Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Surat Pembaca

Spanduk-Spanduk itu Akhirnya Lenyap

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 1 Januari 2017 06:38 6:38 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 31 Desember 2016 08:06
Bagikan
Ilustrasi: Spanduk yang sedang bertebaran di wilayah Pekalongan - Jawa Tengah
Bagikan

DUA hari yang  lalu saya melakukan safar lumayan jauh, menuju Probolinggo. Perjalanan agak spesial,  mengingat ada hal yang cukup menarik.

Bagi saya, tahun ini merasa spesial melakukan perjalanan ke luar kota. Di antara pengalaman yang berkesan bagi saya adalah hilangnya spanduk-spanduk ucapan Perayaan Natal yang biasanya bersambung dengan Slamat Tahun Baru di banyak tempat.

Selama perjalanan saya dari Malang menuju  Probolinggo sangat sedikit saya temui spanduk-spanduk Ucapan Natal dan Tahun Baru yang dulu biasa dipasang di pinggir-pinggir jalan maupun pusat-pusat keramaian.

Awalnya saya kurang menyadari hal tersebut. Baru ketika mulai  masuk Kota Probolinggo seakan tersadar bahwa tulisan ucapan itu hampir tidak ada.  Kalaupun ada, tidak sebanyak 5 tahun belakangan ini.

Saya menemukan tulisan itu pertama kali di depan  sebuah kantor dinas milik Pemkot Probolinggo. Spanduk berikutnya terpampang di depan Koramil, ada juga di salah  satu toko di sebuah pasar.

Baca Juga

22 Tahun Wahdah Eksis jadi Ormas
Harga Telur Melambung Tinggi, Bagaimana Islam Mengatasi?
Lemahnya Agama, Penyebab Munculnya Pergaulan Bebas
Uang Kripto sebagai ‘People Money’
Hari HAM Sedunia, Muslim Thailand Selatan Masih dalam Tekanan dan Diskriminasi

Ucapan paling jelas terlihat dari bilboard besar melintang di atas jalan raya bergambar bos MNC Grup Hari Tanoe bersama istrinya. Ada juga nampak satu dua-tulisan variasi: Selamat Libur Hari Natal dan Tahun Baru.

Saking penasarannya, ketika balik ke Malang, saya perhatikan ulang rasa penasaran saya sepanjang rute Paiton sampai Malang.

Hasilnya sama, minim spanduk ucapan Natal. Bahkan di  depan minimarket dan jaringan ritel yang saat ini sedang jadi ramai diperbincangkan umat Islam juga tidak saya temukan.

Wasekjen MUI: Adanya Fatwa Terbukti Umat Islam Toleran

Boleh jadi ini bagian dari fenomena efek geliat umat Islam belakangan.

Mungkin ini adalah bagian keberhasilan fatwa MUI Nomor 56  Tahun 2016 ‘tentang Hukum Menggunakan Atribut Keagamaan non – Muslim’ yang dikeluarkan hari Rabu (14/12/2016) atau bertepatan dengan  14 Rabi’ul Awwal 1437 H.

Tentu kota bersyukur dengan fenomena seperti ini. Inilah toleransi. Inilah kondisi negara dengan mayoritas penduduknya Muslim. Ini tentu sangat berbeda  dengan tahun-tahun sebelumnya, di mana di banyak tempat dipaksakan ucapan –bahkan atribut-atribut agama lain digunakan karyawan Muslim—di toko, mall hingga pom bensin. Sangat menggangu.

Saya belum tahu, apakah fenomena ini juga terjadi di daerah lain. Seperti di Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan dan kota-kota lainnya.

Bersama Ulama

Fenomena minimya spanduk seperti ini pada tahun ini harus terus dijaga dan diperjuangkan. Ghirah umat Islam pasca Aksi Bela Islam II & III serta keluarnya fatwa MUI untuk umat Islam (bukan untuk warga non Muslim) harus menjadi acuan umat Islam dan umat agama lain yang memiliki karyawan dan pegawai Muslim.

Kita melihat upaya tokoh-tokoh Islam dan ulama menjaga hal ini. Dari Aksi Bela Islam hingga melahirka ‘Gerakan Subuh Berjamaah”, boikot Sari Roti, munculny muslim cyber army,  gagasan media dan televisi Islam bisa dilihat dari geliatnya umat Islam atas perlakuan, diskriminasi dan ketertindasan mereka selama ini. Inilah salah satu hasil perjuangan pemimpin Islam dan para ulama.

Diamnya umat Islam selama ini rupanya menyimpan bara. Berupa bara semangat dan ghirah. Dengan harapan-harapan seperti itu menunjukkan bahwa jika umat bersatu, banyak pekerjaan rumah selama ini untuk selesaikan. Kemandirian ekonomi, melawan kemiskinan dan marjinalisasi dalam banyak aspek (social, politik, informasi) insya Allah akan terurai.

PP Muhammadiyah Serukan Pemerintah dan Aparat Baca Fatwa MUI secara Utuh

Ibarat peperangan melawan kebatilan mala masih banyak pertempuran-pertempuran berikutnya yang harus dilalui dan dimenangkan.

Musuh-musuh Islam (baik yang asing, pribumi), yang bayaran atau yang golongan munafikin tidak akan diam saja dengan realitas ini. Buktinya, beberapa hari ini mereka mulai menyerang balik dengan segala caranya.

Barulah saya menyadari. Betapa semakin beratnya tugas pemimpin umat dan para ulama.

Saat ini, pemimpin umat, penegak kebenaran bahkan bisa dituduh “RADIKAL” dan “TERORIS”. Dihina, dibully, dilaporkan ke polisi serta tidak mendapat tempat istimewa di media massa. Inilah fitnah zaman.

Tugas kita, berdiri dan berjalan di belakang para pemimpin dan ulama. Diam saat ini bukan pilihan tepat. Kita harus menjadi pendukung, pengawal perjuangan para ulama. Wallahu alam.*                       

Syarief Hidayatullah | Pendidik, tinggal di Malang

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Fatwa MUIMajelis Ulama IndonesiaPerayaan Natalspanduktahun baruUcapan Natal
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Syukuri Jangan Ingkari
Tulisan selanjutnya LPPOM MUI Menjawab Isu Kandungan Babi pada 8 Jenis Produk Makanan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Berita
4 Juni 2026 14:01
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Surat Pembaca

Racun LGBT Makin Meluas, Jaga Ketahanan Keluarga Indonesia

28 Mei 2022 12:30
cerita
Surat Pembaca

Pentingnya Memilih Cerita Sebagai Hiburan

26 November 2021 13:37
Surat Pembaca

Tanggapan atas Pernyataan Bahwa Semua Agama itu Benar

22 September 2021 15:00
Surat Pembaca

Nasyid untuk Wahdah Islamiyah

8 September 2021 07:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?