Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mereka Memilih Berani

Liku-Liku Berdakwah di Pulau Dewata

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 6 Februari 2017 10:05 10:05 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 6 Februari 2017 10:05
Bagikan
Kampung Kajanan Singaraja Bali
Bagikan

Hidayatullah.com–Muhammad Sholihin baru saja selesai mengakhiri pengajian dengan beberapa warga ketika mendengar suara ribut orang-orang tak jauh dari mushola. Ketika ia keluar, Nampak beberapa orang berseragam tengah berjaga-jaga di sekitar pondok pesantren yang dipimpinnya. Masyarakat setempat pun bertanya-tanya apa yang sedang terjadi.

Sholihin sendiri sama sekali tak mengetahui apa penyebab kericuhan itu.. Yang membuat ia terncengang lagi, ketika mendapatkan informasi bahwa di luar pesantren telah beredar kabar,  dirinya telah tertangk aparas tuduhan pelaku terorisme. Melihat hal itu, lelaki asal Mataram itu taktinggal diam. Ia meminta bantuan dari berbagai pihak agar membantu menyelesaikan permasalahan itu.

Merajut Jembatan Ukhwah dan Persatuan Umat Islam di Bali

Demikian salah satu ‘gangguan’ yang ia hadapi ketika bertugas dakwah di Kabupaten Singaraja, Bali.

“Atas kejadian itu, beberapa warga tak mau lagi mengikuti pengajian dengan saya. Kejadian seperti ini sudah biasa bagi kami,” ujar pria kelahiran tahun 1975 itu.

Sebelumnya, lanjut Sholihin, ia pernah diadili oleh oknum pejabat setempat dengan alasan tidak memiliki izin operasional menjalankan pesantren. Ketika ia meminta izin pembangunan dan operasioanal pesantren, ia malah tak diterima. Alhasil, hingga saat ini, pesantren yang ia rintis 2008 silam itu belum mendapatkan izin operasional.

Baca Juga

Kisah Dai Pedalaman Membina Iman di Kota Tepian
Membina Iman di Kota Tepian
Jalan Panjang Dai Tempaan Alam
Berpacu melawan Misionaris
Kisah Lulusan Al-Azhar Membina Kader Da’i di Kaki Gunung Penanggungan
Jangan Takut Berdakwah di Wamena

“Yang kami tahu bahwa, ada beberapa pihak yang tak meninginkan keberadaan kami di tempat ini. Namun itu tak menyurutkan semangat kami untuk terus menjalankan amanah dakwah ini,” terang suami Nur Alfiyah tersebut.

Awal Mula

Sholihin bergabung dengan Hidayatullah pada tahun 1993. Ketika itu ia langsung diamanahi sebagai pengasuh. Namun belum genap setahun, ia dikirim ke Surabaya untuk menyelesaikan studinya di Sekolah Tinggi Agama Islam Luqman Al-Hakim (STAIL) yang ketika itu masih dalam tahap perintisan dan masih mamakai nama Perguruan Tinggi Islam (PTI). Ia adalah alumni pertama lembaga itu. Setelah lulus dan mendapatkan gelar sarjana, pada tahun 1997 ia ditugaskan ke Hidayatullah Denpasar, Bali.

Dakwah Untuk Non Muslim: Gratis Al-Quran Berbahasa Inggris

“Selama tiga belas tahun di Denpasar, cukup bagi saya untuk ditugaskan merintis cabang baru di Singaraja,” cerita ayah dari tiga orang anak itu.

Bagi Sholihin, itu tugas yang menantang. Pasalnya, di Singaraja tidak ada tempat pasti yang dituju. Ia hanya dibekali keyakinan terhadap pertolongan Allah. Jika ia membantu agama Allah, maka Allah pulalah yang bakal menanggung kehidupnya.

Dengan keyakinan itu, ditemani anak muda bernama Thamrin, Sholihin menuju Singaraja. Jaraknya dengan Denpasar cukup jauh. Kurang lebih 3 jam perjalanan. Medan jalannya juga berat. Banyak tikungan tajam dan mendaki. Tapi itu tidak menyurutkan nyali Sholihin.

Karena tidak ada tempat tujuan yang pasti serta tidak ada sanak saudara, Sholihin mencari masjid untuk tempat tinggal sementara. Beruntung ada takmir sebuah masjid yang baik hati. Dia bersedia menampung Sholihin.

Lika-liku Dai di Mahulu

Selama tinggal di masjid, Sholihin memperkenalkan diri kepada jamaah sekaligus menyampaikan tujuannya berada di Singaraja. Tidak gampang Sholihin bisa diterima oleh jamaah masjid. Maklum orang baru, apalagi kasus bom Bali masih meninggalkan trauma bagi sebagian orang Bali ketika itu.

Dua tahun pertama, belum ada tempat yang pasti yang bisa didirikan pesantren. Barulah tahun ketiga ia mendpatkan wakaf tanah dari seorang penderma.

“Alhamdulillah, perasan keringat kami taksia-sia, hingga kini, pesantren cabang Hidayatullah Singaraja telah berdiri dan mulai menata banguan. Walaupun belum adai zin, Insya Allah kami akan terus berjuang,” terang Sholihin penuh semangat.

Harapannya kini, semoga perjuangannya diberi keistiqomahan dan berjalan lancar. Dan juga ia berharap do’a dari pembaca agar bisa melewati segala rintangan dan halangan perjuangannya. Amin!*/Siraj el-Manadhy

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:dakwah di balidakwah di singarajaIslam di BaliIslam di SingarajaPesantren Hidayatullah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pertemuan Aktivis untuk ‘Hari Kemanusiaan Patani’
Tulisan selanjutnya Kisah 15 Hari Buya Hamka ‘Disiksa’ Penguasa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Berita
3 Juni 2026 13:00
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Mereka Memilih Berani

Kemewahan di Kampung Mualaf Selat Kongki setelah Kehadiran Laznas Ini

13 Juli 2022 08:33
Mereka Memilih Berani

Kisah Dai Diadang Pedang Terhunus Saat Mau Khutbah Jumat

28 Juni 2022 08:00
Mereka Memilih Berani

Ketika Ustadz Hasyim HS Kaget Ditugaskan KH Abdullah Said

21 Mei 2022 15:00
Mereka Memilih Berani

Dakwah Tak Kenal Lelah “Dai Non-Subsidi”

3 Mei 2022 16:49
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?