Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Dituduh Jadi Anggota Triad, Putra Duterte Bantah Terlibat Penyelundupan Narkoba

Ama Farah
Terakhir diupdate: 8 September 2017 08:27 8:27 am
Ama Farah
Dipublikasikan 8 September 2017 08:27
Bagikan
Paolo Duterte(ki) pakai baju bergaris dan menantu Presiden Rodrigo Duterte, Manases Carpio (ka).
Bagikan

Hidayatullah.com—Putra Presiden Filipina Rodrigo Duterte, Paolo Duterte, di hadapan Senat membantah tuduhan bahwa dirinya terlibat dalam penyelundupan narkoba.

Paolo Duterte hari Kamis (7/9/2017) dicecar pertanyaan oleh politisi oposisi di Senat perihal tuduhan keterlibatannya dalam penyelundupan methamfetamin alias sabu-sabu bernilai sekitar $125 juta ke Filipina.

Senator Antonio Trillanes, pengkritik keras pemerintahan Presiden Duterte, memimpin pertemuan di Senat itu. Langkah Senat tersebut dipicu oleh keterangan seorang makelar bea cukai bernama Mark Taguba yang mengatakan pada bulan Agustus bahwa putra tertua Duterte, Paolo, berkaitan dengan sebuah kelompok yang menerima suap jutaan dari pengiriman narkoba ilegal masuk ke Filipina.

Orang lain yang juga terkait dengan masalah itu adalah Manases Carpio, pria yang menikah dengan putri Duterte bernama Sara, yang mengambil alih kekuasaan sebagai wali kota di Davao City setelah Duterte terpilih menjadi presiden. Paolo Duterte sekarang menjabat sebagai wakil wali kota Davao.

Trillanes menanyai Paolo Duterte dan Manases Carpio tentang uang ratusan juta yang ada di rekening-rekening bank mereka, dan meminta agar menandatangani surat pencabutan sementara kerahasiaan bank supaya asal-usul dana tersebut dapat diselidiki. Kedua pria itu membantah memiliki rekening-rekening dimaksud dan menolak menandatangani pernyataan pelepasan hak kerahasiaan banknya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Paolo Duterte mengatakan bahwa tuduhan-tuduhan tersebut “tidak berdasar.” Selama pertemuan dia kerap menolak menjawab pertanyaan yang diajukan dan mengatakan bahwa pertanyaan yang ditujukan kepadanya tidak relevan.

Penasihat hukum untuk Paolo Duterte, Rainier Madrid, membantah pernyataan-pernyataan Trillanes dengan menyebutnya sebagai “propanganda murni yang didasarkan pada gosip dan tuduhan tidak jelas.” Madrid menuding Trillanes menggunakan Paolo untuk menghancurkan Presiden Duterte dan membandingkannya dengan propagandis Nazi Joseph Goebbels.

Ini bukan pertama kalinya Paolo disebut-sebut terkait dengan penyelundupan narkoba. Pada tahun 2007, Paolo Duterte pernah diidentifikasi sebagai salah satu tokoh besar “pelindung narkoba” di kampung halamannya di Davao.

Tato Naga

Dalam pertemuan di Senat itu, Paolo Duterte diminta Trillanes untuk menunjukkan tato ditubuhnya yang bergambar naga.

Trillanes menuduh Paolo Duterte menjadi anggota sebuah sindikat kejahatan internasional, dan tato di punggung Paolo Duterte akan membuktikan tuduhan tersebut. Politisi oposisi itu diduga telah mendapatkan informasi intelijen bahwa di punggung Paolo ada tato bergambar naga lengkap dengan nomor rahasianya.

Tato naga itu adalah tanda keanggotaan triad China, kata Trillanes. Triad merupakan organisasi kejahatan lintas negara yang berbasis di China, Singapura,, Taiwan dan negara lain yang memiliki populasi etnis China cukup besar. Organisasi kriminal itu terlibat dalam penyelundupan narkoba, jual-beli senjata serta perdagangan manusia.

Paolo Duterte mengakui dirinya memiliki tato, tetapi menolak untuk menggambarkan seperti apa tatonya dengan alasan hak privasi. Putra presiden itu bersikukuh menolak ketika Trillanes mendesaknya untuk menunjukkan tato yang dipermasalahkan itu.

“Penolakan untuk menunjukkan tatonya pada dasarnya mengukuhkan tuduhan saya bahwa dia seorang anggota triad. Sama halnya dengan penolakannya untuk menandatangani surat bank itu, yang menunjukkan bahwa dia menyembunyikan uang jutaan. Jika tuduhan saya tidak benar, dia pasti sudah mengambil kesempatan tersebut untuk mempermalukan saya,” kata Trillanes kepada Deutsche Welle.

Menurut sebuah laporan Kongres Amerika Serikat, kelompok-kelompok triad di Filipina kebanyakan terlibat dalam kasus pencucian uang, perdagangan senjata dan narkoba.

Presiden Rodrigo Duterte menghebohkan dunia dengan kebijakan kerasnya dalam upaya pemberantasan narkoba dengan melegalkan tembak ditempat orang-orang yang kelihatan menggunakan, menjual atau membuat narkoba. Ratusan orang, kebanyakan anak muda, tewas akibat kebijakan tersebut dalam beberapa bulan pertama Duterte menjabat presiden.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Suu Kyi Tuduh ‘Teroris’ Sebarkan Informasi Hoax di Rakhine
Tulisan selanjutnya Penyelidikan Kasus Korupsi Eks PM Pakistan Nawaz Sharif Dimulai

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Suriah Larang Kelompok Bersenjata Selain Militer Negara
Berita

Suriah Buru Pelaku Kejahatan Perang, Eks Komandan Assad Ditangkap

Berita
8 Juni 2026 10:25
Kelompok Hacker Terkait Iran Klaim Retas Drone FBI
Haflah Parade Tasmi’ Al-Qur’an, Momentum Mencetak Generasi Penghafal Al-Qur’an
Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat
Sedang Menangkap Ikan, Remaja Palestina Syahid Dihantam Tembakan Kapal ‘Israel’

Terbaru

  • Persidangan Kasus Rodrigo Duterte di ICC Bisa Melibatkan 1.000 Korban
  • Malaysia akan Putus Aliran Listrik dan Air Bangunan Ilegal Termasuk di Penampungan Rohingya
  • Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat
  • Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT
  • Kelompok Hacker Terkait Iran Klaim Retas Drone FBI
  • Jelang Musim Panas UEA Sediakan 12 Ribu Tempat Istirahat Ber-AC untuk Pekerja Luar Ruangan
  • Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan
  • Mengukir Senyum, Merajut Persaudaraan: Hangatnya Kebersamaan Qurban di Dukuh Kwarasan
  • Haflah Parade Tasmi’ Al-Qur’an, Momentum Mencetak Generasi Penghafal Al-Qur’an
  • China Tangkap Akademisi WN Amerika dengan Tuduhan Spionase

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?