Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Terlalu Sadis, Remaja Jerman Pelaku 2 Pembunuhan Dibui Seumur Hidup

Ama Farah
Terakhir diupdate: 1 Februari 2018 19:08 7:08 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 1 Februari 2018 19:08
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Seorang remaja Jerman, pembunuh seorang tetangganya dan seorang teman sekolahnya, divonis hukuman penjara seumur hidup.

Marcel Hesse, sekarang berusia 20 tahun, menggiring seorang anak lelaki berusia 9 tahun, Jaden,  agar mau masuk ke lantai bawah tanah di rumahnya di Herne, pada bulan Maret 2017, lalu menikam anak tetangganya itu 52 kali.

Dia membangga-banggakan penikaman yang dilakukannya itu di media sosial, lalu melakukan hal serupa terhadap seorang bekas teman sekolahnya setelah dikonfrontir perihal pembunuhan tersebut.

Tim jaksa mengatakan bahwa kejahatan itu dilakukan Hesse untuk “memuaskan sadismenya”.

Hesse, yang hidup bersama kedua orangtuanya, adalah seorang pemuda pengangguran dan menarik diri dari kehidupan sosial.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dia memperdayai anak tetangganya dengan berpura-pura membutuhkan bantuan untuk mengambil tangga. Dia kemudian menikam bocah itu berkali-kali dan mengirimkan foto korbannya kepada teman-temannya lewat WhatsApp.

Hesse lalu melarikan diri ke rumah seorang temannya bernama Christopher W, yang belum mendengar perihal pembunuhan itu.

Ketika Christopher mengetahui kabar penikaman tersebut dan menanyai pelaku, Hesse menikam temannya itu dengan 68 tusukan, menurut keterangan yang dibeberkan di persidangan.

Menurut tim forensik, Hesse membunuh Christopher hanya berselang 14 jam setelah pembunuhan pertama.

Setelah melakukan kedua pembunuhan itu, Hesse berdiam diri di rumah selama dua hari, lalu membakar tempat tinggalnya tersebut.

Pemuda itu kemudian pergi berjalan kaki menuju sebuah restoran Yunani dan meminta karyawan di sana agar menelepon polisi. Dia ditangkap tanpa perlawanan.

Kepala unit kriminalitas pembunuhan di Kepolisian Bochum mengatakan pengakuan Hesse diberikan dengan “sikap dingin tanpa emosi.”

Hesse tidak memberikan pengakuan bersalah selama lima bulan masa persidangan, dia justru memilih bungkam.

Ibu korban pertama menghadiri persidangan Hesse, karena dia ingin menatap mata pelaku secara langsung.

Tim pembela Hesse berargumen pemuda itu tidak cukup dewasa untuk diadili sebagai seorang pelaku kriminal dewasa.

Pengadilan di Bochum memilih untuk mengadili Hesse sebagai “anak di bawah umur”, yang menurut hukum di Jerman bisa dilakukan untuk terdakwa sampai usia 21 tahun.

Hukuman maksimal yang diberikan atas pelaku untuk jenis kejahatan seperti ini biasanya hanya 15 tahun. Namun, kali ini hakim mengambil keputusan di luar kebiasaan dengan menetapkan hukuman kurungan seumur hidup, yang harus dijalani Hesse di ruang perawatan sakit jiwa, lapor BBC Rabu (31/1/2018).*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hong Kong Larang Perdagangan Menyeluruh Gading
Tulisan selanjutnya Larry Nassar, Dokter Atlet Amerika yang Mencabuli Sedikitnya 265 Perempuan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Mengapa Kolombia Ingin Pulihkan Hubungan dengan ‘Israel’?

Berita
27 Agustus 2026 11:44
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU
STAI Al Bayan Gelar Wisuda Angkatan II, Ketum DPP Hidayatullah Pesankan Alumni Kuatkan Takwa Hadapi Tantangan Zaman

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?