Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
KesehatanNone

Pekerjaan ‘Mengontrol’ Hidup Kita, Tanda ‘Workaholic’

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 5 Agustus 2024 17:24 5:24 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 5 Agustus 2024 17:35
Bagikan
Bagikan

Para workaholic sulit mengistirahatkan pikiran untuk sementara waktu. Cepat atau lambat ini bisa ‘memakan’ dirinya sendiri, termasuk kesehatannya

Hidayatullah.com—Apakah Anda salah satu orang yang disebut ‘workaholics’ yang terlalu sibuk bekerja hingga ketagihan dan terbawa pekerjaan sepanjang perjalanan pulang dan kemana saja?

Banyak dari para ‘pecandu kerja’ ini tidak menyadari bahwa mereka terjebak dalam situasi tersebut hingga dapat membuat mereka kecanduan terhadap pekerjaannya.

Jika hal ini terjadi maka akan sulit mengendalikan diri dan membuat Anda terus bekerja sepanjang waktu. Tanpa disadari, kebiasaan ini lama kelamaan bisa berdampak pada kesehatan Anda.

Menurut para ahli, gejala terlalu sibuk bekerja seringkali dikaitkan dengan pekerjaan baru dan juga pekerjaan lama. Diantaranya ada yang baru naik jabatan, berganti jabatan dan lain sebagainya.

Baca Juga

Tahun Baru Hijriah, Kini Punya Makna Perubahan Orientasi Hidup dan Kepedulian Sosial
Cegah Anak Obesitas, Inggris Larang Makanan Manis dan Gorengan di Sekolah
Iran Hujani Israel dengan Rudal Usai Trump Klaim Kemampuannya Melemah
200 Tentara AS Terluka, Iran Nyatakan Siap Perang Panjang
Jerman Penjarakan Seorang Pria Libanon Anggota Hizbullah

Mereka seringkali ingin membuktikan kinerja pekerjaannya lebih baik dari sebelumnya.

Tidak ada salahnya bekerja keras. Namun penting juga untuk membagi waktu secara seimbang antara pekerjaan, keluarga, waktu luang dan hal-hal yang penting bagi diri Anda sendiri.

Seringkali, mereka yang kecanduan pekerjaan akan menunjukkan banyak tanda atau gejala ‘workaholic’.

Di antara mereka, akan bekerja sepanjang waktu dan jarang mempunyai waktu untuk diri mereka sendiri. Kelompok ini juga akan sulit untuk menjauhi pekerjaan dan akan tetap bekerja keras.

Tak hanya itu, mereka juga akan membawa pulang pekerjaan setiap hari, termasuk akhir pekan.

Penyebab Bila Kerja

Menurut penelitian, kebanyakan orang yang tergila-gila pada pekerjaan disebabkan karena memaksakan diri. Misalnya, mereka ingin meraih kesuksesan atau status di tempat kerja dalam waktu singkat.

Selain itu, ada pula yang dikaitkan dengan faktor seperti budaya perusahaan, tekanan dari pimpinan atau atasan, orang yang mempunyai harapan besar untuk dapat meningkatkan statusnya, dan orang yang ingin mendapat perhatian dari pemberi kerja.

Menurut para ahli, salah satu tanda seseorang sudah mencapai tingkat ‘workaholic’ adalah ketika ia terus-terusan mengulangi kebiasaan bekerja tersebut hingga sulit melepaskan diri dari pekerjaan untuk sementara waktu dan kerap membawa pekerjaan ke rumah.

Menariknya, mereka yang ‘workaholic’ tidak serta merta harus berada di kantor seharian penuh. Menurut penelitian, mereka bisa bekerja kapan saja, di mana saja, termasuk saat sakit atau tidak sehat.

Dengan kata lain, mereka sulit mengistirahatkan pikiran untuk sementara waktu. Jika kebiasaan ini terus berlanjut, yang tidak disadari banyak orang adalah lama kelamaan bisa menyebabkan kesehatan menurun.

Cepat atau lambat ia bisa ‘memakan’ dirinya sendiri. Anda akan mudah sakit dan pikiran Anda akan gelisah.

Kecanduan Kerja

Berdasarkan penelitian yang dilakukan University of Bergen, ada berbagai tanda orang yang ‘workaholic’. Di antara mereka:

1. Lebih sedikit waktu bersama keluarga

Tak peduli Anda punya keluarga sendiri atau tidak, pernahkah anggota keluarga Anda mengeluh karena Anda sering sibuk bekerja dan membuat mereka merasa diabaikan.

Sebabnya, jika di rumah Anda akan melakukan pekerjaan dan akan merasa gelisah atau cemas jika pekerjaan semakin bertambah. Kemudian Anda akan menghabiskannya dan terus bekerja tanpa mempedulikan keluarga dan orang-orang di sekitar Anda.

2. Suka mengecek email

Dimanapun mereka berada, kelompok ini akan sering mengecek email. Terlebih lagi, dengan fasilitas teknologi canggih selain koneksi internet yang mudah didapat di banyak tempat, kini tugas pekerjaan juga bisa dilakukan dimana saja.

3. Tidak ada batasan waktu untuk mengerjakan tugas

Rumah juga bisa menjadi kantor Anda. Misalnya saja, jika jam kerja resminya adalah pukul 09.00 hingga 18.00, maka ada sebagian orang yang suka datang lebih awal dan pulang larut malam.

Atau jika bekerja dari rumah, ada juga yang tidak mau berhenti bekerja setelah pukul 18.00 dan akan terus berlanjut hingga malam hari.

4. Jarang mengambil hari libur

Karyawan yang mengatur waktunya dengan bijak akan merasa senang dan menantikan hari libur atau cuti tahunan, namun tidak bagi mereka yang workaholic.

