Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Mengapa Komunitas Yahudi Ultra-Ortodoks Menentang Aturan Kesehatan?

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 30 April 2020 08:29 8:29 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 30 April 2020 11:03
Bagikan
Yahudi Memusuhi Malaikat Jibril
Komunitas Yahudi Haredi (news.yahoo.com)
Bagikan

Hidayatullah.com | PARA rabi terkenal di seluruh dunia mendukung peraturan kesehatan pihak berwenang yang dimaksudkan untuk menghentikan penyebaran virus korona, bahkan jika itu berarti menutup tempat belajar dan beribadah. Tetapi beberapa komunitas Yahudi di Amerika Serikat dan Israel lambat mengadopsi peraturan seperti social distancing.

Pemimpin komunitas Yahudi yang taat di New York memerintahkan pengikutnya untuk terus melanjutkan belajar dan ibadah bersama hingga Maret, meskipun Covid-19 telah membunuh ribuan orang di negara itu. Di Israel, para penduduk salah satu pemukiman ilegal Yahudi bereaksi dengan sikap menentang peraturan social distancing yang ketat dari polisi Zionis.

Siapakah kaum Yahudi Haredi?

Ultra Ortodoks, atau komunitas Yahudi Haredi, adalah populasi yang beragam, dengan berbagai praktik spiritual dan budaya. Tetapi mereka semua mengikuti Halacha, yang diterjemahkan secara umum sebagai hukum Yahudi.

Karena itu, banyak yang tidak membagikan sumber informasi yang sama dengan yang diterima orang lain. Sesuai dengan peraturan para rabi mereka, akses internet, siaran televisi dan fungsi-fungsi ponsel tertentu umumnya dibatasi di komunitas Yahudi yang taat itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Mempertahankan kedekatan mereka dengan Tuhan dengan menjauhkan diri dari dunia sekuler mencegah banyak Haredim melihat laporan berita tentang virus yang menyebar ke seluruh dunia pada bulan Februari dan Maret.

Beberapa pemimpin Haredi menyatakan bahwa berkumpul untuk berdoa dan belajar tetaplah yang terpenting. Mempelajari tulisan suci Ibrani, atau Torah atau Taurat, adalah perintah dan kewajiban dalam Yudaisme. Laki-laki Haredi umumnya berkumpul untuk berdoa tiga kali sehari. Siswa di yeshiva, atau seminari Yahudi, dapat menghabiskan 18 jam sehari untuk belajar bersama.

Lebih dari cara hidup, doa dan belajar adalah cara untuk melindungi kehidupan itu sendiri. Menurut orang bijak Yahudi, “Orang yang terlibat dalam studi Taurat juga melindungi seluruh dunia”.

Pentingnya terlibat dengan Taurat menjelaskan mengapa seorang rabi terkemuka di Israel bersikeras bahkan pada bulan Maret bahwa “membatalkan studi Taurat lebih berbahaya daripada virus corona”.

Pada akhirnya, pemerintah Zionis campur tangan untuk menegakkan pembatasan virus corona-nya. Pada 22 Maret, polisi Zionis dikirim ke Me’a She’arim, sebuah pemukiman ilegal Haredi di Yerusalem, untuk membubarkan pertemuan publik dan menutup sinagog.

Mereka disambut dengan cacian, cercaan dan lemparan batu. Beberapa pengikut Haredi bahkan meneriaki polisi Zionis “Nazi”.

Menentang Zionisme

Tidak seperti kebanyakan pemukim ilegal Israel – yang menyetujui pembenaran bagi negara Zionis Israel dan memahami bahwa tentara dan polisi Zionis ada untuk melindungi mereka – beberapa orang Israel Haredim tidak mempercayai pemerintah dan para pejabatnya.

Faktanya, Yahudi Haredi, yang merupakan 10% dari populasi Israel, secara mendasar menentang Zionisme, ideologi politik nasionalisme Yahudi yang mengarah pada pendirian Israel pada tahun 1948.  Sementara orang-orang Yahudi Haredi percaya bahwa Tuhan menjanjikan tanah Israel kepada orang-orang Yahudi, mereka juga yakin bahwa janji itu tidak dapat dipenuhi oleh campur tangan manusia dalam pekerjaan Tuhan, seperti pendirian negara bangsa. Mereka sebelumnya telah berselisih dengan pemerintah Israel dan penegakan hukum atas wajib militer dan kebijakan lainnya.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:covid-19Haredirabi Yahudisocial distancingultra-Ortodoksyahudi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Polisi Malaysia Ungkap Sindikat Judi Online, 44 WN China Ditangkap
Tulisan selanjutnya Saatnya Menyibukkan Diri Dengan Al-Qur’an

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Persidangan Kasus Rodrigo Duterte di ICC Bisa Melibatkan 1.000 Korban

Berita
13 Juni 2026 15:11
Bersama DPR-DPD RI, MUI Gelar Hari Dialog Antar Peradaban Internasional, Dorong Perdamaian Global dari Indonesia
Prosesi Pemakaman Ayatullah Ali Khamenei Dimulai 4 Juli
Pra Kongres Umat Islam VIII, MUI Gelar Halaqah Nasional Bahas Pesantren Aman dan Ramah Anak
Jelang Musim Panas UEA Sediakan 12 Ribu Tempat Istirahat Ber-AC untuk Pekerja Luar Ruangan

Terbaru

  • Orang Tua Malaysia akan Dijerat Hukum Bila Anaknya Melakukan Perundungan
  • Khalwat Digital, Fenomena Pacaran Era Media Sosial
  • Aliansi Aktivis dan Umat Muslim Tasikmalaya Desak Polisi Proses Hukum Penghina Sahabat Nabi
  • Tak Hanyut Oleh Banjir: Asa Santri Aceh Tamiang Tetap Menyala
  • Tradisi Membaca sebagai Penguat Halaqoh
  • Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah
  • Prosesi Pemakaman Ayatullah Ali Khamenei Dimulai 4 Juli
  • UEA Bantah Laporan Transfer $3 Miliar ke Iran
  • Persidangan Kasus Rodrigo Duterte di ICC Bisa Melibatkan 1.000 Korban
  • Malaysia akan Putus Aliran Listrik dan Air Bangunan Ilegal Termasuk di Penampungan Rohingya

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?