Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ragam

Aleppo, Kota Para Ulama Ahlus Sunnah yang akan jadi ‘Kota Syiah”?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 29 Desember 2016 13:10 1:10 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 29 Desember 2016 13:08
Bagikan
Begini hasil karya Rusia dan Iran menghancurkan Kota Aleppo, tempat lahirnya ulama-ulama besar Ahlus Sunnah
Bagikan

DALAM sejarah keilmuan Islam, Negeri Syam dikenal melahirkan ulama-ulama kenamaan. Tak heran para ahlis sejara mengatakan, Negeri Syam adalah negeri seribu ulama.  Salah satunya ahli hadis dari Kota Halab yang kini disebut Aleppo.

Di Kota Alepo, yang kini hancur oleh serangan rezim keji dan milisi Syiah adalah kota tua yang menyimpan puluhan kisah yang telah berdiri beberapa tahun sebelum masehi.

Di kota ini dahulu lahir ulama hadis kenamaan bernama Yusuf bin al-Zaki al-Mizzi. Atau lebih dikenal dengan al-hafidz al-Mizzi. Salah satu kitabnya, menjadi rujukan primer para sarjana hadis kontemporer.

Di antara kitaab-kitab sejarah yang menerangkan tentang profil perawi hadis, Kitab Tahdzibul Kamal fi Asma’I Rijal karya al-Hafidz al-Mizzi dianggap di antara yang paling bagus. Imam Tajuddin al-Subki memujinya sebagai seorang di antara empat imam ahli hadis yang paling bagus hafalan hadisnya.

Para ulama dan penghkaji hadis setelahnya, semuanya menjadikan Kitab Tahdzibul Kamal fi Asma’I Rijal sebagai referensi utamanya. Ia adalah guru hadis Imam Ibnu Kastir.

Baca Juga

Abu Ubaidah Peringatan Setahun Perang Gaza
Siapa Abu Ubaidah, Sosok Misterius yang Jadi Simbol Perlawanan Palestina?
Toko Buku Tertua di London Berjuang Melawan Waktu
Mengapa Umat Muslim Tidak Boleh Memiliki Bom Atom?
Di Balik Janji Kemakmuran dan “Bisnis Ayat-Ayat Suci”
Tinta Penyesalan: Ketika Tato jadi Beban Seumur Hidup

Al-Mizzi pertama kali belajar pada tahun 675 H, ia belajar hadis pertama kali pada Zainudin Abi al-Abbas Ahmad bin Abi al-Khair  Salamah bin Ibrahim al-Dimasyqi al-Haddad al-Hambali (589-678H). Lalu belajar dan mendalami hadis,  seperti Kutubbut Tis’ah, Musnad al-Imam Ahmad, al-Mu’jam al-Kabir karya al-Thabarani serta banyak kitab yang lainnya.

Al-Hafidzh Ibnu Hajar Al-Asqalani, ulama yang mensyarah Shahih Al-Bukhari, yang keluar meninggalkan Mesir dan menetap di Halab (Aleppo),dan menikahi salah satu wanitanya dan beliau takjub kepadanya, disaat Beliau meninggalkannya, hatinya dirundung kerinduan, sampai beliau menulis kitab “Jalabu Halab” Karena kerinduan Beliau kepada para penduduknya dan karena kerinduan Beliau untuk kembali tinggal bersama mereka.

Rusia Dinilai Lakukan Serangan 304 Kejahatan Perang di Aleppo, termasuk Iran

Di Halab pernah tinggal Yakut Al-Hamawi,  Imam ahli sejarah yang juga dikenal sebagai penulis kitab “Mu’jamu Al-Buldan” dan kitab “Mu’jamu Al-Udaba.” Di sana pula juga pernah tinggal Al-‘Imad Al-Ashfahani, Ibnu An-Naqib, Ash-Shafadi, Ibnu Nashiruddin, dan Abdu Al-Halim Ibnu Taimiyah.

Di Halab pula  para ulama menimba sari pati ilmu dari Syeikh Al-Alamah Muhammad Jamaluddin ibnu Abdillah Ibnu Malik al-Thay atau dikenal Ibnu Malik. Karya beliau yang sangat terkenal dan digunakan di seluruh dunia terutama di dunia pesantren di Indonesia adalah kitab Al-Fiyyah Ibnu Malik berisi pokok-pokok dan ilmu Nahwu dan Sharaf.

“Kota Syiah”

Bom, meriam, mortir dan serangan udara bertubi-tubi telah diarahkan ke Aleppo dalam perang hampir enam tahun. Hal ini menyebabkan Aleppo, kota terbesar di Suriah sebelum perang dengan lebih tiga juta penduduknya, kini hanya tinggal reruntuhan.

Terletak di persimpangan rute perdagangan kuno, Aleppo yang pernah menjadi nadi industri Suriah dengan pabrik tekstil, plastik dan farmasi serta keindahan bangunan bersejarah di Kota, kini tinggal kenangan saja.

Aleppo yang dulu indah dan tempat para ulama menimba ilmu, hari ini bagaikan ‘Kota Hantu’, seperti kota yang hancur pada saat Perang Dunia Kedua.

Sebelum dibom Rusia dan serangan tentara Bashar dan bantuan sekutunya milisi Syiah, kota itu memiliki 550.000 rumah kini hancur total,  tidak termasuk kerusakan lain seperti pabrik dan infrastruktur.

Sebuah desa di Aleppo yang telah rata dengan tanah
Sebuah desa di Aleppo yang telah rata dengan tanah

Antara 70 sampai 80 persen kerusakan itu terjadi di timur, wilayah dikuasai kelompok oposisi dan pembebasan yang diserang dengan bom-bom yang dikirim pesawat Rusia setiap hari sejak lebih dari setahun lalu.

