Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
None

HRW: Al Sisi Harus Prioritaskan Reformasi, Mengakhiri Pelanggaran HAM

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 12 April 2018 16:46 4:46 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 April 2018 16:46
Bagikan
Presiden Mesir Abdul Fattah al-Sisi (tengah), Menteri Pertahanan Sedki Sobhi (kiri) dan Kepala Staf Mahmoud Hegazy (kanan) mendengarkan lagu kebangsaan Mesir
Bagikan

Hidayatullah.com–Human Rights Watch juga mendesak sekutu Mesir untuk menekan Sisi – yang telah memasuki masa jabatannya yang kedua sebagai presiden – untuk mengakhiri tindakan keras pada Organisasi non-Pemerintah (NGO), menghetikan penghilangan paksa, melepaskan tahanan politik dan jurnalis serta melindungi minoritas, lapor Albawaba.

Sisi memenangkan Pemilu dengan lebih dari 97 persen suara pada minggu lalu, menurut hasil resmi yang mencatat angka partisipasi hanya 41 persen.

Otoritas Mesir berusaha meningkatkan jumlah partisipan dalam upaya untuk mensahkan Pemilu satu putaran.

Para gubernur provinsi dan pejabat lain menjanjikan insentif dan bantuan finansial, dan dalam beberapa kasus menggunakan ancaman untuk mendorong orang-orang berpartisipasi dalam Pemilu.

Baca: Rezim Al-Sisi Bunuh Delapan Anggota Ikhwanul Muslimin Mesir

Otoritas juga mengancam akan mendenda sekitar $30 siapapun yang memboikot Pemilu.

Baca Juga

Tahun Baru Hijriah, Kini Punya Makna Perubahan Orientasi Hidup dan Kepedulian Sosial
Cegah Anak Obesitas, Inggris Larang Makanan Manis dan Gorengan di Sekolah
Iran Hujani Israel dengan Rudal Usai Trump Klaim Kemampuannya Melemah
200 Tentara AS Terluka, Iran Nyatakan Siap Perang Panjang
Jerman Penjarakan Seorang Pria Libanon Anggota Hizbullah

Presiden Sisi meraih tampuk kekuasaan setelah dia menyingkirkan presiden pertama yang terpilih secara demokratis Mohamad Mursi pada 2013. Sejak itu, otoritas telah melancarkan penindasan terberat terhadap perbedaan pendapat dalam sejarah modern Mesir.

Mesir menempati peringkat 161 dari 180 negara dalam hal kebebasan pers, menurut Index Kebebasan Pers 2017 Reporters Without Borders (Wartawan Tanpa Batas).

Demonstrasi telah dilarang dan ribuan orang telah dipenjara, oleh otoritas yang membenarkan tindakan semacam itu dengan mengatakan pihaknya berupaya mengembalikan stabilitas setelah bertahun-tahun kerusuhan dan perang dengan kelompok ISIS di Semenanjung Sinai.

Serangan-serangan militan telah melonjak sejak kudeta militer 2013, dan kekerasan juga telah menyebar di daratan utama.

Baca: Pemerintah Mesir Menangkap Jenderal ‘Penantang’ Presiden Al-Sisi

Pada akhir tahun lalu, militan di Sinai utara membunuh 305 orang dalam serangan paling mematikan dalam sejarah modern Mesir, di dekat masjid dekat al-Arish.

Setelah serangan masjid itu, Sisi memerintahkan kepala staf militernya untuk memadamkan serangan semacam itu dalam tiga bulan menggunakan “kekuatan yang benar-benar brutal”.

“Dalam tiga bulan, dengan rahmat Tuhan, dan dengan bantuan dan pengorbanan anda dan orang-orang di kepolisian, Mesir akan mengembalikan stabilitas dan keamanan di Sinai,” kata Sisi.

“Kekuatan yang benar-benar brutal akan digunakan. Kekuatan yang benar-benar brutal,” katanya.* */Nashirul  Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Abdul Fattah al-Sisial SisiHRWHuman Rights WatchjurnaliskudetaMesirMohammad MursiPelanggaran HAMPemilu Mesirreformasi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Penodaan Agama, Belajar pada Mohammad Natsir
Tulisan selanjutnya AS Akui Adanya Senjata Kimia di Ghouta Timur

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya

Berita
31 Agustus 2026 22:46
Erdogan Serukan Persatuan Dunia Islam dalam Perayaan Maulid di Istanbul
Presiden Iran: Jangan Biarkan Wilayah Negara Muslim Dipakai Menyerang Sesama
‘Israel’ Persenjatai Geng Kriminal untuk Rampok dan Usir Warga Palestina di Gaza
Buka Muktamar NU ke-35, Presiden Prabowo: Jangan Sekali-Kali Lupakan Jasa Ulama

Terbaru

  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaNone

Kurma Israel Beredar di Eropa dengan Label Palsu

20 Februari 2026 07:00
BeritaNone

Video: Pria Disabilitas di Nepal Viral Menjaga Masjid dari Serangan Kelompok Radikal

11 Februari 2026 05:26
None

“Kemunafikan Barat Terbongkar”: Celah Hukum Pernikahan Anak di AS Disorot Aktivis HAM

2 Februari 2026 19:30
None

Tolak Gabung ‘Dewan Perdamaian’, Jerman: Penyimpangan Sistem Internasional

23 Januari 2026 09:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?