Hidayatullah.com–Seorang pejabat Kongres AS menyerukan perang dengan menyebut melawan “Horor Islam” sebagai respon terhadap serangan di London pada akhir minggu ini yang menyebabkan tujuh orang terbunuh dan 48 lainnya luka-luka.
Clay Higgins, perwakilan Partai Republik dari Louisiana mengatakan di sosial media pada hari Ahad bahwa “dunia bebas … semua kekristen … berada dalam perang” dengan “kengerian Islam”. Dia mengakhiri postingnya dengan “bunuh mereka semua”, kutip Kantor berita Aljazeera Selasa (06/06/2017) .
Komentar tersebut menyebabkan kekhawatiran beberapa kelompok pada Senin dan meminta Higgins mengukur kata-katanya.
“Komentar anggota Kongres Higgins di sosial media hanya akan membuat api retorika anti-Muslim membesar, yang telah mencapai titik didihnya setelah pemilu 2016,” ujar, Heidi Beirich, Direktur Proyek Intelejen Southern Poverty Law Center, yang memantau kelompok-kelompok kebencian di AS, mengataka pada Aljazeera via email.
“Kata-kata memiliki konsekuensi dan, pada masa di mana kejahatan kebencian terhadap Muslim meningkat hingga 67 persen, pejabat terpilih kita seharusnya mengeluarkan pernyataan tentang persatuan dan bukannya fitnah,” katanya.
Baca: Anggota Parlemen Australia Protes Pidato Pauline Hanson Anti Islam
Aljazeera menghubungi Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR), organisasi advokasi sipil untuk mengomentari pernyataan Higgins.
Direktur Hubungan Pemerintah CAIR Robert McCaw mengatakan dia menginginkan klarifikasi siapa tepatnya umat Kristen yang Higgins percayai sedang dalam perang.
“Apakah dia merujuk pada kelompok teroris kriminal … atau dia memasukan semua Muslim pada pernyataannya?”
McCaw mengungkapkan ulang kekhawatiran Beirich bahwa komentar-komentar tersebut dapat berbahaya di saat AS sedang dalam “iklim kebencian”.
Baru minggu lalu seorang supremasi kulit putih membunuh dua pria dan melukai satu orang lainnya yang membela dua pemuda Muslim,” dia menambahkan.
Perkataan McCaw merujuk pada serangan di Portland pada akhir Mei. Jeremy Joseph Christian, 35, diduga menusuk tiga pria yang melindungi dua wanita Muslim berumur 16 dan 17 di transportasi umum.
Christian menganggap dirinya seorang pembela kebebasan berpendapat dan telah terlihat di beberapa demonstrasi mendukung Presiden Donlad Trump, yang telah berulangkali berupaya menerapkan larangan perjalanan dari enam negara yang didominasi Muslim.
McCaw mengatakan CAIR berencana mengirimi Higgins surat terkait keprihatinan itu.
Bagaimanapun unggahan kebencian tersebut memicu kontroversi berbagai pihak, juga dari pemilih Higgins.
Kayla Cooley dari Lake Charles, Louisiana, menyebut pernyataan tersebut “tidak dapat diterima … Aku tidak mendukung retorika teroris, rasis ini,” katanya. Sementara yang lain mendukung pernyataan Higgins.
Higgins belum merespon permintaan untuk berkomentar yang diajukan oleh Aljazeera.*/Nashirul Haq AR