beliau di Indonesia (1911), sudah membincangkan isu-isu terkait kemerdekaan.

Kepedulian kepada kemerdekaan, dan menolong orang yang sedang berjuang mewujudkannya, ternyata bukan sekadar tataran wacana diskusi. Saat para pejuang diasingkan ke Digul, Syekh Surkati, sebagaimana penuturan Abdullah Badjerei, memperhatikan kebutuhan istri yang ditinggal mereka.

Untuk meralisasikan misi luhur ini,  beliau menyuruh Abdullah badjeri memberi sekarung beras  melalui pintu belakang mengetuk rumah masing-masing. Menariknya, beliau berpesan agar jangan sampai tahu kalau bantuan itu dari Syekh Surkati. Sebuah gambaran luar biasa dari seorang ulama yang tidak ingin diketahui amal kebaikannya.

Dalam perjuangan membantu mereka yang kesusahan ditinggal suaminya lantaran dibuang ke Digul, Syekh Surkati menghadapi ujian juga. Beliau sampai difitnah. Hal yang sudah biasa dialami oleh para pejuang. Untuk merealisasikan tujuan ini Syekh Surkati sangatlah serius. Beliau mengumpulkan data tentang para pejuang bangsa yang dibuang ke Digul melalui para murid dan sahabatnya.

Di antara yang memberi data kepada beliau adalah Mas Marco Kartodikromo. Seorang tokoh Sarekat Islam yang masyhur dengan pernyataannya, “Seorang Nasionalis baru bisa dianggap tulen kalau ia telah memperoleh sertifikat dari sipir bui!” Ini menunjukkan fakta penting betapa eratnya hubungan Syekh Surkati dengan tokoh-tokoh pejuang kemerdekaan kala itu.

Lebih dari itu, kisah tersebut menggambarkan betapa perjuangan Syekh Surkati ketika di Indonesia, segmennya bukan saja dakwah dan mengajar, tapi turut aktif dalam mendukung cita-cita luhur kemerdekaan baik melalui diskusi atau dengan aksi nyata. Tidak berlebihan jika Soekarno menyebut Syekh Sorkati sebagai pelopor gerakan pembaharuan Indonesia yang mempercepat lahirnya gerakan kemerdekaan bangsa Indonsia. Soekarno sendiri dikenalkan dengan Syekh Surkati melalui surat-surat dari Endeh. Di antaranya, Soekarna minta dikirimi buku tentang Sayid (Surat-Surat Islam dari Endeh, Penerbit Persatuan Islam Bangil, IV/1956: 1)

Adapun keterlibatan lembaga dalam perjuangan bisa dilihat dari keseriusan Syekh Surkati dalam mengkader murid-murid yang bukan saja memahami agama tapi juga pejuang. Dalam Majalah Kiblat No. 3 XXIII (1975), ada tajuk menarik yang berjudul “Lebih Setengah Abad Madrasah Al-Irsyad Al-Islamiyah”. Perguruan Islam Al-Irsyad didirikan Syekh Surkati pada tahun 1913. Lokasinya berpindah-pindah tempat.  Awalnya di Petamburan Jakarta, pernah juga di Lawang hingga akhirnya ke Jakarta kembali.

Dalam madrasah ini, yang diajarkan bukan saja ilmu-ilmu agama, tapi juga ilmu umum. Sesuatu yang kala itu masih dianggap tabu oleh sebagian ulama. Di dalamnya, selain pemurnian tauhid, juga diajarkan kebebasan berpikit, cinta kepada saudara, bangsa dan tanah air.

Dari tangan dingin beliau, yang dibantu oleh beberapa sadara dan ulama seperti, Syekh Muhammad Noor El Anshary, Syekh Muhammad Al-‘Akib El Anshary, Syekh Muhammad El Hasyim, Sayid Muhamamd Al-Attas dan lain-lain, lahirla kader-kader terbaik dari rahim Al-Irsyad.

