Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mutiara Ramadhan

‘Melayat’ di Hari Raya

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 13 Juli 2015 13:22 1:22 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 Juli 2015 13:21
Bagikan
Kita pantas menangis karena Ramadhan sebentar lagi meninggalkan kita
Bagikan

MELAYAT adalah aktifitas seseorang atau beberapa orang secara sendirian/bersama-sama menjenguk untuk menghibur atau menyampaikan ungkapan turut berbelasungkawa dan berempati kepada seseorang/beberapa orang yang tengah ditimpa kesedihan/kesusahan/musibah.

Kata ‘melayat’ pada judul, bukan semata bermakna seperti kalimat pertama diatas, akan tetapi merujuk pada ungkapan cerdas  (serasa melembutkan hati di saat sebentar lagi bulan yang sangat mulia ini akan ‘pergi’),  yang disampaikan oleh para shahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam dan ulama-ulama setelahnya. Salah satu dari mereka adalah ungkapan yang dilontarkan oleh Sayyidina Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu.

Diriwayatkan, bahwa suatu hari di akhir-akhir bulan Ramadhan, Sayyidina Ali bergumam, “Aduhai, andai aku tahu siapakah gerangan yang diterima amalannya agar aku dapat memberi ucapan selamat kepadanya, dan siapakah gerangan yang ditolak amalannya agar aku dapat ‘melayatnya’.”

Subhanallah, sekilas membaca sungguh indah sekali tutur katanya dan barangkali diluar dugaan kita, bahwa sebegitu rendah hatinya seorang Sayyidina Ali ra benar-benar ingin tahu (andai Beliau bisa tahu) dan ingin sekali mengucapkan selamat pada siapapun yang amalannya sukses diterima Allah Subhanahu Wata’ala selama bulan Ramadhan. Karena alasannya sangat jelas, segala ibadah wajib dan sunnah (seperti puasa, shalat fardlu, shalat sunnah, tadarrus al Qur’an, zakat, sedekah, dll.) yang dilakukan oleh seorang Muslim/Muslimah di bulan mulia ini maka akan diganjar dengan balasan yang berlipat ganda oleh Allah Subhanahu Wata’ala tanpa batas, ditambah lagi segala dosanya yang telah lalu akan diampuni dan seketika keluar dari bulan Ramadhan, ia akan kembali fitrah (suci) laksana bayi yang baru lahir.

Maka, sungguh tak heran dan pantaslah bila seorang Sayyidina Ali, shahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam sekaligus menantu Beliau  ingin sekali memberi ucapan selamat atas kesuksesan luar biasa ini.

Baca Juga

Makna Shalawat Allah dan Malaikat untuk Orang yang Menjalankan Sunnah Sahur
Kisah Jenaka Bulan Puasa 10: Imam Tarawih Mati Kutu
Kisah Jenaka Bulan Puasa 9: Ngabuburit Akhir Zaman
Kisah Jenaka Bulan Puasa 7: Badui Pamer Puasa
Kisah Jenaka Bulan Puasa 6: Ketika Badui Diajak Membatalkan Puasa

Apa yang diucapkan oleh Sayyidina Ali radhiallahu ‘anhu ini senada dengan apa yang dikatakan Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu.

Beliau berkata,“Siapakah gerangan di antara kita yang diterima amalannya untuk kita beri ucapan selamat, dan siapakah gerangan di antara kita yang ditolak amalannya untuk kita ‘layati’. Wahai orang yang diterima amalannya, berbahagialah engkau. Dan wahai orang yang ditolak amalannya, semoga Allah menambal musibahmu.”

Subhanallah, tidak nampak sedikitpun dari manusia mulia sekaliber Sayyidina Ali radhiallahu ‘anhu dan Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu mengklaim dirinya sendiri sebagai hamba yang tepat untuk diberi ucapan selamat oleh para shahabat yang lain.

Namun, beliau sendiri bertanya-tanya siapakah gerangan orang yang paling berbahagia diantara para shahabat dan kaum Muslimin saat itu.

Barangkali, maksud dan tujuan Beliau-beliau ingin mengucapkan selamat adalah begitu rindunya ingin juga merasakan nikmatnya kebahagiaan luar biasa yang secara langsung diberikan Allah  itu.

Akan tetapi, pernyataan sebaliknya, bila memang ada seorang Muslim/Muslimah yang tidak layak dan tidak pantas menerima ucapan selamat, maka tak lain dan tak bukan dia termasuk orang-orang yang mendapat musibah itu sendiri.

Musibah yang diterima jelas bermakna bahwa Allah Subhanahu Wata’ala tidak menerima amal ibadahnya bulan Ramadhan yang dilaluinya.

Bisa jadi itu semua karena puasa yang dijalani mungkin tidak sepenuhnya didasari iman kepada Allah Subhanahu Wata’ala dan kesabaran, akan tetapi dikarenakan keterpaksaan atau bahkan terkadang puasanya sering batal tanpa alasan syar’i. Bisa juga dikarenakan shalat wajib dan sunnahnya sangat sering tidak tepat waktu atau bahkan tidak shalat lima waktu.

Mungkin juga karena bersedekah atau berzakat tidak sepenuhnya ikhlas karena Allah Subhanahu Wata’ala, akan tetapi tercampur dengan keinginan untuk dipuji/dipublikasikan/tebar pesona sekedar ingin mendapatkan simpati konstituen/masyarakat pemilihnya, dan lain-lain. Hingga akhirnya bulan yang penuh berkah ini justru menjadi ‘kendaraan’ yang sangat nyaman untuk meraih target kepentingan politis, ekonomis, popularitas dan duniawi semata.

Maka, sedikit contoh tidak baik yang penulis sebutkan itu pastilah menjerumuskan kita sendiri menjadi orang yang tepat untuk ‘dilayat’. Naudzubillahi min dzalik.

Oleh karenanya, di momen detik-detik akhir bulan Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri tahun ini, mari kita lihat prestasi ibadah diri sendiri sembari bertanya dalam hati bahwa layak dan pantaskah ucapan selamat itu kita terima atau malah orang lain yang sebenarnya kita harapkan untuk ‘melayat’ kita?

Ada baiknya pesan Al-Hafidz Ibnu Rajab al-Hanbali berikut ini benar-benar kita camkan mulai sekarang bahwa, “Para ulama salaf, berdoa kepada Allah selama enam bulan agar mereka disampaikan kepada bulan Ramadhan, kemudian mereka berdoa lagi selama enam bulan agar Allah mau menerima amalan ibadah mereka tersebut (selama di bulan Ramadhan).” */Eka Sugeng Ariadi

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:amalanAwal Ramadhan 1436hari rayaIdul fitrimelayatPuasaRamadhan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Akankan Syawal Menjadi Bulan Kekalahan?
Tulisan selanjutnya Lebaran: Antara Tradisi dan Spirit Revolusi Jiwa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Berita
4 Juni 2026 11:00
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Mutiara RamadhanRamadhan

Kisah Jenaka Bulan Puasa 4 : Ghundar dan “Bonus” Puasa Lupa

12 Maret 2026 11:00
Mutiara RamadhanRamadhan

Memantaskan Diri Meraih Lailatul Qadar

11 Maret 2026 16:00
KajianMutiara RamadhanRamadhan

Keutamaan Puasa Ramadhan menurut Al-Ghazali

11 April 2022 17:30
KajianMutiara RamadhanRamadhan

Inilah Syarat dan Rukun Puasa Ramadhan yang Perlu Diketahui

3 April 2022 13:20
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?