Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kasus Bom Pesawat Etihad Dua Warga Australia Divonis Bersalah

Ama Farah
Terakhir diupdate: 20 September 2019 12:28 12:28 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 21 September 2019 09:22
Bagikan
Khayat bersaudara (inzet) berencana meledakkan pesawat Etihad penerbangan Sydney-Abu Dhabi bulan Juli 2017.
Bagikan

Hidayatullah.com–Dua pria berkaitan dengan kelompok ISIS dinyatakan bersalah di Australia berencana meledakkan sebuah pesawat dengan bahan peledak yang disembunyikan di alat penggiling daging.

Mahmoud Khayat, 34, terbukti bermaksud menjatuhkan pesawat Etihad yang terbang dari Sydney menuju Abu Dhabi pada bulan Juli 2017, kata juri dalam persidangan hari Kamis (19/9/2019). Abangnya, Khaled Khayat, 51, dinyatakan bersalah dalam kasus yang sama pada bulan Mei. Keduanya menyatakan tidak bersalah, lapor BBC.

Rencana mereka gagal ketika tas berisi bom yang dibawanya tidak dapat diperiksa di bandara karena kelebihan beban.

Jaksa penuntut mengatan mereka bermaksud meledakkan pesawat Etihad berpenumpang 400 orang dengan bahan peledak berkualitas setara dengan yang biasa dipakai militer yang disembunyikan dalam sebuah alat pelumat daging.

Setelah rencana itu gagal, kedua bersaudara itu juga berencana melancarkan serangan gas kimia di Sydney, kata jaksa. Mereka ditangkap 11 hari setelah kejadian di bandara.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Seorang saudara mereka yang lain, Amer Khayat, membawa tas berisi bom itu ke bandara di kota Sydney. Namun, dia bukan bagian dari rencana jahat tersebut. Pihak berwenang mengatakan kedua saudaranya

memasukkan bom itu ke dalam tas tanpa sepegetahuannya.

Mahmoud dan Khaled Khayat terancam hukuman maksimal penjara seumur hidup. Persidangan vonis hukumannya akan digelar kemudian

Amer Khayat ditahan dalam penjara di Libanon sejak 2017, tetapi dibebaskan hari Kamis (19/9/2019) setelah saudaranya itu divonis bersalah, lapor kantor berita Libanon NNA.

“Perlu waktu untum mengungkap kebenaran, agar ketidakbersalahannya terungkap,” kata pengacara Amer Khayat, Jocelyne Al-Rai, kepada para reporter di Beirut.

Dalam persidangan Khayat bersaudara di Australia, jaksa mengatakan bahwa kedua terdakwa menerima perintah dari saudara lelaki mereka lainnya, Tareq Khayat, yang merupakan seorang militan ISIS yang kemudian dipenjara di Iraq.

Polisi mengatakan bahan peledak yang digunakan untuk membuat bom dikirim lewat udara dari Turki sebagai bagian dari rencana yang diilhami dan diarahkan oleh ISIS alias Daesh (IS).*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AustraliabometihadISIS
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bahan Makanan Donasi Dibiarkan Membusuk di Zimbabwe
Tulisan selanjutnya AirAsia Berhenti Menjual Rokok Bebas Pajak

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang

Berita
30 Agustus 2026 17:04
DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

Terbaru

  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?