Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mutiara Ramadhan

Puasa Menjadi Tameng Saat Kiamat (1)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 24 Juni 2015 14:31 2:31 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 Juni 2015 14:31
Bagikan
Ilustrasi.
Bagikan

PARA sahabat adalah orang yang paling banyak berpuasa. Dalam peperangan, seorang Muslim dibolehkan tidak berpuasa sebab ia sedang bertarung dan menghujamkan pedangnya. Dia sejatinya malah harus memperkuat tubuh untuk berperang. Namun ada juga sahabat yang berpuasa. Di antaranya adalah `Abdullah bin Rawahah, seorang penyair, pahlawan muda yang gagah berani, yang mempersembahkan dirinya sebagai kurban.

Allah ‘Azza wa Jalla menerima kurbannya dengan baik, sebagaimana Dia menerima sedekah orang-orang yang suka bersedekah. Dalam Perang Mu’tah `Abdullah bin Rawahah berpuasa, padahal dia mendapatkan giliran sebagai panglima pasukan. Giliran ketiga setelah Zaid bin Haritsah dan Ja`far ra.

Dalam perang tersebut, Rasulullah Shalallaahu ‘Alahi Wasallam mengirimkan pasukan 3000 orang. Sementara menurut sejarawan, pasukan musuh berjumlah 180.000 orang. Kedua pasukan kemudian bertemu. Para sahabat melihat bentangan pasukan yang maha besar di hadapannya. Sebanyak 180.000 serdadu mengalir laksana air bah. Sebagian yang satu membonceng sebagian yang lain. Setiap batalion terdiri dari 1000 orang serdadu. Masing-masing batalion tersebut ingin menguasai jazirah Arab, merobohkan Islam, dan menghentikan dakwah Nabi Muhammad Shalallaahu ‘Alahi Wasallam.

‘Abdullah bin Rawahah, mujahid sejati yang gemar berpuasa berkata, “Saudara-saudara sekalian, kita keluar menuju dua kebaikan; kematian di jalan Allah atau kemenangan dan ketinggian Islam. Demi Zat Yang jiwa ‘Abdullah bin Rawahah ada dalam genggaman-Nya, aku tidak akan kembali dari medan perang ini, hingga aku mati atau Islam mendapatkan kemenangan!”

Sejurus kemudian, dia menghunus pedangnya. Zaid maju ke depan dan terbunuh, disusul oleh Ja`far yang juga mengalami nasib sama. Maka kemudian datanglah giliran `Abdullah bin Rawahah untuk memegang panji-panji La ilaha illallah. Saat itu, matahari bersinar kekuning-kuningan pertanda akan tenggelam. `Abdullah bin Rawahah tetap berpuasa. Dengan tegap, dia kelihatan perkasa di atas punggung kudanya.

Baca Juga

Makna Shalawat Allah dan Malaikat untuk Orang yang Menjalankan Sunnah Sahur
Kisah Jenaka Bulan Puasa 10: Imam Tarawih Mati Kutu
Kisah Jenaka Bulan Puasa 9: Ngabuburit Akhir Zaman
Kisah Jenaka Bulan Puasa 7: Badui Pamer Puasa
Kisah Jenaka Bulan Puasa 6: Ketika Badui Diajak Membatalkan Puasa

“‘Abdullah…!”

“Ja’far telah terbunuh, sekarang giliranmu.”

“Beri aku makanan yang bisa menguatkanku, sebab aku berpuasa,” pinta `Abdullah. Para sahabat memberinya sekerat daging. Ia mengambil dan memakannya. Akan tetapi, daging itu tidak terasa sama sekali demi melihat para sahabat dibanting dan kepala-kepala mereka diinjak-injak kaki kuda.

Dia melihat tubuh Ja`far, paman Rasulullah Shalallaahu ‘Alahi Wasallam dipotong-potong dan dimakan di hadapannya! Nasib yang sama juga berlaku bagi jasad Zaid bin Haritsah. Sambil menghunus pedang, ‘Abdullah bin Rawahah berteriak keras, “Wahai manusia, apakah kau memotong-motong tubuhnya untuk menghina atau membencinya?!”

Dia segera menghambur ke depan menerjang semua musuh yang berada di atas kuda. ‘Abdullah pun tenggelam dalam peperangan dan terbunuh saat matahari hampir terbenam. Saat itu, Rasulullah mengamati jalannya peperangan dari Madinah. Allah Subhanahu wa Ta’ala membukakan tabir peperangan yang terjadi di Oman ke hadapan Rasulullah Shalallaahu ‘Alahi Wasallam, sehingga beliau dapat melihat peperangan dan kekuatan pasukan Islam.

Beliau mengumpulkan kaum Muslimin Madinah dan menangis di atas mimbar sambil berkata, “Tiga keluargaku telah mendahuluiku. Aku lihat semuanya telah masuk surga, mudah-mudahan Allah meridai mereka, karena aku pun meridai mereka.” (HR at-Thabrani).

Abu Darda’ berkata, “Pada suatu hari yang sangat panas, kami sedang berada dalam perjalanan bersama Rasulullah Shalallaahu ‘Alahi Wasallam. Karena udara demikian panas, di antara kami ada yang melindungi kepala dengan telapak tangannya. Di antara kami tidak ada yang berpuasa kecuali Rasulullah Shalallaahu ‘Alahi Wasallam dan `Abdullah bin Rawahah.” (HR Muslim).

Ketika anak-anak Abu Musa al-Asy`ari meminta wasiat, ia berkata, “Hendaknya kalian berpuasa pada saat matahari bersinar terik, dan saat berperang, maka Allah akan menjaga kalian dari panasnya Hari Kiamat.”*

Dari buku Bertaubatlah Agar Menang Dunia Akhirat karya Dr. Aidh bin ‘Abdullah al-Qarni.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Bulan RamadhanKiamatPuasaRamadhan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Innalillah… Pembimbing Hidayatullah Ustadz Abdul Karim Berpulang
Tulisan selanjutnya Puasa Menjadi Tameng Saat Kiamat (2)

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Berita
30 Mei 2026 13:38
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Mutiara RamadhanRamadhan

Kisah Jenaka Bulan Puasa 4 : Ghundar dan “Bonus” Puasa Lupa

12 Maret 2026 11:00
Mutiara RamadhanRamadhan

Memantaskan Diri Meraih Lailatul Qadar

11 Maret 2026 16:00
KajianMutiara RamadhanRamadhan

Keutamaan Puasa Ramadhan menurut Al-Ghazali

11 April 2022 17:30
KajianMutiara RamadhanRamadhan

Inilah Syarat dan Rukun Puasa Ramadhan yang Perlu Diketahui

3 April 2022 13:20
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?