Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
None

Warganet Serukan Boikot Unilever karena Dukung LGBT

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 26 Juni 2020 16:07 4:07 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 26 Juni 2020 16:07
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com- Menyusul dukungan terbuka perusahaan multinasional Unilever terhadap LGBT, warganet menyerukan boikot produk-produk Unilever.

Kampanye boikot Unilever disuarakan para netizen pantauan hidayatullah.com, Jumat (26/06/2020) di berbagai media sosial.

“Astagfirullah, tobat Ya Allah. Dia (Unilever, red) donasi untuk LGBT, tandai produk-produknya coret dari list belanja anda,” kicau salah seorang aktivis di Sumatera Utara, Fiman Hadait Munthe melalui twitternya @HadaitFiman (25/06/2020).

“? hampir semua produk ada di setiap rumah, kamar mandi.. Kenapa ya mrk dukung eljibiti gitu? Apa mrk dukung kampanye dunia mengurangi populasi? Kan akan rugi sendiri mrk krn yg pake produk mrk jg manusia.. Ga ngertilah, bumi semakin tua..,” akun Azka Akbar mengomentari unggahan Fiman tersebut.

“Saya sudah lima th hijrah kagak pakai produk mereka,” timpal akun @PebisnisHalal.

Baca Juga

Tahun Baru Hijriah, Kini Punya Makna Perubahan Orientasi Hidup dan Kepedulian Sosial
Cegah Anak Obesitas, Inggris Larang Makanan Manis dan Gorengan di Sekolah
Iran Hujani Israel dengan Rudal Usai Trump Klaim Kemampuannya Melemah
200 Tentara AS Terluka, Iran Nyatakan Siap Perang Panjang
Jerman Penjarakan Seorang Pria Libanon Anggota Hizbullah

Di Instagram juga demikian. Akun resmi @Unilever dipenuhi komentar warganet yang mengkampanyekan boikot Unilever.

Penggunaan IG pun meminta Unilever agar tidak mendukung LGBT.

“Don’t support LGBT Please,” tulis @Zaviraaagea, lalu ditimpali, “Boikot,” oleh @Novita.ny,  mengomentari salah satu unggahan Unilever pada Jumat (26/06/2020).

Akun resmi Unilever Indonesia juga diramaikan seruan boikot produk-produk Unilever.

“Menakut kan kalo Unilever bener bener mendukung LGBT.. dari sekarang harus lebih selektif jangan menggunakan produk Unilever,” akun @Shella_lilala mengomentari salah satu unggahan Unilever Indonesia yang teranyar –hingga berita ini ditulis pada Jumat (26/06/2020)–  beberapa hari lalu.

Sementara itu, Unilever Indonesia dalam keterangan persnya menulis:

“Unilever beroperasi di lebih dari 180 negara dengan budaya yang berbeda. Secara global dan di Indonesia, Unilever percaya pada keberagaman dan lingkungan yang inklusif

Kami telah berada di Indonesia selama 86 tahun, dan kami selalu menghormati dan memahami budaya, norma dan nilai-nilai setempat. Oleh karena itu, kami akan selalu bertindak dan menyampaikan pesan-pesan yang sesuai dengan budaya, norma dan nilai-nilai yang berlaku di Indonesia,” pada Kamis (25/06/2020) dikutip dari website resminya, Jumat.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Boikot UnileverhomoseksuallgbtLGBTQImedia sosialUnilever
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Din Syamsuddin: Kita Melawan Kemungkaran Terorganisir
Tulisan selanjutnya pki islam Pengamat: Pembakaran Bendera PDIP Tak Perlu Dibesar-besarkan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Berita
17 Juli 2026 15:23
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaNone

Kurma Israel Beredar di Eropa dengan Label Palsu

20 Februari 2026 07:00
BeritaNone

Video: Pria Disabilitas di Nepal Viral Menjaga Masjid dari Serangan Kelompok Radikal

11 Februari 2026 05:26
None

“Kemunafikan Barat Terbongkar”: Celah Hukum Pernikahan Anak di AS Disorot Aktivis HAM

2 Februari 2026 19:30
None

Tolak Gabung ‘Dewan Perdamaian’, Jerman: Penyimpangan Sistem Internasional

23 Januari 2026 09:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?