Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

Penyesatan Makna Pluralisme sebagai Bentuk Toleransi

Bambang S
Terakhir diupdate: 10 Maret 2021 15:29 3:29 pm
Bambang S
Dipublikasikan 10 Maret 2021 13:05
Bagikan
Direktur PIMPIN Bandung Dr. Wendi Zarman, M.Si
Bagikan

Hidayatullah.com—Di  sekitar kita sering terjadi penyesatan makna pluralisme. Pluralisme kerap disesatkan maknanya menjadi bentuk toleransi, padahal konsep Tuhan dalam Islam sangat berbeda dengan konsep Tuhan di agama-agama lain.

“Pluralisme sering dianggap sebagai bentuk keberagaman agama. Bagi para pluralis, semua agama ingin menuju Tuhan yang sama meski caranya berbeda-beda sehingga tidak boleh ada agama yang mengklaim paling benar, maka itulah toleransi menurut mereka,” ujar Direktur PIMPIN Bandung Dr. Wendi Zarman, M.Si. pada Jum’at (05/03) lalu.

Pada pertemuan kelima Sekolah Pemikiran Islam (SPI) Bandung Angkatan 7 yang dilaksanakan secara daring itu, ia menyatakan penyangkalan terhadap masalah ini. “Bahkan konsep agamanya pun berbeda. Toleransi bukan berarti harus mengakui kebenaran agama lain,” tambah. Wendi sebelum menyampaikan materi tentang ‘Konsep Diin’.

Baca: Sekolah Pemikiran Islam (SPI) Jakarta Dibuka, Kelas Pertama Bahas Ghazwul Fikri

Menurut Wendi, di dunia ini penafsiran tentang ‘agama’ amat beragam sehingga banyak yang menyimpulkan bahwa ‘agama’ tidak dapat didefinisikan. Ada pula yang menganggap ‘agama’ hanya sebagai organisasi belaka. “Sementara itu, Prof. Naquib Al Attas memperkenalkan makna diin (agama) dalam Islam bermula dari keberhutangan kepada Allah atas segala kebaikan yang diberikan-Nya dan dikembalikan dengan penyerahan diri yang sesuai syariat,” tuturnya.

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar
Pertemuan kelima Sekolah Pemikiran Islam (SPI) Bandung secara daring

Ini alasan mengapa manusia harus beragama. Selain Islam, tidak ada yang bisa menjelaskan hal seperti ini. Hall ini dibenarkan oleh Sekretaris SPI Bandung, Muhammad Bayu Pamungkas.

Menurutnya, hanya Islam-lah yang layak disebut diin karena ajarannya yang otentik. Setiap Muslim patuh pada perintah Allah untuk tidak mengubah-ubah isi kitabnya, Al Quran. “Berbeda dengan agama lain yang sudah kehilangan keotentikannya sebab terjadi banyak perubahan dalam kitab sucinya. Jelas, umat Islam tidak boleh membenarkan konsep ketuhanan agama lain, namun bukan berarti kita tidak menghargai mereka. Kita menghargai mereka dengan tidak memaksanya untuk memiliki keyakinan yang sama dengan kita,” jelas Bayu.

Baca: Sekolah Pemikiran Islam ITJ Kini Hadir di Bandung

Koordinator #IndonesiaTanpaJIL Chapter Bandung itu juga menceritakan pengalaman dengan temannya yang berbeda agama. “Ketika Natal, kaum Pluralis memaksa umat Islam untuk mengucapkan selamat natal dengan mengatasnamakan toleransi. Bahkan ada yang menyatakan harus hadir dalam agenda natalnya. Saya punya banyak teman yang beragama Kristen dan mereka bilang tidak butuh semua itu,” ungkap Bayu. “Mereka merasa natal adalah acara mereka, tidak butuh mengundang umat agama lain dan tidak butuh ucapan selamat natal dari agama lain. Kita masih bisa bertemu dan bercengkerama satu sama lain tanpa memandang agama yang kita anut,” tambahnya.

Seorang peserta SPI Bandung Angkatan 7 pun menyayangkan fenomena penyesatan makna pluralisme ini. “Ironis sekali, banyak yang tertipu oleh wacana kaum liberal yang menjual agamanya dengan menganggap agama selain Islam harus dibenarkan juga. Padahal Islam punya konsep agama sendiri,” ungkap Fery Krisnanto. “Islam mengajarkan bertoleransi dengan akhlak yang baik kepada umat agama lain tanpa perlu mengakui kebenaran agamanya tersebut,” pungkas Fery.*

Redaktur: Bambang S
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:#IndonesiaTanpaJILPIMPINpluralismeSekolah Pemikiran Islamtoleransi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Presiden Honduras Dituduh Ikut Andil Menyelundupkan Narkoba ke Amerika Serikat
Tulisan selanjutnya Spirulina, Si Hijau Sahabat Anak

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Berita
30 Mei 2026 13:05
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?