Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Kajian MUI Jember Temukan Buku “57 Khutbah Jumat” Condong ke Ajaran Syiah

Ahmad
Terakhir diupdate: 29 Maret 2018 11:13 11:13 am
Ahmad
Dipublikasikan 29 Maret 2018 11:13
Bagikan
[Ilustrasi] Buku "57 Khutbah Jumat".
Bagikan

Hidayatullah.com– Komisi Fatwa, Hukum, dan Perundang-undangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jember merilis hasil kajian mengenai buku “57 Khutbah Jumat: Runut Logika Agama yang Terpadu dengan Kebangsaan dan Sentuhan Doa” yang terdapat beberapa catatan karena condong kepada ajaran Syiah.

Komisi itu memandang, buku tersebut cukup baik, namun kesan bahwa terdapat poin-poin dari isi buku yang tampaknya condong kepada ajaran Syiah tidak dapat dihindarkan.

Hal itu bisa dilihat dari pembahasan mengenai Pernyataan bahwa Nabi Muhammad meminta upah risalah yang termuat dalam halaman 62. Dimana terjemahan al-Qur’an Surat al-Syura ayat 23 dianggap bermasalah.

Baca: MUI Segera Keluarkan Fatwa Syiah 2018

“Penerjemahan lafadz ‘al-Qurbaa’ dengan ‘keluargaku’ seperti di atas dapat dianggap bermasalah karena lafadz ‘al-Qurbaa’ memang tidak dimudlafkan kepada ya’ mutakallim, sehingga kata ‘ku’ dalam terjemahan ‘keluargaku’ kurang didukung oleh data yang akurat (lihat: Al-Tafsir al-Wajiz juz 2 hal: 561),” bunyi salah satu poin sebagaimana salinan yang diterima hidayatullah.com dari Ketua MUI Kabupaten Jember, Prof Halim Soebahar, Rabu (28/03/2018).

Lalu pada halaman 63 ditulis, “Rasulallah saw meminta upah berupa kecintaan kepada Ahlu Bait atau keluarga dekat beliau”. Dimana pada kenyataannya, menurut Kajian MUI tersebut, terjemahan dan penafsiran seperti ditulis dalam buku “57 Khutbah Jumat” ini adalah pemahaman orang-orang Syiah yang menjadikan kecintaan terhadap Ahlul Bait dalam hal kepemimpinan sebagai ajru al-risalah (upah kenabian).

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Hal ini, jelas Kajian Komisi MUI Kabupaten Jember itu, bisa dilihat dalam berbagai literatur Syiah yang antara lain seperti dalam tafsiran at- Thabathaba’i dan Nasir Makarim al-Syairazi (lihat Tafsir al-Mizan, XVIII, 47, Tafsir al-Amthal Fi Tafsir Kitab Allah al-Munazzal, XV, 509).

Baca: MUI Jatim Dorong Semua Provinsi Keluarkan Fatwa Kesesatan Syiah

Penafsiran ala Syiah tersebut, juga dinyatakan dengan lebih jelas dengan beberapa narasi seperti, pada halaman 63 yang menuliskan “jadi, Ahli Bait Nabi itulah jalan menuju Allah SWT”. Demikian juga pada halaman 64 “Alhamdulillah, Kita bersyukur kepada Allah SWT bahwa seluruh Umat Islam sepakat wajibnya mencintai Ahli Bait Nabi SAW. Mana ada seorang Muslim tidak mencintai Ali, Sayyidah Fatimah, Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husain?”.

“Pemikiran sebagaimana di atas yang dapat dikesankan bahwa Ahli Bait ‘terbatas’ pada Ali, Sayyidah Fatimah, Sayyidina Hasan, dan Sayyidina Husain adalah salah satu ciri khas pemikiran Syiah,” tulis kajian itu.

Selain contoh tersebut, kajian Komisi MUI Jember itu memaparkan beberapa pembahasan lain terkait buku itu yang condong kepada ajaran Syiah. Seperti, disisipkannya pesan provokatif berisi kecurigaan terhadap kaum Muslimin; mengatakan bahwa Allah berkewajiban; menukil hadits-hadits, atsar, dan qaul ulama yang hanya ada di khazanah Syiah; mendorong pengenalan keutamaan Ahlul Bait secara tidak berimbang; dan menyisipkan kisah yang menceritakan keburukan para Sahabat Nabi.

Baca: Wagub Jabar: MUI Harus Lindungi Akidah Umat dari Bahaya Syiah

Komisi Fatwa, Hukum, dan Perundang-undangan MUI Kabupaten Jember menegaskan, meskipun bukan buku khusus tentang Syiah, tetapi isi atau konten khutbah buku “57 Khutbah Jumat: Runut Logika Agama yang Terpadu dengan Kebangsaan dan Sentuhan Doa” cenderung mengembangkan paham dan ajaran Syiah.

MUI Kabupaten Jember juga memutuskan, bahwa buku tersebut tidak dapat didistribusikan atau digunakan sebagai buku khutbah Jumat di masjid-masjid, khususnya di Kabupaten Jember. Karena dinilai berpotensi memicu keresahan dan konflik, sebab hampir 100 persen Ketua Takmir Masjid di Kabupaten Jember menganut Islam Ahlus Sunnah Wal Jamaah.

Sebelumnya, viral di media sosial adanya foto-foto para petinggi negara dan tokoh-tokoh baik politik dan agama yang terlihat memegang buku “57 Khutbah Jumat: Runut Logika Agama yang Terpadu dengan Kebangsaan dan Sentuhan Doa” tersebut.

Di antara tokoh dan pejabat itu adalah Presiden Joko Widodo, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Ketua Umum Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan lainnya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:57 Khutbah JumatAhlul Baitajaran syiahAliran KepercayaanAliran sesatanti syiahAqidahbuku khutbahbuku SyiahFatwa Syiahfatwa syiah MUI JatimGanjar PranowoGubernur Jawa TengahHadi TjahjantoKetua MUI Kabupaten JemberKetua Umum PBNUkhutbah JumatMUI Kabupaten JemberMUI keluarkan fatwa SyiahPanglima TNIPresiden Joko WidodoSaid Aqil SirojsyiahSyiah sesat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Israel Tempatkan 100 Penembak Jitu di Perbatasan Gaza Hadapi Demonstrasi
Tulisan selanjutnya Yusril: Alfian Tanjung Mestinya Dibebaskan oleh Pengadilan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Berita
31 Mei 2026 01:20
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?