Sebagai contoh, bukan bermaksud membatasi, di antara murid Syekh Surkati yang turut memainkan peran penting bagi bangsa dan negara adalah Prof. KH. Abdul Kahar Mudzakkir yang pernah menjadi anggota BPUPKI, anggota Konstituante; Yunus Anis, Kepala Pusroh Angkatan darat; Prof. Rasjdidi, yang turut serta berjuang dalam misi pengakuan kemerdekaan Indonesia di luar negeri; Kolonel Iskandar Idris mantan Kepala Pusrah Angkatan Darat; H. Moh. Salaeh Suady yang turut berjuang mendesak Soekarno-Hatta dalam memproklamirkan kemerdekaan; AR. Baswedan yang kemudian dikenal dengan perjuangannya melalui PAI; H. Said Hilabi aktif dalam perjuangan kemerdekaan dan perjuangan Islam di Pemalang dan lain sebagainya.

Banyak pula murid informal beliau yang merupakan pemuka Islam dan sahabat erat. Di antara contohnya seperti: A. Hassan, KH. Mas Mansur, H. Fachruddin, KH. Abdul Halim, M. Natsir dan lain seabagainya yang mana peran mereka dalam perjuangan kemerdekaan juga cukup penting.

Sepanjang hidupnya, melalui wadah Al-Irsyad, Syekh Surkati berjuang sungguh-sungguh. Usaha tidak mengkhianati hasil, atas izin Allah.

Baliau terus berjuang, tidak takut akan celaan manusia dan berbagai fitnah. Meminjam sajak gubahan A. R. Baswedan, sang murid:

Bukankah selalu tuan katakan,

“Jangan langkah kau patahkan,

Oleh celaan dari khalayak,

Biarpun mereka terus menyalak

Jangan kafilah hendak berhenti,

Jangankan Kau, sedangkan Nabi

Utusan Allah dinista orang.”

(Abdul Rahman Baswedan Karya dan Pengabdiannya, 1989: 164)

Rahimahumullah rahmatan’ waasi’ah.*/ Mahmud B Setiawan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Al-IrsyadkemerdekaanSyeikh Ahmad As-SurkatiSyekh Ahmad Surkati
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya keimanan hari akhir Tipisnya Keimanan di Hari Akhir
Tulisan selanjutnya asuransi ikhtiar wakaf Gandeng Baitul Wakaf, AsKy Luncurkan Asuransi Ikhtiar Wakaf

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Prosesi Pemakaman Ayatullah Ali Khamenei Dimulai 4 Juli

Berita
14 Juni 2026 08:21
Label Teroris untuk Palestine Action Dibenarkan Pengadilan Banding Inggris
AI Grok Besutan Elon Musk Dipakai dalam Serangan AS Terhadap Iran
Amerika Serikat Hentikan Pendanaan Program HIV di Afrika Selatan
Hijrah Digital adalah Upaya Memuliakan Waktu di Era Teknologi

Terbaru

  • Pengadilan Penjarakan Orang Tua dari Bocah Pelaku Penembakan di Sekolah Beograd Serbia 2023
  • Label Teroris untuk Palestine Action Dibenarkan Pengadilan Banding Inggris
  • Amerika Serikat Hentikan Pendanaan Program HIV di Afrika Selatan
  • Hujan Hitam di Moskow Usai Ukraina Bombardir Pengilangan Minyak Rusia
  • Jangan Cuma di Stadion, Pria Jepang Diminta Ikut Bantu Bersihkan Rumah
  • Tiga Kapal Tanker Saudi Melewati Selat Hormuz Setelah Iran-AS Sepakat Mengakhiri Perang
  • Semua Biaya Ditanggung Qatar Kirim 1.000 Pendukung Timnas Jelang Laga Versus Kanada
  • MUI Serukan Masyarakat Lawan Gerakan Normalisasi LGBT
  • AS-Iran Capai Kesepakatan Final, Trump dan Pezeshkian Resmikan Memorandum
  • AI Grok Besutan Elon Musk Dipakai dalam Serangan AS Terhadap Iran

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

R.A Kartini: Latarbelakang Kehidupan dan Alam Pikirannya

25 April 2026 08:37
Sejarah

Salam al-Turjuman dan Ekspedisi Pencarian Tembok Ya’juj dan Ma’juj

14 April 2026 07:01
Sejarah

Akibat Mengabaikan Ukhuwah Islamiyah dan Bekerjasama dengan Musuh

9 April 2026 14:00
Sejarah

Cermin Sejarah: Respon Indonesia Saat Masjidil Aqsha Dinista Kesuciannya oleh Zionis Israel

6 April 2026 13:22
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?