Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Feature

Bertahan Mengajarkan Qur’an di Tengah Wabah Corona

Akbar Muzakki
Terakhir diupdate: 29 Maret 2020 16:10 4:10 pm
Akbar Muzakki
Dipublikasikan 29 Maret 2020 16:07
Bagikan
[Ilustrasi]
Bagikan

Hidayatullah.com | PENYEBARAN virus corona jenis baru (Covid-19) terus menggerus pilar-pilar kehidupan. Banyak masjid dan mushalla melakukan tutup pintu untuk shalat berjamaah serta kajian.

Tak pelak, pembelajaran di Taman Pendidikan al-Qur’an di masjid-masjid pun mulai tutup. Meski demikian, para ustadz-ustadzah pengajar di TPQ ternyata terus melakukan proses belajar.

Apa dan bagaimana kiat para pembelajar al-Qur’an di saat terpaan virus corona terus menggulung aktifitas kehidupan manusia?

Ustadz Maryadi Ahmad, Mudir TPQ Al Hidayah di kawasan Perum Puspa Garden, Candi, Sidoarjo, Jawa Timur, menuturkan, secara administrasi pembelajaran al-Qur’an untuk anak-anak maupun jamaah masjid memang libur.

Hal ini didasarkan pada surat edaran Forum Komunikasi Kepala TPQ se-kecamatan. Namun, kegiatan belajar tetap pihaknya laksanakan dari rumah ke rumah dengan melakukan pembelajaran online.

Baca Juga

Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial
Dari Ateis jadi Muslim: Perjalanan Simon Wallgren Menemukan Cahaya Islam
Ketika Penghuni Muslim Terancam Ulah Tetangga
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Pembelajaran al-Qur’an secara online ini pihaknya bagi perkelompok dan jam yang berbeda, dengan penanggung jawab para ustad-ustadzah. Untuk pembelajaran al-Qur’an yang semestinya digelar munaqoshah (ujian) pada 25 Maret lalu, kini wajib setor bacaan tartil dan tajwid.

“Mereka tetap kami latih agar selalu siap diuji saat munaqoshah,” jelas Maryardi kepada hidayatullah.com baru-baru ini.

Katanya, bisa jadi munaqoshah tersebut akan dilakukan secara massal via online. Pihaknya bertekad, bersama para pengajar, anak-anak harus setiap hari terkontrol belajar mengajinya bersama orangtuanya pula.

Mengenai jadwal belajar TPQ, disesuaikan dengan waktu yang ada dengan anak-anak di luar jam sekolah yang menggunakan sistem online juga.

Untuk anak-anak dan para jamaah yang sudah mempelajar al-Qur’an dengan tahapan tartil dan tajwid, disediakan waktu dari habis shalat subuh hingga pukul tujuh pagi.

Sedangkan anak-anak yang masih dalam tahapan pengenalan huruf dan baca al-Qur’an pemula, digelar setiap habis shalat ashar hinga menjelang shalat maghrib.

Baca: Kiat Berdakwah Saat Corona Mewabah

Senada itu dilakukan pula oleh Ustadz Halim. Guru mengaji khusus ibu-ibu yang tergabung dalam Majelis Taklim Muhajirin, Rewwin, Waru, Sidoarjo ini memilih model mengajar mengaji dengan video call secara langsung. Itu pun hanya setiap hari Kamis.

Mengapa hanya hari Kamis?

Karena, menurut Ustadz Halim, pihaknya tidak ingin banyak mengganggu para orangtua yang waktunya juga tersita ikut membimbing anak-anaknya belajar di rumah.

“Intinya, mengajari atau belajar mengaji al-Qur’an wajib kapan dan dimana saja. Ada pun berkesempatan untuk perbaikan bacaan cukup setor dan simak bersama ustadz melalui video call,” tegasnya.

Beda lagi dengan TPQ An Nur di Perum Sekargadung, Kota Pasuruan yang digawangi Ustadzah Luluk Mujihartatik.

Dengan jumlah santri 50 anak, di awal Covid-19 mulai masuk Indonesia, TPQ An Nur sudah membatasi kehadiran anak-anak ke rumah Qur’an An Nur setiap 2 hari sekali.

Adapun hari selebihnya diserahkan sepenuhnya kepada orangtua, jelasnya. Namun tatkala Covid-19 mulai mendekati daerah di Kota Pasuruan ini, maka sejak sepekan ini sudah tidak dilakukan lagi pertemuan setiap 2 hari sekali.

Pembelajaran sepenuhnya di rumah menjadi tanggung jawab orangtua, tegasnya. Ia pun berharap semoga virus corona segera dicabut oleh Allah diganti dengan keberkahan kehidupan dan ketebalan iman.

Baca: “Ratusan Santri Terancam Gagal Jadi Penghafal Qur’an di Pesantren Ini”

Sedangkan Ustadz Suparman selaku mudir TPQ Al Uswah di daerah Setro Baru, Surabaya, dengan tegas menyatakan sejak adanya edaran dan keputusan dari Wali Kota Surabaya untuk lockdown atas aktifitas berkumpul, maka sejak itu TPQ Al Uswah pun ditutup tidak ada pembelajaran.

“Sepenuhnya pembelajaran al-Qur’an dikembalikan ke rumah dan menjadi tanggung jawab orangtua termasuk dalam mengontrol ibadah 5 waktu shalat wajib,” tambahnya kepada hidayatullah.com secara terpisah.

Meski demikian, ada juga di antara mereka, anak-anak maupun orangtua yang ingin setor bacaan al-Qur’an, dan pihaknya tetap kami melayaninya, tambah Suparman.*

Redaktur: Akbar Muzakki
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Al Qur’ancovid-19JatimSidoarjoTPATPQvirus corona
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Wamenag Wamenag: Asrama Haji untuk RS Darurat Covid-19 sebagai Alternatif
Tulisan selanjutnya Polri Simulasikan Pembatasan Kendaraan dari dan ke Jakarta

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Berita
13 Juli 2026 18:00
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Feature

Karena Politik Penjaga Sapi, Peternak Menangis Pasar Sepi

27 Mei 2026 07:57
Feature

Niat Ajak Teman Kembali Kristen, Pemuda Ini Justru Temukan Hidayah dan Masuk Islam

30 April 2026 14:00
Feature

Jawad Pulang dengan Luka Siksaan ‘Israel’

26 Maret 2026 07:50
Feature

Dapur Tak Pernah Padam: 224 Tahun Memberi Makan Fakir dan Musafir

20 Maret 2026 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?