Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

PM Otoritas Palestina: Kemenangan Kembali Trump Akan Mejadi Bencana bagi Rakyat Kami

Rofi' Munawwar
Terakhir diupdate: 14 Oktober 2020 10:24 10:24 am
Rofi' Munawwar
Dipublikasikan 14 Oktober 2020 10:24
Bagikan
Presiden AS Donald Trump dan PM Israeli Benjamin Netanyahu
Bagikan

Hidayatullah.com—Perdana Menteri Otoritas Palestina (PA) Mohammad Shtayyeh mengatakan kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden mendatang di Amerika Serikat akan menjadi bencana bagi rakyatnya – dan dunia pada umumnya.

Dalam komentar yang dibuat selama pertemuan dengan legislator Eropa pada hari Selasa, Shtayyeh mengatakan empat tahun terakhir pemerintahan Trump telah sangat merugikan Palestina, dilansir oleh Al Jazeera.

“Jika kita akan hidup empat tahun lagi dengan Presiden Trump, Allah tolong kami, (Semoga) Allah membantu Anda dan seluruh dunia,” kata perdana menteri.

Ia mengulangi komentar yang dia buat sehari sebelumnya dalam pidato virtual di Parlemen Eropa. Komentar tersebut juga diposting di halaman Facebook-nya.

“Jika hal-hal akan berubah di Amerika Serikat, saya pikir ini akan mencerminkan dirinya secara langsung pada hubungan Palestina-‘Israel’,” kata Shtayyeh, merujuk pada calon presiden dari Partai Demokrat Joe Biden. Dan itu akan mencerminkan dirinya juga pada hubungan bilateral Palestina-Amerika.

Baca Juga

Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah
Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional
Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

Warga Palestina secara tradisional menahan diri untuk tidak mengambil posisi publik yang eksplisit dalam pemilihan presiden AS.

Komentar Shtayyeh mencerminkan rasa putus asa di pihak Palestina setelah serangkaian langkah kontroversial oleh Washington, termasuk pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota ‘Israel’ pada akhir 2017 dan selanjutnya relokasi kedutaan di sana.

Pada saat itu, para pemimpin Palestina, yang melihat Yerusalem Timur (Baitul Maqdis) yang diduduki sebagai ibu kota negara masa depan mereka, mengatakan AS tidak lagi menjadi perantara yang jujur dalam negosiasi.

Setelah itu, AS menutup kantor misi Organisasi Pembebasan Palestina di Washington sebagai tanggapan atas penolakan Otoritas Palestina untuk mengadakan pembicaraan yang dipimpin AS dengan pemerintah Zionis.

Trump juga memotong ratusan juta dolar bantuan AS untuk Palestina, dan awal tahun ini mengeluarkan apa yang disebut “rencana Timur Tengah” yang langsung ditolak oleh Palestina karena terlalu menguntungkan bagi sekutu setia AS, ‘Israel’.

Rencana itu akan membuka jalur bagi pencaplokan ‘Israel’ atas petak besar Tepi Barat yang diduduki termasuk pemukiman ilegal Yahudi dan Lembah Jordan. Hal itu memberi ‘Israel’ perbatasan timur permanen di sepanjang Sungai Jordan.

Pemerintahan Trump juga mengatakan tidak lagi menganggap permukiman Yahudi di Tepi Barat dan Yerusalem Timur ilegal, membalikkan kebijakan AS selama beberapa dekade – sebuah langkah yang dikutuk oleh Palestina dan kelompok hak asasi manusia.

Baru-baru ini, pemerintahan Trump juga telah membujuk dua negara Teluk Arab, Uni Emirat Arab dan Bahrain, untuk membangun hubungan diplomatik penuh dengan ‘Israel’ dan mendorong negara-negara Arab lainnya untuk mengikutinya.

Kesepakatan yang diumumkan pada bulan Agustus dikecam oleh Palestina sebagai pengkhianatan berat oleh negara-negara Arab, yang semakin merusak upaya mereka untuk mencapai penentuan nasib sendiri. Mereka juga melemahkan konsensus tradisional Arab bahwa pengakuan Israel hanya datang sebagai imbalan atas negara Palestina yang merdeka.

Untuk saat ini, mayoritas negara Arab mengatakan mereka tetap berkomitmen pada Inisiatif Perdamaian Arab – yang menyerukan penarikan penuh ‘Israel’ dari wilayah Palestina yang diduduki setelah tahun 1967 dengan imbalan perdamaian dan pembentukan hubungan penuh.*

Redaktur: Rofi' Munawwar
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:palestinaPilpres ASTimur TengahTrump
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya HNW Kiai generasi muda muslim Sejumlah Tokoh KAMI Ditangkap, HNW: Segera Bebaskan Mereka
Tulisan selanjutnya PBB Menolak Pengajuan Saudi sebagai Dewan Hak Asasi Manusia, Sementara Rusia dan China Terpilih

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bom di terowongan tewaskan tentara Israel
Berita

Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Berita
1 Juni 2026 15:00
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Palestina Terkini

Serangan Baru ‘Israel” Menunjukkan Penjajah Tak Peduli “Dewan Perdamaian”

1 Februari 2026 18:43
Palestina Terkini

Dosen Fakultas Ushuluddin Ungkap Kesaksian Akademik tentang Abu Ubaidah 

3 Januari 2026 19:52
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?