Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Surat Pembaca

Rok Mini Dibela, Kalau Korupsi Pakai Cadar

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 30 September 2011 09:29 9:29 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 30 September 2011 09:29
Bagikan
Bagikan

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ

MELIHAT Indonesia yang cantik ini, saya teringat dengan film garapan aktor yang juga sutradara kawakan, Deddy Mizwar berjudul “Alangkah Lucunya Negeri Ini”.

Potret Indonesia, sebagaimana film komedi itu yang berhasil lolos dalam seleksi awal di kategori Film Berbahasa Asing Terbaik dalam ajang Academy Awards 2011 lalu.

“Alangkah Lucunya Negeri Ini” merupakan film drama komedi satire tentang negeri bernama Indonesia.

Deddy yang dikenal berhasil menggarap film-film bernuansa religitu itu berusaha mengangkat kisah-kisah yang mewarnai kehidupan negerinya dengan apa adanya. Rasanya pas banget dengan gambaran negeri ini saat ini.

Baca Juga

22 Tahun Wahdah Eksis jadi Ormas
Harga Telur Melambung Tinggi, Bagaimana Islam Mengatasi?
Lemahnya Agama, Penyebab Munculnya Pergaulan Bebas
Uang Kripto sebagai ‘People Money’
Hari HAM Sedunia, Muslim Thailand Selatan Masih dalam Tekanan dan Diskriminasi

Betapa tidak, ketika Negara tak menemukan solusi ampuh melawan korupsi, KKN dan berbagai tindak kejahatan –termasuk kejahatan perbankan– yang tak pernah ada habis-habisnya, namun secara munafik, semua menolak pendekatan syariah sebagai solusi menyelesaikan masalah.

Perilaku munafik dan tebang pilih (mau enak sendiri), sebenarnya mudah dilihat dan dirasakan. Yang pertama adalah ketika semua orang menolak konsep syariah, tapi berbagai kalangan menerima syariah masuk dunia perbankan. Perbankan syariah diterima, karena sudah jelas, konsep-konsep perbankan berlandaskan Islam ini pasti akan menguntungkan siapa saja. Tak peduli orang China, orang Hindu bahkan orang tak beragama sekalipun.

Andai syetan dan jin boleh menjadi pengguna jasa perbankan, mereka pun mungkin akan juga ikut menjadi nasabah Bank Islam. Sebab, pasti tanpa riba dan uangnya tak akan digondol mafia seperti kasus-kasus besar di dunia perbankan.

Perilaku lucu kedua, adalah ketika para pembenci-pembenci syariah itu membela mati-matian rok mini, hanya setelah seorang Gubernur DKI, Fauzi Bowo menyarankan para perempuan berpakaian sopan dan tak menggunakan rok mini.

Dengan bantuan media, nasehat yang sebenarnya baik untuk kalangan perempuan ini kemudian dipelintir seolah-olah sang Gubernur “menyalahkan” pengguna rok mini nya.yang menyalahkan penggunaan rok mini-nya. Sungguh aneh, negeriku ini!

Lebih aneh lagi, ketika wanita diminta lebih sopan agar hargadiri dan kehormatannya lebih terjaga, mereka justru menyalahkan agama dan otak orang.

“My rok is my right” dan “Don’t tell us how to dress. Tell them not to rape”.
“Jangan salahkan rok mini kami. Salahkan otaknya,” begitu kata mereka.

Lho, lha kok enak? Mereka mengaku punya hak, sementara kami dan semua masyarakat diangggap patung?

Saya menyarankan, jika kita (pembaca media ini) menemukan kasus-kasus kekerdilan berfikir para aktivis perempuan seperti ini, maka Anda jangan diam. Jawablah;

“Hak mata kami juga untuk tidak melihat kevulgaran dan hak kami menjaga anak-anak kami dari kerusakan.”

“Wahai aktivis perempuan yang bangga membela rok mini, Anda punya hak telanjang di jalan (jika memang kalian tidak malu untu itu), tapi mata kami juga punya hak untuk tak melihat Anda. Maka, jauhkanlah kalian dari pemandangan kami!”

Lucunya, ketika kaum perempuan terlibat kasus-kasus besar (misalnya korupsi, red) yang sedang melilitnya. Secara tiba-tiba alias “mendadak-dangdut”, mereka ramai-ramai menutup aurat –bahkan langsung bercadar—hanya untuk menutupi wajahnya dari jepretan kamera.

Kasus ini bisa dilihat dari perilaku orang-orang yang terjerat kasus korupsi seperti Yulianis, Rosa dan Melinda Dee yang tiba-tiba “sangat alim”. Mereka adang yang mengenakan cadar dan jilbab menjuntai atau sekedar berkerudung ala kadarnya. Saya berkhusnudzon, mudah-mudahan, mereka menggunakan itu selamanya, bukan hanya karena malu wajahnya dilihat jutaan orang di TV atau koran.

Lebih lucu lagi, ketika para aktivis perempuan sedang berbangga kampanye hingga paham gender dan sibuk menyusun dan menjadikan feminisme/gender sebagai “mantera” dan kurikulum, lha kok di negara asalnya sendiri –di mana paham ini pertama kali lahir—kini justru sedang beramai-ramai memusuhi paham ini. Hatta, itu gereja-gereja Katolik di Prancis dan Vatikan. (“Gereja Prancis Waspadai Teori Gender, Indonesia Malah Bangga”, hidayatullah.com, Kamis, 29 September 2011)

Gereja Katolik di Prancis meminta pemerintah menghapus bab teori gender dari kurikulum pelajaran biologi sekolah menengah atas. Pasalnya, bab tersebut dinilai mendukung kaum gay, yang jelas-jelas dilarang dalam ajaran Katolik.

Gereja memandang kurikulum berpaham gender dinilai sangat berisiko karena dianggap bisa mencerai-beraikan keluarga serta bisa mendorong para remaja menjadi homoseksual.

“Isu ini sangat serius karena bab ini mencoba melawan kodrat dan ciptaan Tuhan. Manusia dapat menganggap diri mereka sebagai pencipta, dapat memilih seksualitas mereka sendiri, dan memilih gaya hidup berdasar pilihan personal,” kata uskup Bernard Ginoux dari Montauban.

Gereja juga memandang teori ini sebagai pergeseran paradigma yang mempertanyakan perbedaan seksual yang merupakan hal intrinsik dalam ilmu budaya, bahkan Vatikan menyebut teori ini berbahaya.

Sungguh aneh rasanya, di negeri asalnya saja ditolak, kok kita sibuk membanggakannya.

Tapi itulah kelucuan Negeriku yang tak pernah ada habis-habisnya!

Wass

Siti Chofifah
Ibu Rumah tangga, asal Jombang, Jawa Timur

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dilema Palestina di PBB
Tulisan selanjutnya Guru Ratusan Sekolah PBB di Gaza Mogok

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Surat Pembaca

Racun LGBT Makin Meluas, Jaga Ketahanan Keluarga Indonesia

28 Mei 2022 12:30
cerita
Surat Pembaca

Pentingnya Memilih Cerita Sebagai Hiburan

26 November 2021 13:37
Surat Pembaca

Tanggapan atas Pernyataan Bahwa Semua Agama itu Benar

22 September 2021 15:00
Surat Pembaca

Nasyid untuk Wahdah Islamiyah

8 September 2021 07:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?