Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
None

Rancangan Konstitusi Baru Turki Demokrasi-Sekuler

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 1 Mei 2016 06:38 6:38 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 Mei 2016 06:38
Bagikan
Usulan menjauhkan konstitusi Turki dari sekulerisme ditolak parlemen
Bagikan

Hidayatullah.com—Pengaruh sekulerisme Turki dan Mustafa Kemal Ataturk nampaknya masih mengakar di Turki. Terbukti ketika pernyataan Ketua Parlemen, Islamil Kahraman melahirkan polemic sesaat setelah mengusulkan agar konstitusi baru Turki harus dibuat tidak berdasarkan referensi sekularisme.

Sebelumnya, Kahraman memicu kemarahan pada 25 April 2016 lalu, dengan menyarankan prinsip sekularisme “harus dihapus” dari konstitusi Turki. “Sebagai negara Muslim, mengapa kita harus berada dalam situasi di mana kita mundur dari agama? Kita adalah sebuah negara Muslim. Jadi kita harus memiliki konstitusi agama, “katanya dikutip Daily Sabah.

Pernyataan Kahraman yang juga dikenal pejabat Partai Pembangunan dan Keadilan [AKP] ini secara cepat dinetralisir Presiden Turki,  Recep Tayyip Erdogan dan Perdana Menteri Ahmet Davutoglu.

Di bawah kepemimpinan AKP, sikap sekuler dan demokratis negara itu “tidak untuk diperdebatkan”, seperti yang dideklarasikan oleh Davutoglu.

“Sekularisme akan menjadi ciri dari konstitusi baru yang kami rancang sebagai prinsip yang menjamin ‘kebebasan beragama dan keyakinan rakyat serta memastikan  negara berada di jarak yang sama dari semua kelompok keyakinan,” ujar Davutoglu Kamis (28/04/2016) pada pidato di televisi sebagaimana dikutip alaraby.co.uk.

Baca Juga

Cegah Anak Obesitas, Inggris Larang Makanan Manis dan Gorengan di Sekolah
Iran Hujani Israel dengan Rudal Usai Trump Klaim Kemampuannya Melemah
200 Tentara AS Terluka, Iran Nyatakan Siap Perang Panjang
Jerman Penjarakan Seorang Pria Libanon Anggota Hizbullah
Kurma Israel Beredar di Eropa dengan Label Palsu

Pada Senin, pembicara parlemen dan pejabat AKP Ismail Kahraman mengatakan bahwa Turki “harus mempunyai sebuah konstitusi agama,” memicu ketakutan dari oposisi Turki bahwa pemerintah AKP berusaha untuk membawa agama kembali ke dalam politik di sebuah negara yang secara sumpah telah sekuler selama 80 tahun.

Sistem sekuler telah menjadi prinsip utama sejak dasar dari republik Turki diusulkan oleh presiden republik pertama Mustafa Kemal Ataturk.

Sekularisme militan Ataturk dan reformasi hukum dan politik yang dia berlakukan ke seluruh Turki mempromosikannya dimana telah lama diberlakukan oleh elit politik Turki sejak kematiannya di tahun 1938.

Pasukan militer Turki, sejak 1940an, telah secara khusus memerankan diri sebagai “penjaga” warisan sekularis Ataturk.

Upaya partai-partai Islam Turki untuk masuk ke dunia politik selama beberapa dekade selanjutnya mendapat perlawanan keras dari militer Turki, yang selalu mengintervensi dan membalik susunan dari pemerintah sipil yang berbeda, baik sayap kiri ataupun Islamist, dengan baik hingga 1990an.

Pada 1997 pemerintahan Partai Welfare dari Necmettin Erbakan, sebuah ideologis dari pendahulu AKP yang dipimpin AKP, telah dihapus dalam sebuah “kudeta halus” oleh militer karena Erbakan membuka identitas Islam.

Sejak memiliki kekuasaan pada 2002, AKP pimpinan Recep Tayyip Erdogan, telah menjunjung tinggi identitas sekuler republik Turki.

Tetapi sementara pada awal-awal tahun itu mereka mungkin takut akan respon keras dari militer Turki jika mereka melewati “garis merah,” AKP semakin mendominasi dinas rahasia dan militer pada tahun-tahun ini setelah pergantian bertahan dari jenderal-jenderal dari “penjaga lama.”

Partai-partai politik mainstream Turki yang menentang AKP telah lama mengklaim bahwa partai itu sedang mencoba untuk mengubah warisan Ataturk meskipun pejabat partai tersebut menyanggah.

Tetapi pidato Kahraman pada Senin sekali lagi menimbulkan perdebatan di negara itu.

Desakan itu memicu protes pada Selasa di kota-kota besar, di mana polisi harus menembakkan gas air mata dan peluru karet untuk membubarkan para demonstran di Ankara dan Istanbul.

Komentar Kahraman juga membuat panas partai oposisi, mendesak orang yang mengatakan itu untuk mengeluarkan pernyataan yang berisi bahwa dia telah mengekspresikan opininya sendiri, bukan opini AKP di mana dia menjadi anggotanya.

Cigdem Toker, kolumnis untuk harian oposisi Cumhuriyet, mengusulkan bahwa seruan dari pembicara parlemen merupakan “deklarasi yang bertujuan” terlepas dari upaya pemerintah untuk menjauhkan diri dari komentarnya.

“Itu merupakan sebuah ambang dari proses yang mengatur semua hak dasar dan kebebasan dari sistem pendidikan untuk mempengaruhi kehidupan dari dasar agama,” tulis dia.

Selin Sayek Boke, juru bicara untuk partai pro sekular dari oposisi utama, mengecam komentar “menantang” Kahraman, mendesaknya untuk mengundurkan diri.

“Bagi kami sekularisme merupakan sebuah garis merah dan sebuah alasan yang akan kami jaga hingga anggota CHP terakhir masih hidup,” kata dia.

Selama beberapa tahun terakhir, pemerintah AKP telah mencabut pelarangan yang telah lama berlaku atas penggunaan hijab bagi perempuan di sekolah-sekolah dan pelayanan publik sebagai bagian dari paket reformasi demoktratis.

Itu juga termasuk pembatasan penjualan alkohol dan upaya melarang penggabungan asrama wanita-pria di universitas negeri.*/Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Perdana Menteri Ahmet DavutogluRecep Tayyip ErdogansekulerismeTurki
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PBB Kutuk Pemboman Rumah Sakit Suriah di Aleppo
Tulisan selanjutnya Pembina Pos Dai: Dakwah Harus Fokus, Jangan Terus Ribut!

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaNone

Video: Pria Disabilitas di Nepal Viral Menjaga Masjid dari Serangan Kelompok Radikal

11 Februari 2026 05:26
None

“Kemunafikan Barat Terbongkar”: Celah Hukum Pernikahan Anak di AS Disorot Aktivis HAM

2 Februari 2026 19:30
None

Tolak Gabung ‘Dewan Perdamaian’, Jerman: Penyimpangan Sistem Internasional

23 Januari 2026 09:30
None

AS Kerahkan Kapal Induk ke Dekat Iran, Trump: Untuk Berjaga-Jaga

23 Januari 2026 09:08
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?