Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Jumatan Dekat Colosseum, Muslim Italia Protes Penutupan Masjid

Ama Farah
Terakhir diupdate: 22 Oktober 2016 07:07 7:07 am
Ama Farah
Dipublikasikan 22 Oktober 2016 07:06
Bagikan
Muslim Italia gelar shalat Jumat (21/10/2016) dekat Colosseum di Roma.
Bagikan

Hidayatullah.com—Ratusan Muslim menggelar shalat Jumat di dekat Colosseum di Roma guna memprotes penutupan sejumlah masjid di Italia.

Aksi itu digelar terkait pembatasan kebebasan untuk melaksanakan ajaran agama mereka di negara itu, kata pihak penyelenggara yang mengajak warga Muslim memprotes penutupan lima masjid sementara dengan alasan administrasi belum lama ini.

Jamaah menggelar shalat Jumat di lokasi terbuka yang berjarak hanya beberapa meter dari Colosseum, amfiteater kuno salah satu keajaiban dunia.

Saat berunjuk rasa sebagian orang mengusung plakat bertuliskan “Perdamaian” dan “Buka masjid-masjid.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Banyak Muslim Italia menilai pihak berwenang setempat menanggapi situasi curiga akibat serangkaian aksi teror oleh pelaku Muslim di Eropa belakangan ini dengan menutup tempat ibadah karena alasan sepele, seperti kurangnya jumlah toilet.

Protes diorganisir oleh kelompok migran asal Bangladesh, Dhuumcatu. Kelompok itu mengeluhkan penutupan sejumlah tempat ibadah dengan alasan melanggaran aturan bangunan.

Kelompok itu ingin agar pihak pemerintah kota turun tangan, lapor Aljazeera (21/10/2016).

“Kami merasa orang-orang menudingkan jarinya ke arah kami,” kata Francesco Tieri, seorang mualaf yang bertindak sebagai koordinator beberapa kelompok Muslim di Italia.

“Tidak ada kemauan politik untuk mengakui keberadaan kami di sini dan bahwa kami adalah komunitas damai. Kami dipaksa menyewa tempat untuk dijadikan tempat ibadah, yang bagi kami pentingnya sama seperti udara. Jika kami tidak melakukannya, kami akan mati,” imbuh Tieri.

Politisi Barbara Saltamartini, dari kelompok anti-imigrasi Partai Liga Utara, menyebut unjuk rasa hari Jumat itu sebagai “provokasi yang tidak dapat diterima,” yang seharusnya tidak diperbolehkan terjadi di Roma.

Polisi mengkonfirmasi adanya penutupan sejumlah tempat ibadah. Dalam sebuah pernyataan, polisi mengatakan pihak berwenang menjamin kebebasan berpikir, tetapi dalam batasan hukum.

Di Italia, Islam bukanlah agama yang diakui secara resmi oleh negara, tidak seperti Yudaisme (Yahudi) dan Mormon (Kristen). Banyak Muslim pendatang dari Afrika Utara dan Asia Selatan merasa didiskriminasi karena ras dan juga agama mereka.

Berdasarkan data resmi, terdapat lebih dari 800.000 Muslim yang tinggal di Italia secara legal, dan diperkirakan 100.000 lainnya tinggal permanen di sana tanpa dokumen resmi.

Angka itu menunjukkan komunitas Muslim mencakup 1,5 persen dari populasi Italia dan Islam adalah agama kedua di negara itu yang paling banyak pengikutnya setelah Katolik Roma.

Sebagian besar tempat shalat terdapat di rumah-rumah atau pusat-pusat kebudayaan Islam. Hal itu menurut para politisi sayap kanan membuatnya sulit dimonitor, sehingga meningkatkan resiko “radikalisasi”.

Menteri Dalam Negeri Angelino Alfano mengatakan pada bulan Agustus lalu bahwa “masjid-masjid mini di garasi” seharusnya tidak diperbolehkan.

Parti-partai beraliran sayap kanan menyeru agar diberlakukan pelarangan menyeluruh atas masjid yang didirikan dengan donasi dari luar Italia.

Di Roma terdapat masjid terbesar di dunia Barat, tetapi proposal untuk mendirikan masjid bergaya arsitektur tradisional di tempat-tempat lainnya seringkali mendapat penentangan dari pemerintah setempat.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ormas Islam Aceh Aksi Desak Aparat Tangkap Ahok dan Dukung Fatwa MUI
Tulisan selanjutnya Aksi Damai Ribuan Umat Islam Jawa Barat Desak Ahok Diadili

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro

Berita
5 Juni 2026 18:57
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?