Seringkali kelompok ini akan selalu memikirkan pekerjaan yang menumpuk dan akan merasa resah, segala sesuatunya serba salah, khawatir jika pekerjaannya terganggu ketika sedang berlibur.

5. Abaikan diri Anda dan kesehatan  

Anda merasa sulit untuk menyisihkan waktu berkualitas bersama keluarga, termasuk diri Anda sendiri, dan akan menangis memindai untuk melakukan pekerjaan itu.

Dalam arti tertentu, Anda tidak tahu cara beristirahat. Ada juga yang akan terus berkarya dengan tujuan menunjukkan kemampuannya meski merasa stres dan tertekan.

Efek Negatif

Ada berbagai dampak negatif yang akan berdampak pada kesehatan Anda. Penelitian tersebut juga menemukan bahwa gejala terlalu sibuk bekerja juga dapat menyebabkan kondisi fisik dan psikis yang tidak sehat selain mempengaruhi emosi seseorang.

Banyak yang masih teringat akan pekerjaan saat berkendara pulang, mandi dan makan. Sederhananya, pikiran mereka tidak bisa berhenti memikirkan pekerjaan kantor.

Lebih parahnya lagi jika mengganggu waktu istirahat hingga sulit tidur atau insomnia.

Selain itu, hal ini juga dapat berdampak pada bagian belakang tubuh Anda. Hal ini bisa terjadi akibat terlalu lama duduk di depan komputer hingga menimbulkan nyeri tulang belakang yang lama kelamaan dapat mempengaruhi postur tubuh.

Hal lainnya, para workaholic yang suka begadang juga sering mengonsumsi minuman berkafein seperti kopi secara berlebihan. Akibatnya juga dapat berdampak pada kesehatan seperti penyakit kardiovaskular dan tekanan darah tinggi.

Seringkali mereka yang workaholic juga sering menganggap dirinya bekerja keras karena terlalu tertarik dengan pekerjaan.

Namun, banyak juga orang yang mengabaikan akibat atau faktor internal dan eksternal yang menyebabkan mereka harus bekerja keras setiap hari.

Lebih menyedihkan lagi jika mereka sendiri tidak menyadari bahwa tugas yang mereka emban berdampak buruk bagi kesehatan mereka.

Jika Anda masih muda, Anda masih bisa menghadapi stres, namun jika kebiasaan bekerja tanpa henti ini terus berlanjut, pasti dapat berdampak pada diri sendiri dan kesehatan Anda berapa pun usianya.

Terlepas dari jabatan yang dipegang atau tugas yang diemban, pastikan untuk menyeimbangkan secara bijak antara waktu istirahat dan bekerja di kantor.

Hargai dan cintai kesehatanmu sejak muda. Penting untuk menyeimbangkan waktu antara pekerjaan, keluarga, waktu luang dan juga pastikan untuk meluangkan waktu untuk diri sendiri.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:banyak kerjagila kerjaHeadlineKesehatanPilihan RedaksiWorkaholic
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hindari Pelecehan, Ulama Aceh Usulkan Lembaga Pengawasan di Pesantren
Tulisan selanjutnya Saksi Mata Dengar Suara Sebelum Ledakan Terjadi di Kamar Ismail Haniyah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Izinkan Pasukan Internasional Masuk Gaza, Akankah Penderitaan Warga Palestina Berkurang?

Berita
27 Juli 2026 15:11
Jusuf Kalla Indonesia Harus Ambil Peran Lebih Besar dalam Perdamaian Timur Tengah
Hanifuddin Chaniago: Program Kerja Harus Menjadi Gerakan Nyata Pemuda Hidayatullah
Bakar Dua Masjid, Gerombolan Pemukim Ilegal Yahudi Picu Kerusuhan di Tepi Barat
MUI Siapkan RUU Pencegahan dan Penanggulangan LGBTQ, Akan Dibahas di KUII VIII 2026

Terbaru

  • MES Sebut Pertumbuhan Ekonomi Belum Berbanding Lurus dengan Kesejahteraan Masyarakat
  • Menag: Hasil KUII VIII Akan Jadi Program Kerja Kementerian Agama
  • Trump Abaikan Keberatan Netanyahu soal Rencana Penjualan F-35 ke Turki
  • KUII VIII Hasilkan 12 Rekomendasi Strategis untuk Umat, Bangsa, dan Negara
  • Hamid Fahmy Zarkasyi: Krisis Peradaban Berawal dari Hilangnya Adab dalam Pendidikan
  • Prof Masykuri Abdillah: Rekomendasi KUII VIII Harus Dikawal hingga Menjadi Kebijakan Publik
  • Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi: Sekolah Tahfidz Harus Melahirkan Manusia Beradab
  • Komite Teknokrat Palestina Mengaku Siap Mengelola Gaza usai ‘Israel’ Mundur
  • Keluarga Adalah Sekolah Pertama Pembentuk Peradaban
  • Mendikdasmen: KUII VIII Momentum Perkuat Persatuan Umat dan Dukung Pembangunan Nasional

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaNone

Kurma Israel Beredar di Eropa dengan Label Palsu

20 Februari 2026 07:00
BeritaNone

Video: Pria Disabilitas di Nepal Viral Menjaga Masjid dari Serangan Kelompok Radikal

11 Februari 2026 05:26
None

“Kemunafikan Barat Terbongkar”: Celah Hukum Pernikahan Anak di AS Disorot Aktivis HAM

2 Februari 2026 19:30
None

Tolak Gabung ‘Dewan Perdamaian’, Jerman: Penyimpangan Sistem Internasional

23 Januari 2026 09:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?