Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Saktinya Permadi Arya, Jengahnya Susi, dan Janji Kapolri

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 30 Januari 2021 16:30 4:30 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 30 Januari 2021 16:21
Bagikan
Permadi Arya alias Abu Janda
Bagikan

oleh: Ady Amar

Hidayatullah.com | Permadi Arya, suka atau tidak suka, namanya makin ngetop.  Dibicarakan hari-hari ini, menyita perhatian publik. Ulahnya memang tidak wajar. Dan itu pada hal-hal yang tabu, SARA. Hal tidak sepatutnya

Permadi Arya memang tampak aneh perangainya, itu bisa dilihat dari foto-foto dirinya. Pose yang dipilih tampak aneh buat pandangan umum. Foto dirinya dibuat dengan tingkah absurd.

Mulutnya dimonyong-moyongkan, seperti anak balita yang sedang maknyun pada bundanya. Pose dengan lagak bak bangau, atau mata menatap ke atas, dengan maksud tidak jelas. Atau pose tengah berdoa dengan wajah diculun-culunkan.

Tampaknya ia nikmati polah dengan adegan itu. Pastilah berharap siapa saja yang melihat tampilannya, jika bagian dari kelompoknya akan terhibur, dan tentu dapat pujian.

Baca Juga

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman
Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia
Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

Sedang harapan lainnya, tentu orang di luar kelompoknya, yang melihat posenya akan muak gregetan. Sebenarnya itu tujuan yang ingin dicapainya. Maka tingkah polanya dibuat aneh.

Tingkah pola Permadi Arya ini mengingatkan pada pelawak tempo dulu, yang jika mbanyol bukan cuma pakai mulut, tapi juga muka dan sekalian tubuhnya ditekuk-tekuk, agar penonton bisa tertawa.

Pose yang dipilihnya, untuk sementara mampu menghibur dan sekaligus menyebalkan. Hari-harinya terutama ia isi dengan pekerjaan “menghibur”, tentu bagi yang membayarnya.

Baca: Permadi Arya Itu Sakti, Mustahil Tersentuh Hukum

Pastilah dompetnya lambat laun akan menebal. Hidup penuh puja-puja kelompoknya. Bahkan bisa dikata, ia salah satu paling populer di kelompoknya, melebihi rekan seprofesi lainnya, Denny Siregar.

Permadi Arya, dikenal pula dengan Abu Janda. Itu bermakna bapak dari seorang perempuan yang menjanda. Tampaknya mustahil, ia punya anak perempuan yang sudah menjanda. Atau memang ia berharap kelak anak perempuannya menjadi janda. Karenanya jauh-jauh hari ia sudah mematenkan namanya, Abu Janda.

Permadi Arya ini populer di zaman Presiden Jokowi. Di era Pak Beye, ia tidak dikenal. Begitu pula yang lainnya. Mereka lalu dikenal sebagai buzzer. Membela Pak Jokowi dan orang sekitarnya, jika ada kritik dari lawan politiknya.

Menang Melawan Semuanya

Adalah Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur, KH Abdussalam Sokhib, yang heran dengan nada tanya, “Kok bisa seorang Abu Janda yang tidak jelas asal-usulnya menjadi tokoh yang kemudian pernyataan-pernyataannya ini sering menghebohkan, kalau tidak ada orang-orang di balik itu tidak mungkin,” katanya. (29/1).

Lalu tambahnya, “Abu Janda tidak ada kaitannya dengan NU. Sebaliknya pernyataannya banyak merugikan NU.”

Begitu pula Wakil Ketua Umum MUI, Buya Anwar Abbas menilai, “Permadi Arya telah merendahkan umat Islam. Merusak citra pemerintah di mata umat.”

Tambahnya, “Merusak citra Presiden Jokowi dan merusak citra Kepolisian. Terkesan ia seseorang yang dipelihara oleh pemerintah dan kepolisian, sehingga yang bersangkutan tidak terjamah hukum.” (29/1).

Baca: FB-nya Ditutup terkait ‘Saracen’, Abu Janda akui Kehilangan Pekerjaan

Konon KNPI tengah mengumpulkan OKP (Organisasi Kepemudaan) berbasis Islam, untuk melaporkan Permadi Arya atas tuduhan penghinaan terhadap agama Islam. Dimana ia katakan, bahwa agama Islam adalah agama arogan. Kita lihat saja kelanjutannya.

