Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Jaga Stamina dan Lestarikan Nilai Tarbiyah Ramadhan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 13 Agustus 2014 21:36 9:36 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 Agustus 2014 04:31
Bagikan
Tradisi beristighfar dan berdoa untuk penghapusan dosa di Bulan Ramadhan.
Bagikan

Oleh: Sholih Hasyim

RAMADHAN dan Idul Fitri telah berlalu, semboga kita mampu menjadi pemenang dalam pertarungan melawan hawa nafsu yang dibelenggu dan syetan yang diikat pada bulan Ramadhan.

Kita telah merasakan sedih berpisah dengan bulan yang penuh rahmat, maghfirah dan pembebasan dari neraka. Banyak peluang-peluang strategis yang tidak mungkin datang berulang.

Potensi yang disimpan di dalam shoum dan qiyam Ramadhan, tidak mudah dan sederhana kita pertahankan secara konsisten pada sebelas bulan berikutnya. Sebab, kita menyadari bahwa tidak sederhana dan mudah melestarikan nilai tarbiyah Ramadhan seorang diri, sepi. Tanpa ada kebersamaan dalam demontrasi ketaatan sebagaimana yang terjadi pada bulan mulia ini.

Kita kehilangan kultur mujahadah (riyadhah), ijtihad, dan kultur tajarrud (all out), tawajjuh, tabattul, yang demikian berkesan di dalam jiwa. Pendidikan yang membuat kita untuk  tidak hidup nyaman dan aman, tetapi pendidikan yang mendorong struktur kepribadian kita untuk terus berkembang secara seimbang dan utuh. Fakta historis mengajarkan bahwa pembangunan yang hanya menonjolkan satu aspek dan meminggirkan aspek yang lain, adalah model  pembangunan yang timpang. Kita tidak ingin, pasca Ramadhan tidak memberikan kesan yang berarti.

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

Pada zaman jahiliyah klasik, ada seorang perempuan namanya Ra’ithah. Dia sehari-harinya bekerja merintis dan memimpin sebuah perusahaan kain (konveksi). Membuat, memintal, dan menenun kain. Kebetulan, semua karyawannya adalah karyawati.
Penenun  identik dengan pendidik, yang membangun aktor peradaban (muddin, muqimuddin). Awalnya, dia lalui pekerjaannya  itu dengan sabar dan keteguhan hati. Melakukan kode etik profesi dan kode etik komitmen. Dia fokus, berorientasi kualitas, bukan kuantitas.

Suatu ketika, datang kondisi  berbeda. Pada pagi harinya ia serius menenun kain bersama karyawati yang dipimpinnya, tetapi pada sore harinya kain yang sudah jadi itu diurai kembali selembar demi selembar. Demikian pula besok, lusa dan hari-hari berikutnya. Sejak itu dia tidak mendapatkan apa-apa. Dia tidak menyelesaikan pembuatan sehelai kain pun.

Dalam sastra Arab dikenal مَتَى يَبْلُغُ الْبُنْيَانُ كَمَالَهُ، اِذَا كُنْتَ تَبْنِيْهِ وَالْأَخَرُ يَهْدِمُ     “Kapankah kita membangun menuju kesempurnaannya, ketika kita rajin membangun pada satu sisi, tetapi  merusak pada aspek yang lain.”

Karena kasus inilah, maka Allah berfirman dalam Surat An Nahl (16) ayat 92.

وَلاَ تَكُونُواْ كَالَّتِي نَقَضَتْ غَزْلَهَا مِن بَعْدِ قُوَّةٍ أَنكَاثاً تَتَّخِذُونَ أَيْمَانَكُمْ دَخَلاً بَيْنَكُمْ أَن تَكُونَ أُمَّةٌ هِيَ أَرْبَى مِنْ أُمَّةٍ

“Dan janganlah kamu laksana  seorang perempuan jahiliyah klasik yang mengurai kembali tenunannya setelah menjadi kain yang sempurna.”  (QS: An Nahl (16) ayat 92).

Taujih Ilahi diatas memberikan ibrah yang sangat penting bagi kita. Bahwa ada orang yang setelah berbuat baik, kemudian ia rusak sendiri  amalnya dari dalam. Bisa saja terjadi, kita semangat/ada good will beribadah pada bulan Ramadhan.

Setelah bulan Syawal kita kehilangan stamina ruhiyah. Inilah yang kita khawatirkan. Kita tidak istiqomah, tidak mudawamah dalam beramal. Demikianlah perumpamaan orang yang membangun, kemudian dia sendiri yang merobohkannya. Orang-orang seperti itu tak ubahnya seperti perempuan yang pernah ada pada zaman jahiliyah tadi. Setelah berhasil membuat kain, ia merobek-robek kembali.  Na’udzu billah min dzalik.

Amal yang terbaik adalah yang dilakukan secara berkesinambungan sekalipun sedikit (al-Hadits).

أَحَبٌ الْأَعْمَالِ إِلَى اللهِ الَحَالٌّ الْمُرْتَحِلُ

“Sebaik-baik amal bagi Allah adalah yang begitu selesai (sampai di tujuan) segera berangkat lagi.” (HR. Tirmidzi).*

Penulis adalah kolumnis hidayatullah.com, tinggal di Kudus

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:amalRamadhan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pastur dan Suster dari 127 Negara adakan Pertemuan di Ciputra Resort Surabaya
Tulisan selanjutnya Vatikan Izinkan Amerika Gempur ISIS/ISIL Demi Kristen Iraq

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fenomena “Ustaz AI”, MUI Serukan Jihad Digital di KUII VIII

Berita
25 Juli 2026 16:00
MUI: KUII VIII Jadi Forum Dialog Umat dan Negara, Bahas Hukuman Mati Koruptor hingga Tata Kelola Tambang
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Kemendikdasmen Dorong Anak Kembali Aktif Bermain, Kurangi Ketergantungan pada Gawai
Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat

Terbaru

  • Deputi Kemenpora Buka Rakerwil Pemuda Hidayatullah DKI Jakarta: Jadilah Penggerak Bangsa Menuju Indonesia Emas
  • Arcandra Tahar: Kedaulatan Energi Ditentukan oleh SDM, Teknologi, dan Investasi
  • Rakerwil Pemuda Hidayatullah DKI Jakarta Bahas Penguatan Peran Pemuda sebagai Penggerak Bangsa
  • Zulkifli Hasan Ajak Umat Islam Perkuat Kedaulatan Pangan, Sebut Swasembada Kehormatan Bangsa
  • MUI Siapkan Fatwa ZIS untuk Pembayaran Iuran BPJS Kesehatan Pekerja Rentan
  • Fenomena “Ustaz AI”, MUI Serukan Jihad Digital di KUII VIII
  • MUI Gandeng 16 LAZ, Perkuat Sinergi Program Zakat untuk Pemberdayaan Umat
  • Pakar Hukum Tata Negara UGM Soroti Lemahnya Sistem Peradilan, MUI Didorong Keluarkan Fatwa Haram Intervensi Politik
  • MUI dan UI Teken MoU Pengembangan AI dan Data Science di KUII VIII
  • Wantim MUI Serukan Empat Agenda Strategis Umat Menuju Indonesia Emas 2045

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?