Hidayatullah.com—Jamaah haji sudah mulai berdatangan, dan batu Hajar Aswad senantiasa ramai untuk didekati dan dicium oleh para jama’ah haji.
Dalam keramaian itu, sulit untuk mencapai Hajar Aswad kecuali bagi jama’ah haji yang kuat. Sedangkan para wanita terpinggirkan dari kerumunan yang ingin mencium Hajar Aswad ini, begitu pula orang-orang yang lemah dan sudah tua.
Meskipun ada ganjaran dan pahala dari mencium batu Hajar Aswad, namun para wanita dan orang-orang yang lemah dan sudah tua akan sulit mendapatkannya. Sehingga sebagai kaum Muslimin kita tidak boleh menyakiti mereka dengan mendorong atau menginjak-injak mereka, demi mencapai dan mencium batu Hajar Aswad. Karena menyakiti sesama Muslim adalah perbuatan dosa, dan seorang Muslim yang taat tidak akan melakukan perbuatan dosa. Begitulah apa yang ditekankan oleh para ulama dalam taujih mereka kepada para jama’ah haji.
Baca: Masjidil Haram Lengang, Cium Hajar Aswad Dibuat Antrian
Terkait hal ini, Kolonel Bashanda ‘Attiya ‘Aliya menyarankan agar semua jama’ah bisa mencapai Hajar Aswad, dengan prinsip-prinsip keadilan yang tentu dibutuhkan oleh para jama’ah haji.
Bashanda dikutip laman elBalad menyampaikan, mencapai Hajar Aswad adalah ibadah yang disunnahkan dan disukai pada saat thawaf mengelilingi Ka`bah dalam rangka menunaikan Haji dan Umrah. Siapa yang berthawaf maka hendaknya mencapai Hajar Aswad jika mampu. Mencium Hajar Aswad akan mendapat pahala, karena telah mengikuti perbuatan Rasulullah Saw. Beliau telah mencium Hajar Aswad, dan umat Muslim mengikuti perbuatannya sebagai sunnah.
Pada hari-hari biasa, puluhan ribu jama’ah datang dan mencium Hajar Aswad. Bahkan pada musim Haji bisa mencapai ratusan ribu. Sehingga Kolonel Bashanda ‘Attiya ‘Aliya menawarkan solusi agar jama’ah Haji lebih mudah mencapai dan mencium Hajar Aswad tanpa menyakiti jama’ah lainnya, yaitu memecah kerumunan jama’ah agar dapat masuk dan keluar dari antrian Hajar Aswad yang melelahkan dan telah menyebabkan banyak jama’ah tidak bisa mencapai dan mencium Hajar Aswad.
Baca: Kementerian Informasi Saudi Meluncurkan Slogan Musim Haji 2018
Dalam usulan sang kolonel terdapat pembuatan dan penerapan jalur antrian yang sejajar dengan satu sisi Ka`bah sepanjang satu setengah meter dan lebar 60 sentimeter untuk membariskan jama’ah dengan lebih mudah sampai ke Hajar Aswad, lalu keluar lewat jalur antrian yang sama sepanjang satu meter di sisi Ka`bah lainnya.
Sistem jalur ini akan menurunkan kepadatan jama’ah yang ingin menuju ke Hajar Aswad. Jama’ah harus masuk dan keluar melalui jalurnya masing-masing, dan tidak diperbolehkan untuk keluar atau masuk melalui jalur yang tidak sesuai.
Kolonel Bashanda menambahkan, tujuan dari usulannya ini adalah memudahkan pergerakan jama’ah tanpa saling menyakiti, seperti yang terjadi pada musim Haji tahun ini.*/Ja’far Auzan Muzakki