Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Surat Pembaca

Menimbang Kembali Demokrasi dalam Kasus Mesir

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 28 Agustus 2013 06:53 6:53 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 28 Agustus 2013 06:53
Bagikan
Pemerintahan yang dipilih demokratis pun, bisa dibubarkan tentara
Bagikan

BELUM genap satu tahun pasca turunnya Husni Mubarak dari tampuk pemerintahan tahun lalu, kini Mesir kembali bergejolak.

Seperti yang banyak media katakan, kerap terjadi pembantaian di Mesir per 3 Juli lalu yang menelan korban lebih dari 3000 orang meninggal dunia dan ribuan lainnya luka-luka.

Aksi ini terjadi sebagai akibat dari penurunan Mursy dari tampuk pemerintahan karena kudeta dari militernya sendiri.

Amerika menilai bahwa peristiwa ini sangat tidak berprikemanusiaan. Pembantaian tidak hanya diarahkan pada orang yang dinilai melawan militer tetapi kepada siapapun tanpa pandang bulu.Wanita, orangtua, dan anak-anak. Bahkan merekapun tak segan untuk menghancurkan fasilitas umum.

Pembantaian aparat Mesir atas kelompok pro Mursy,  hari Rabu, 14 Agustus 2013  menunjukkan sistem demokrasi yang digaung-gaungkan sebagai solusi dari permasalahan kehidupan sekali lagi gagal dan mati.

Baca Juga

22 Tahun Wahdah Eksis jadi Ormas
Harga Telur Melambung Tinggi, Bagaimana Islam Mengatasi?
Lemahnya Agama, Penyebab Munculnya Pergaulan Bebas
Uang Kripto sebagai ‘People Money’
Hari HAM Sedunia, Muslim Thailand Selatan Masih dalam Tekanan dan Diskriminasi

Alih-alih berhasil membawa masyarakatnya pada kejayaan, demokrasi justru menjerumuskannya lebih dalam lagi ke dalam jurang kesengsaraan.

Hasil Pemilu yang dikatakan sebagai representasi kehendak rakat bisa digagalkan oleh kekuatan militer. Fakta ini sudah tejadi di mana-mana. Di Aljazair (1991), di Palestina (2006-2007) dan kini di Mesir.

Dengan kata lain, apapun keinginan pengagum demokrasi, andaikata terus dituruti, mereka toh tetap tak akan menerima kenyataan jika akhirnya Islam atau bagian dari Islam menang secara representative.

Hal ini menunjukan bahwa Islam kurang cocok disandingkan dengan demokrasi karena demokrasi bertentangan dengan Islam.

Contoh kecil, sumber hukum dalam demokrasi adalah UU yang dibuat oleh manusia sedangkan dalam Islam satu-satunya sumber hukum adalah al-Qur-an dan al-Hadits.

Jika demokrasi benar-benar konsisten dengan apa yang dijargonkannya maka seharusnya ia mampu mengabulkan keinginan sebagian besar masyarakatnya untuk mendirikan kehidupan Islam di tengah-tengah mereka. Namun, demokrasi seolah tuli dengan suara-suara ini.

Dalam sejarah kepemimpinan Islam dunia, tidak pernah sekalipun terjadi kudeta dalam sistem kepemimpinannya. Hal ini disebabkan setiap calon pemimpin dipilih berdasarkan kriteria dan kesadaran setiap lapisan masyarakatnya, sehingga akan meminimalisir terjadinya kekacauan akibat ketidakpuasan terhadap pemimpin yang berhasil terpilih.

Hanya dengan Islamlah umat manusia akan hidup dalam kedamaian dan kesejahteraan, karena Islam adalah rahmatan lil alamin (rahmat bagi setiap alam) bukan rahmatan lil muslimin (rahmat bagi setiap muslim).

Siti Julaeha                                 

Aktifis Mahasiswa

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ratusan Warga Burma Dibebaskan dari Penjara Makkah
Tulisan selanjutnya Yakin Penggunaan Senjata Kimia, Militer AS Tunggu Komando Obama

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Surat Pembaca

Racun LGBT Makin Meluas, Jaga Ketahanan Keluarga Indonesia

28 Mei 2022 12:30
cerita
Surat Pembaca

Pentingnya Memilih Cerita Sebagai Hiburan

26 November 2021 13:37
Surat Pembaca

Tanggapan atas Pernyataan Bahwa Semua Agama itu Benar

22 September 2021 15:00
Surat Pembaca

Nasyid untuk Wahdah Islamiyah

8 September 2021 07:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?