Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mutiara Ramadhan

Rahasia Kemenangan di Bulan Ramadhan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 25 Mei 2018 07:02 7:02 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 Mei 2018 08:00
Bagikan
Bagikan

DUA kemengan gemilang yang diraih oleh umat Islam dalam perang Badar Kubra (2 H) dan Fath Mekah (8 H), seringkali dikaitkan dengan keagungan bulan suci Ramadhan. Sebenarnya tidak salah, namun ada unsur lain yang barangkali kurang diperhatikan, yaitu: karakteristik umat yang dimenangkan Allah dalam bulan penuh berkah ini. Sebab, satu sama lain adalah satu paket yang tidak bisa dipisahkan.

Perang Badar Kubra misalnya, memang benar peristiwa ini terjadi di bulan Ramadhan yang disebut sebagai “Yaum al-Furqân” (Hari Pembeda antara yang Haq dan Bathil) sebagaimana termaktub dalam surah Al-Anfal [8] aya 41.

Namun, bila melihat pada karakteristik pejuang dari perang monumental ini –atas izin Allah- juga berperan besar dalam menorehkan kemenangan gemilang.

Melalui surah Ali Imran [3] ayat 123 sampai 128 dan Al-Anfal [8] ayat 41 sampai 45 ada beberapa poin yang membuat mereka ditolong oleh Allah. Menurut ayat tersebut, para pejuang ini memiliki: iman kuat,  ketakwaan tinggi, sabar, taat, ketenangan hati, yakin akan pertolingan Allah, tegar dalam perjuangan dan selalu mengingat Allah.

Baca: Peristiwa Sejarah di Bulan Ramadhan

Kemenangan pada Fath Makkah pun juga tidak lepas dari sifat-sifat yang dimiliki oleh pejuang hebat. Berdasarkan surah Al-Fath [48] ayat 1 sampai 29, didapati karakteristik luhur mereka, di antaranya: iman, ketenangan jiwa, menyokong dan mengagungkan Rasulullah, bertasbih, loyalitas tinggi, taat kepada Allah dan Rasul-Nya, takwa, tegas kepada orang kafir dan berkasih sayang kepada sesama mukmin serta rajin beribadah untuk memperoleh karunia dan rida Allah.

Baca Juga

Makna Shalawat Allah dan Malaikat untuk Orang yang Menjalankan Sunnah Sahur
Kisah Jenaka Bulan Puasa 10: Imam Tarawih Mati Kutu
Kisah Jenaka Bulan Puasa 9: Ngabuburit Akhir Zaman
Kisah Jenaka Bulan Puasa 7: Badui Pamer Puasa
Kisah Jenaka Bulan Puasa 6: Ketika Badui Diajak Membatalkan Puasa

Beberapa karakter yang terdapat dalam kedua perang tersebut ternyata secara subtansial hampir sama. Artinya, kemenangan yang dihadiahkan Allah di bulan Ramadhan itu bukan barang gratis. Dibutuhkan keimanan, ketakwaan, perjuangan, pengorbanan, keikhlasan niat, ketenangan jiwa dan karakteristik luhur lainnya.

Dari sini, bisa dimengerti rahasi betapa banyak peperangan yang dimenangkan oleh umat Islam di bulan Ramadhan: di samping berada dalam momen bulan yang begitu agung, kualitas mereka juga sangat tinggi sehingga patut ditolong oleh Allah Subhanahu wata’ala.

Menariknya, dari berbagai cerita sejarah gemilang kemenangan umat Islam di bulan Ramadhan, rata-rata kemenangan tidak ditentukan oleh kuantitas, namun kualitas. Laksana kisah Thalaut dan Daud yang bisa mengalahkan raksasa Jalut. Pada Al-Baqarah [2]: ayat 249 disebutkan, “Betapa banyak kelompok yang sedikit mengalahkan kelompok yang banyak atas izin Allah.”  Para sahabat di lembah Badar bisa menang dengan jumlah sedikit berdasarkan iman.

Dari sini pula, bisa dimengerti mengapa umat Islam sempat kalah dalam perang Hunain pasca membebaskan kota Mekah sebagaimana yang disinggung dalam surah At-Taubah [9] ayat 25 adalah karena mereka terlalu membanggakan kuantitas, ujub dengan jumlah banyak padahal itu sama sekali tidak berarti di sisi Allah tanpa adanya keimanan dan keikhlasan.

Baca: Ulama Nusantara dan Perang di Bulan Ramadhan [1] 

Kemenangan dalam perang-perang lain di bulan Ramadhan seperti: Buwaib, Naubah, Pembebasan Andalusia, Pembebasan di Prancis, Balath Syuhada, Amuriyah, Harim, Shafad, Anthakiyah, Ainun Jalut, Armenia Kecil, Cyprus dan lain sebagainya (baca: Min Ma’ârik al-Muslimîn fî Ramadhân, karya: Dr. Abdul Aziz [1994]) tidak bisa dilepaskan dari kualitas kepribadian para pejuang di bulan Ramadhan.

Sangat relevan sekali nasihat populer Umar bin Khattab yang ditujukan kepada para pejuang muslim sebelum berduel di medan pertempuran bahwa pertolongan Allah tidak diperoleh dari sekadar persiapan matang tapi juga karena kekuatan iman dan kemaksiatan musuh. Abu Darda Radhiyallahu ‘anhu juga pernah mengingatkan, sebagaimana termaktub dalam “Fath al-Bâri” (2001 :VI/30) : “Persiapkan amal saleh sebelum perang, sesungguhnya kalian perang dengan amal (shaleh) kalian.”

Di bulan Ramadhan ini, mungkin tidak ada perang secara fisik. Namun, musuh-musuh lain seperti setan, hawa nafsu dan lain sebagainya masih siap sedia.

Perlawanan ini hanya bisa dimenangkan oleh mereka yang tidak berhenti kepada keagungan bulan Rumadhan, tapi sekaligus memantaskan diri dengan karakter-karakter luhur yang dimiliki oleh orang-orang yang dimenangkan Allah pada Badar, Fath Makkah dan lain sebagainya.*/Mahmud Budi Setiawan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Bulan RamadhanFatkhul Makkahhawa nafsuKemenanganmakanminumperangPerang Badarrahasia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Israel Dorong AS Akui Daratan Tinggi Golan sebagai Wilayahnya
Tulisan selanjutnya BWI-UI Gelar ‘Wakaf Goes to Campus’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Berita
15 Juli 2026 21:25
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Mutiara RamadhanRamadhan

Kisah Jenaka Bulan Puasa 4 : Ghundar dan “Bonus” Puasa Lupa

12 Maret 2026 11:00
Mutiara RamadhanRamadhan

Memantaskan Diri Meraih Lailatul Qadar

11 Maret 2026 16:00
KajianMutiara RamadhanRamadhan

Keutamaan Puasa Ramadhan menurut Al-Ghazali

11 April 2022 17:30
KajianMutiara RamadhanRamadhan

Inilah Syarat dan Rukun Puasa Ramadhan yang Perlu Diketahui

3 April 2022 13:20
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?