Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mereka Memilih Berani

Kisah Daiyah di Wilayah Konflik: Ledakan dan Tembakan jadi Saksi di Jalan Dakwah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 26 Desember 2020 06:15 6:15 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 26 Desember 2020 05:00
Bagikan
Ustadzah Nunung Nurhayati (kanan) bersama suaminya, Ustadz Haris, dai Hidayatullah "spesialis" wilayah konflik.
Bagikan

Hidayatullah.com | TULUS dan tangguh, itulah kata yang terbetik ketika menyimak lika-liku perjuangan daiyah ini. Nunung Nurhayati adalah nama yang tidak asing lagi dalam dunia dakwah Hidayatullah khususnya di kalangan para Muslimahnya.

Ustadzah Nunung dikenal telah merajut simpul dakwah dari ujung barat sampai ujung timur Indonesia. Bukan hanya sibuk sebagai ibu, organisatoris, pendakwah, dan pendidik, ia juga aktif mengikuti berbagai kegiatan lain. Misalnya pernah menjadi juara ke-4 Lomba Menulis Resep Tingkat Nasional 2011.

Memulai dakwahnya pada tahun 1989 di Sulawesi Utara, ibu dari lima anak ini lalu berpindah-pindah tempat tugas dakwah ke Manokwari, Berau, Lhokseumawe, Medan, Banda Aceh, sampai Timika, mengikuti kemana suaminya ditugaskan. “Ada yang mengatakan Ustadz Haris adalah petugas khusus daerah konflik,” ujarnya, mengingat julukan yang diberikan kepada suaminya tersebut karena penugasan di daerah Aceh dan Papua saat konflik memuncak.

Baca: Istri Daiyah, Suami Dai: “Berdakwah Harga Mati”

Bertugas di daerah konflik itu mengharuskan Ustadzah Nunung banyak tiarap. Hingga terjadi suatu peristiwa, ketika kehamilannya yang terakhir, pendarahan hebat terjadi saat usia janin masih 8 bulan. Saat itu, karena ramainya baku tembak di sana-sini, tak ada mobil sipil maupun tentara yang bisa mengantarnya ke rumah sakit. Suaminya pun sedang mengisi daurah dai se-Sumatera. Anak laki-lakinya yang berumur 4 tahun pun harus menguatkan diri untuk mendampingi sang ibu. Menunggu dari jam 1 malam, akhirnya ia berhasil dibawa ke rumah sakit pada jam 7 pagi. Sesampainya di sana, dokter mengabarkan bahwa janin sudah meninggal.

Saat itu, Ustadzah Nunung sudah lemah tak ada daya. Kadar Hemoglobin merosot, penglihatannya kabur. Jangankan untuk mengeluarkan janin, ia bahkan ragu hidupnya masih bisa berlanjut. Darah yang ditunggu untuk transfusi tak kunjung datang hingga pukul 5 sore. Ia pun hilang penglihatan, dan nyaris hilang kesadaran.

Baca Juga

Kisah Dai Pedalaman Membina Iman di Kota Tepian
Membina Iman di Kota Tepian
Jalan Panjang Dai Tempaan Alam
Berpacu melawan Misionaris
Kisah Lulusan Al-Azhar Membina Kader Da’i di Kaki Gunung Penanggungan
Jangan Takut Berdakwah di Wamena

“Ya Allah jika memang saya masih bermanfaat untuk agama-Mu, panjangkan umur saya. Tapi jika memang sudah cukup amalanku untuk menghadap-Mu, mudahkanlah aku dalam menghadap-Mu.” Dengan “sisa-sisa” nafas, akhirnya ia menguras tenaga sekuat mungkin untuk bersalin. Dengan iringan takbir, Allahu Akbar! bayinya pun keluar. Alhamdulillah! Bidan pendamping terheran-heran menyaksikannya, karena hal itu dirasa tidak mungkin terjadi tanpa transfusi darah terlebih dahulu.

Selain kejadian itu, Ustadzah Nunung bersama suami dan anak-anaknya telah melewati berbagai lika-liku tantangan dan rintangan lainnya dalam dakwah. Seperti adanya ancaman pembakaran pondok yang mengharuskan santri mengungsi, pesantren diobrak-abrik, hingga ia menyaksikan koleganya menjadi sasaran tembak. Semua itu telah menempa mereka.

Hal tersebut tidak menjadikan ia dan keluarganya menyudahi dakwah, malah membuat anaknya yakin melanjutkan warisan perjuangan ini. Anak-anaknya kini berpencar di Maluku, Timika, Aceh, Surabaya, dan Balikpapan demi kepentingan dakwah.

Tawaran untuk pindah tugas ke daerah yang lebih kondusif kerap berdatangan, namun keyakinan Ustadzah Nunung kepada taqdir Allah dan kepeduliannya terhadap saudara yang tetap memerlukan cahaya Islam meski di daerah konflik, menguatkan pendiriannya. Dengan mantap ia dan keluarga bertahan, menjadikan suara ledakan dan tembakan sebagai saksi di jalan dakwahnya.

Baca: Asa Muslimah Kembali ke Penjara Berdakwah

“Kita digadai untuk perjuangan dengan nilai surga,” ucap kontributor buku “Senandung Mahligai Mubarakah” ini, mengenang motivasi terdalamnya yang terinspirasi dari Surah As-Saff ayat 10-11. Ia juga mengaku bahwa suaminya tidak hanya mendukung peran dakwahnya, tapi juga menjadi penyulut semangat utama untuk tetap berada di jalan dakwah.

Anggota Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan ini berharap agar para dai-daiyah Hidayatullah khususnya di Muslimat Hidayatullah (Mushida) terus berpegang erat pada motto “Beribadah keras, bekerja keras, berdoa keras, syariat kuat.”

Ia juga menyampaikan salam hangat untuk seluruh peserta Musyawarah Nasional V Mushida secara virtual di Depok dan di 33 wilayah seluruh penjuru Indonesia. Perhelatan akbar ini digelar pada Sabtu-Ahad (26-27/12/2020) dengan mengusung tema “Meneguhkan Integritas Muslimah Demi Tegaknya Peradaban Islam.” Saksikan acara pembukaannya pada Sabtu pukul 06.00-08.00 WIB ditayangkan live streaming pada kanal Youtube Hidayatullah ID  klik di sini.* Fadhilah AAA

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:daiDai HidayatullahdaiyahdakwahHidayatullahMunas V MushidaMushida
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MUI Imbau Menag Yaqut Berhati-hati soal Afirmasi Syiah dan Ahmadiyah
Tulisan selanjutnya Geram Tanah Pesantren Habib Rizieq Mau Disita, Marzuki Alie Surati Mahfud MD

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Berita
3 Juni 2026 12:08
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Mereka Memilih Berani

Kemewahan di Kampung Mualaf Selat Kongki setelah Kehadiran Laznas Ini

13 Juli 2022 08:33
Mereka Memilih Berani

Kisah Dai Diadang Pedang Terhunus Saat Mau Khutbah Jumat

28 Juni 2022 08:00
Mereka Memilih Berani

Ketika Ustadz Hasyim HS Kaget Ditugaskan KH Abdullah Said

21 Mei 2022 15:00
Mereka Memilih Berani

Dakwah Tak Kenal Lelah “Dai Non-Subsidi”

3 Mei 2022 16:49
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?