Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mutiara Ramadhan

Jadikan Ramadhan Sebagai Bulan Kemenangan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 15 Juni 2016 17:01 5:01 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 Juni 2016 16:20
Bagikan
Bagikan

Oleh: Ali Akbar bin Agil

 

DALAM salah satu peristiwa sejarah yang sangat monumental adalah sejarah terjadinya perang Badar. Peristiwa tersebut terjadi persis di bulan suci Ramadhan. Perang Badar kerap disebut sebagai Yaumul Furqan, “hari pemisah kebenaran dan kebatilan; keimanan dan kekufuran.”

Kala itu, jumlah pasukan Islam yang tidak seimbang bukan menjadi batu penghalang meraih kemenangan gemilang. Jika ditilik lebih jauh, raihan kemenangan yang terjadi pada tanggal 17 Ramadhan tahun 2 Hijriah ini tidak hanya bertumpu pada kemampuan fisik dan persenjatan belaka.

Pihak musuh jauh lebih kuat, digdaya, dan jumlah pasukannnya lebih banyak dengan disuplai persenjataan yang jauh lebih canggih. Namun, ada satu hal yang perlu kita sadari, di dada mereka ada iman. Iman yang bersih dari pamrih dan penghargaan, tidak mengharap selain ridha Ilahi.

Baca Juga

Makna Shalawat Allah dan Malaikat untuk Orang yang Menjalankan Sunnah Sahur
Kisah Jenaka Bulan Puasa 10: Imam Tarawih Mati Kutu
Kisah Jenaka Bulan Puasa 9: Ngabuburit Akhir Zaman
Kisah Jenaka Bulan Puasa 7: Badui Pamer Puasa
Kisah Jenaka Bulan Puasa 6: Ketika Badui Diajak Membatalkan Puasa

Sinergi antara iman dan keikhlasan hati yang bersih dari maksiat turut memberi andil besar bahwa “Kam min Fi-atin Qalîlatin Ghalabat fi-atan katsîrah bi idznillâh. (Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah).”

Pasukan tempur yang dipimpin langsung oleh Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam hanya diperkuat 300 orang sementara pihak tentara kafir 1000 orang. Tidak seimbang. Rasul dan para sahabatnya berjibaku dengan tidak mengandalkan kekuatan jasmani sebagai satu-satunya pegangan, namun rasa kebatinan mereka yang bangga dengan Islam dan imanlah yang akhirnya membawa mereka pada kemenangan. Sekali lagi dengan izin Allah.

Sejarah menceritakan kisah yang berbeda untuk kita. Syahdan, saat Kaisar Byzantium, Heraklius merasa penasaran dengan kekalahan bertubi-tubi yang dialami oleh pasukannya, segera ia memanggil panglima perangnya. Ia bertanya, “Lebih banyak mana, pasukan kita dengan pasukan Islam?”

“Di setiap negeri, pasukan kita jauh lebih banyak berlipat-lipat ganda ketimbang mereka, Tuan.”

“Lantas, kenapa kita selalu mengalami kekalahan di tiap perang dengan mereka? Apa sebabnya?”

Belum sempat sang panglima menjawab, seorang kakek tua datang menengahi dialog seraya berucap, “Mereka berhasil meraih kemenangan sebab mereka bangun beribadah di waktu malam, puasa di siang hari, mereka menepati janji yang telah dibuat, memerintahkan kebaikan dan melarang kemunkaran, serta saling melayani sesamanya. Sebaliknya kita minum minuman keras, berzina, memakan yang haram, melanggar janji, merampok, menzalimi, menyuruh berbuat jahat dan membuat kerusakan di muka bumi.”

Pernyataan tanpa tedeng aling-aling dari seorang kakek tersebut, perlu direnungi oleh kita semua. Mengapa justru hari ini, umat Islam di mana mereka berada, selalu terpinggirkan di berbagai bidang. Kita kalah. Kita terkadang menjadi pecundang. Adakah sikap tentara romawi di atas malah mewarnai hari-hari kita: mencuri, menzalimi, tidak menepati janji, menunggak minuman keras, berzina?

Adakah dari kita yang memotong dana BOS dengan dalih “biaya administrasi”? Memungut pungutan liar atas nama negara atau gedung sekolah? Adakah dari kita yang lebih asyik-masyuk dengan dentuman suara musik di diskotik yang memekakkan telinga dengan ditemani Narkoba? Ke manakah orang yang bersimpuh sujud itu, berpuasa di siang hari, menepati janji-janjinya, berdiri gagah dalam berdakwah dan mencegah hal yang munkar?

Ramadhan sudah selayaknya semakin memperkuat kesadaran kolektif kita akan kondisi kaum Muslim yang sangat jauh dari gambaran ideal sebagaimana kaum Muslim terdahulu yang begitu agung.

Ramadhan kali ini selayaknya juga semakin menambah keinginan dan semangat kita untuk mewujudkan umat ini sebagai sebaik-baik umat yang telah dipilih Allah untuk menjadi saksi atas seluruh manusia.

Abu Bakar Ash-Shiddiq pernah menulis surat kepada Khalid bin Walid usai berhasil menaklukkan Byzamtium, Ibu Kota Romawi Timur, “Kalian orang-orang Islam tidak akan dapat dikalahkan karena jumlah yang kecil. Tapi, kalian pasti dapat dikalahkan walapun jumlah kalian lebih banyak melebihi jumlah musuh jika kalian terlibat dalam dosa.”

Jangan angkat jari telunjuk kita pada pihak lain, menyatakan bahwa mereka Kaum Kuffar adalah biang problem selama kita masih terlibat pada kasus maksiat. Kemenangan itu hanya untuk kaum yang insyaf. Selamat datang bulan perjuangan! Selamat datang bulan kemenangan!*

Pengajar di Pesantren Darut Tauhid, Kota Malang

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:KemenanganPuasaRamadhanRamadhan 1437 H
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menteri Yohana Prihatin 54 Persen Anak Perokok
Tulisan selanjutnya Ketum MUI Bandung Ajak Masyarakat Berzakat via Lembaga Tepercaya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Mutiara RamadhanRamadhan

Kisah Jenaka Bulan Puasa 4 : Ghundar dan “Bonus” Puasa Lupa

12 Maret 2026 11:00
Mutiara RamadhanRamadhan

Memantaskan Diri Meraih Lailatul Qadar

11 Maret 2026 16:00
KajianMutiara RamadhanRamadhan

Keutamaan Puasa Ramadhan menurut Al-Ghazali

11 April 2022 17:30
KajianMutiara RamadhanRamadhan

Inilah Syarat dan Rukun Puasa Ramadhan yang Perlu Diketahui

3 April 2022 13:20
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?