Menarik komen dari Ibu Susi Pudjiastuti, mantan Menteri Perikanan dan Kelautan, pribadi yang biasanya tidak suka “masuk” pada wilayah beraroma politik sampai harus urun komen.

Ia mengajak netizen ramai-ramai unfollow akun Twitter Permadi Arya. Ini berkaitan cuitan rasisnya terhadap eks Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai. (29/1).

“Saya pikir saatnya dihentikan ocehan2 model seperti ini yang selalu menyinggung perasaan publik. Tidak sepantasnya di masa sulit pandemic, hal2 yg tidak positif dibiarkan. Ayo kita un follow, dan jangan perdulikan lagi orang2 seperti ini. Salam sehat & damai,” ujarnya.

Dan bukan Permadi Arya, jika lalu tidak menanggapi komen itu, “Bu Susi ini intinya sumbu pendek, reaktif terhadap headline yang dia baca, hak asasi kok mau sumbu pendek dan reaktif terhadap apa yang dia baca,” sergahnya (29/1).

Tentu banyak yang lainnya yang meminta Permadi Arya alias Abu Janda untuk ditangkap. Suara-suara dari Senayan pun, dari lintas partai, menghendaki hal yang sama.

Permadi Arya yang “sakti” itu masih aman-aman saja, memang tidak muda mentersangkakannya. Meski Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, saat anjangsana ke kantor PP Muhammadiyah, Jumat (29/1), memberi janji.

Janjinya, “Bahwa pihaknya tak akan memberi ampun terhadap pelaku yang hendak memecah belah umat dengan isu SARA, termasuk hal yang berbau rasisme. 

Sulit Disentuh

Tampak seolah upaya mengeroyok Permadi Arya dilakukan. Tentu itu bukan ngeroyok sembarang ngeroyok, justru ini “wajib” dilakukan. Masalah rasisme, itu isu yang mesti diperangi. Dunia pun mengutuk, menindak, dan tidak memberi ruang sedikitpun pada isu-isu rasis.

Pun masalah agama, itu bukan masalah yang boleh dibuat main-main dengan pernyataan “menyerang”. Tidak ada ruang untuk isu-isu sensitif semacam itu.

Maka pernyataan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, yang tidak akan memberi ampun pada pelaku rasisme, itu tengah dinantikan.

Mampukah ia menangani isu rasisme itu dengan memeriksa Permadi Arya, yang jelas melakukan perlakuan rasis atas Natalius Pigai, dan penghinaan atas agama mayoritas.

Baca: Abu Janda Dipolisikan Lagi atas Dugaan Penistaan Agama

Soal itu bisa dilihat dalam dua-tiga hari kedepan, apakah ada tindak lanjut dari kepolisian memeriksa Permadi Arya alias Abu Janda atas tududhan rasisme, atau justru sebaliknya.

Jika tidak ada tindak lanjut dari pihak kepolisian mentersangkakan Permadi Arya, sebagaimana Ambroncius Nababan, Ketua Umum Projamin, maka Permadi Arya benar-benar pribadi yang dikasihi dan dirawat “kakak pembina” sepenuh hati.

Siapa kakak pembina yang “menaungi” para buzzer, sebagaimana pernah disampaikan Natalius Pigai itu, tentu pastilah orang kuat yang mampu “berdiri” di atas hukum itu sendiri.  Pastilah ia lebih kuat dari Pak Lystio… Wallahu a’lam.*

Kolumnis, tinggal di Surabaya

 

Opini lain Ady Amar bisa klik di sini

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Abu JandabuzzerJenderal Listyo Sigit PrabowoPermadi AryaSusi Pudjiastuti
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Untuk Sementara Ribuan Migran Suriah Masih Boleh Tinggal di Amerika Serikat
Tulisan selanjutnya vaksin-covid-19-gaza 368 Ribu Nakes di Indonesia Telah Divaksinasi Covid-19

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Opini

Zohran Mamdani dan Paranoia Primitif di Jantung Amerika

11 November 2025 16:00
Opini

Ketika Bertanya Dianggap Bersalah: Membaca Logika Polisi atas Kasus Roy Suryo Cs

10 November 2025 10:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?