Kota Lama Aleppo yang padat penduduk, diakui sebagai Warisan Dunia oleh UNESCO tahun 1986. Ia memiliki gereja abad ke-13 dan Masjid Agung Abad Kedelapan yang keduanya sudah rusak parah.

Lebih 150 bangunan di kota itu hancur termasuk setengah ‘pasar lama’ yang menjadi fokus wisatawan serta nadi ekonomi penduduknya.

Sebelum perang, Masjid Agung juga dikenal sebagai Masjid Umayya yang berisi makam Nabi Zakaria, menjadi keunggulan Aleppo. Menara masjid tersebut hancur akibat bedilan pada 2012.

Bagaimanapun, milisi Syiah yang dikirim Iran dan Hizbullah (Lebanon) telah memainkan peran menentukan jatuhnya Kota Aleppo. Para milisi yang dibangkitkan oleh Korps Pengawal Revolusi (IRGC), milisi Syiah dari berbagai Negara dinilai lebih efektif daripada unit militer Suriah sendiri.

Sebagaimana diketahui, jumlah kekuatan mereka telah dibangun di sekitar Aleppo timur sejak awal tahun lalu  diperkirakan mencapai 6.000-8000 tentara.

Iran Ancam Bahrain, Yaman dengan ‘Penaklukan’ seperti Aleppo

Laman thequardian.com menulis, Mayor Jenderal Qassem Suleimani yang bertugas lebih dari satu dekade ditunjuk pemimpin Syiah Ayatollah Khamenei, ‘untuk mengekspor nilai-nilai revolusi Islam (maksudnya ideologi Syiah) ke dalam dunia Arab’.

Qassem Suleimani,  menurut media itu, adalah sebuah satuan super elite di Korp Pengawal Revolusi yang memiliki Pasukan Quds, salah satu unit elit kebanyakan para penjaga, menarik kader-kader ideologis yang sangat percaya supremasi Syiah. Di bawah kendali Suleimani beberapa unit milisi Iraq, Asa’ib ahl al-Haq, Abu al-Fadhil al-Abbas dan Nujaba  berafiliasi dengan milisi Kata’ib Hizbullah. Semua kekuatan ini  memainkan peran yang sama di Beirut dan Lebanon Selatan yang terjalin dengan baik dengan aparat keamanan dan politik.

Tidak lupa, peran penting milisi Syiah Hizbullah (Lebanon) dibawah kendali Hasan Nasrullah, yang pertama dari proxy Iran untuk bergabung dengan perang bersama membantu Rezim Keji Bashar Assad, dan telah membayar harga mahal, sedikitnya 1.600 milisi mereka sudah tewas di Suriah sebelum penaklukan Kota Aleppo timur.

qassem-suleimani-mengeliling-aleppo-yang-hancur-ilus
Mayor Jenderal Qassem Suleimani (berpakaian hitam-hitam) tersenyum dan mengeliling Aleppo yang hancur setelah berhasil mengusir warga dan menghancurkan Aleppo

Sebelumnya, makan di Najaf telah diisi ribuan petempur Syiah Iraq  yang tewas sia-sia di Suriah. Kebanyakan korban adalah pengungsi Afghanistan, yang direkrut dengan janji keluarga mereka akan memperoleh hak untuk bisa tinggal  di Iran.

Seorang pejabat Iran mengatakan baru-baru ini bahwa sebanyak 1000 orang Iran telah meninggal di Suriah sejak konflik dimulai. Darah dan harta yang dikeluarkan oleh Iran telah difokuskan pada Kota Aleppo dan pinggiran Damaskus, yang diyakini  Makam Zainab, tempat ziarah bagi kaum Syiah, tulis The Guardian.

Beberapa hari setelah Aleppo jatuh, Akram al-Kaabi, pemimpin milisi Syiah Irakq dari Harakat al-Nujaba telah sesumbar bahwa Aleppo akan menjadi Kota Syiah. Hal itu dikatakannya dalam sebuah video saat mengunjungi anggotanya di Aleppo.

“Aleppo adalah Syiah, dan itulah seruang bagi orang-orang di dalamnya,” katanya seperti dikutip Zaman el-Wasl, Senin (26/09/2016).

Saat tiba di Aleppo, al-Kaabi disambut dengan pujian dan senandung Syiah oleh milisi yang mengklaim sebagai tentara Al-Mahdi. Ia mengatakan bahwa kunjungannya ke Kota Aleppo yang telah hancur untuk berpartisipasi dalam perang yang dikobarkan Rezim keji Bashar al Asaad. Tidak salah keterlibatan Iran dan Syiah campur tangan di negeri Sunni untuk kepentingan memperluas ideologi Syiah mereka.*/AB Ziad

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ahlus sunnahAleppobashar al asaadBumi SyamHalabHizbullahiranKota SyiahKota Ulama Ahlus Sunnahmilisi SYiahNegeri Syamrusiasuriahulama Sunni
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tahun 2017 Turki Akan Mulai Operasikan Drone ANKA-S
Tulisan selanjutnya Mengokohkan Antar Ahlus Sunnah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Berita
31 Mei 2026 01:20
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

buzzer muhammadiyah
Ragam

Industri Buzzer Sudah jadi Lahan Bisnis Politik di Indonesia

28 Agustus 2025 10:23
Ragam

Logika Muhammad Ali: “Mengapa Tarzan Berkulit Putih?”

23 Agustus 2025 17:22
Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis Masjidil Aqsha
Ragam

Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis

17 Agustus 2025 18:29
Ragam

“Cracka”: Remaja Peretas CIA dan Bela Palestina

11 Agustus 2025 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?