Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Uskup Agung Desmond Tutu Mengaku Ingin Dapat Opsi Euthanasia

Ama Farah
Terakhir diupdate: 8 Oktober 2016 07:47 7:47 am
Ama Farah
Dipublikasikan 8 Oktober 2016 07:46
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Uskup Agung Afrika Selatan Desmond Tutu mengungkapkan keinginannya memiliki opsi untuk mengakhiri hidupnya dengan cara euthanasia.

Tokoh Kristen Anglikan peraih Nobel Perdamaian dan pegiat anti-apartheid itu mengaku tidak ingin “memperpanjang usia dengan segala cara”. Hal itu diungkapkan dalam rangka hari ulang tahunnya ke-85 lewat tulisannya yang dimuat koran Washington Post, lapor BBC Jumat (7/10/2016).

Tahun 2014, Tutu pernah mengungkapkan secara terbuka dukungan pribadinya atas euhtanasia, cara mengakhiri hidup dengan bantuan orang lain yang biasa dilakukan oleh penderita sakit parah yang disebut juga sebagai “mercy killing”, pembunuhan berlandaskan kasih sayang. Namun, ketika itu Tutu tidak mengungkapkan bahwa dirinya juga ingin bisa memiliki pilihan untuk mati dengan cara demikian.

“Saya berharap akan diperlakukan dengan penuh kasih dan diperbolehkan melewati fase kehidupan selanjutnya dengan cara yang saya pilih sendiri,” tulis Tutu, mengindikasikan dirinya ingin punya pilihan euthanasia.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Bagi mereka yang mengalami penderitaan tak tertahankan dan berada di penghujung hidupnya, mengetahui bahwa ada pilihan terbuka baginya untuk sebuah assisted death adalah pelipur lara yang tak ternilai harganya,” imbuh Tutu.

Tidak ada aturan khusus tentang legalisasi euthanasia di Afrika Selatan.

Namun, pada April 2015, pengadilan di Afrika Selatan pernah memberikan hak untuk mati kepada seorang pasien yang menderita sakit tak tersembuhkan. Kasus itu mendorong tuntutan warga agar peraturan perundangan berkaitan dengan euthanasia di negara diperjelas.

Sementara itu, Gereja Anglikan, yang merupakan pecahan dari Gereja Katolik Roma, sangat menentang mati dengan cara dibantu orang lain.

Ini bukan pertama kalinya Desmond Tutu menyempal dari pendapat gereja tempatnya bernaung.

Sebelumnya pada 2013, Tutu dengan terang-terangan mendukung hak-hak kaum LGBT dan mengkritik keras sikap Kristen konservatif terhadap kaum pecinta sesama jenis itu.

“Saya tidak akan menyembah tuhan yang homophobia, dan begitulah kedalaman perasaan saya soal masalah ini,” kata Tutu ketika itu.

Di tahun 1990-an, saat masih menjabat uskup agung Cape Town, Tutu juga mendukung amandemen undang-undang agar aborsi dilegalkan di Afrika Selatan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sejumlah Diplomat Turki Minta Suaka di Jerman
Tulisan selanjutnya PKB: Ahok Tidak Percaya Diri Akhirnya Singgung Al-Maidah Ayat 51

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Berita
18 Juli 2026 10:12
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Terbaru

  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?