Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Gigolo di Belanda Menuntut Persamaan Hak dengan Pelacur Wanita

Ama Farah
Terakhir diupdate: 5 Agustus 2019 17:15 5:15 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 6 Agustus 2019 08:30
Bagikan
Red Light District di Amsterdam, kawasan di mana pelacur bebas menjajakan diri.
Bagikan

Hidayatullah.com–Sejumlah pria hari Sabtu (3/8/2019) mempertontonkan tubuh mereka yang nyaris telanjang di sejumlah jendela kaca di kawasan Red Light District di kota Amsterdam, di mana para pelacur wanita biasa menjajakan diri.

Aksi itu dilakukan sebagai bagian dari seruan persamaan hak antara pelacur pria dan pelacur wanita, di kawasan yang kebanyakan dihuni oleh pekerja seks komersial wanita dan transgender tersebut.

Para pelacur menyewa sebuah ruangan di kawasan De Wallen dan menggunakan satu dari 300 “jendela kaca” yang ada di sana untuk menjajakan dirinya.

Meskipun gigolo konon mencakup 5% dari total sekitar 25.000 pekerja seks yang ada di Belanda, para pria yang melacur jarang terlihat menjajakan dirinya.

Aksi hari Sabtu yang dijuluki “Pendudukan Red Light District” itu digelar oleh kelompok kampanye non-profit My Red Light, yang menyewakan ruangan bagi para PSK dan mengadvokasi hak-hak serta kondisi perburuhan mereka.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Para pegiat aksi itu bersikukuh menyatakan bahwa para pria pekerja seks komersial juga membutuhkan tempat yang aman untuk beroperasi, mengingat kaum Adam juga banyak mengalami kekerasan, pelecehan dan eksploitasi saat melakukan pekerjaannya sebagai gigolo.

Pihak penyelenggara aksi mengatakan bahwa mereka yang tampil di jendela-jendela Red Light District itu adalah para model dan tidak menjual seks.

Aksi protes tersebut merupakan rangkaian dari Amsterdam’s Gay Pride, yang menarik ribuan pengunjung setiap tahunnya. Festival LGBT itu digelar sampai hari Ahad (4/8/2019), lansir DW.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AmsterdamBelandagigolopelacur
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Banyak Polisi Terluka Saat Mendeportasi Migran Keluar Jerman
Tulisan selanjutnya Menag: Yang Terbakar di Mina Bukan Tenda Jamaah Indonesia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Ahmad, yang berusia 10 bulan, sedang dirawat di Rumah Sakit Pemerintah Rafic Hariri di Beirut setelah terluka dalam serangan udara Israel di dekat rumahnya di Beirut selatan pada 8 April 2026.
Berita

Zionis Terus Targetkan Anak, Serangan ‘Israel’ di Lebanon Tewaskan Hampir 800

Berita
8 September 2026 12:57
Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
11 Negara Eropa dan Kanada Sepakati Larangan Dagang dengan Permukiman Ilegal ‘Israel’
Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi

Terbaru

  • Al-Azhar Kecam Aksi Penistaan Al-Quran di Gereja New York
  • 11 Negara Eropa dan Kanada Sepakati Larangan Dagang dengan Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Media ‘Israel’: UEA Pernah Peringatkan Zionis Soal Operasi Thufan Al-Aqsha
  • 100 Mahasiswa Palestina Di-DO karena Kritisi Perang Genosida di Gaza
  • Suriah Rangkul Faksi Bersenjata untuk Pastikan Monopoli Senjata
  • Qatar: Negara Teluk Jangan Hanya Andalkan Perlindungan AS
  • Zionis Terus Targetkan Anak, Serangan ‘Israel’ di Lebanon Tewaskan Hampir 800
  • Zionis Migrasikan Ribuan Yahudi ke ‘Israel’, Paling Banyak dari AS dan Rusia
  • Dua Nelayan Palestina Alami Luka-Luka usai Perahu Mereka Ditembaki Pasukan ‘Israel’
  • Gaza Gelar Pemakaman Massal usai 100 Jenazah Korban ‘Israel’ Ditemukan dari Reruntuhan

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?