Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Produk China Asal Wilayah Uyghur Xinjiang Dilarang Masuk Amerika Serikat

Ama Farah
Terakhir diupdate: 21 Juni 2022 10:05 10:05 am
Ama Farah
Dipublikasikan 21 Juni 2022 10:05
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Barang-barang China yang diproduksi di wilayah Xinjiang mulai hari Selasa ini 21 Juni 2022 dilarang masuk Amerika Serikat.

Berdasarkan regulasi itu, perusahaan-perusahaan harus mengimpor barang dari daerah di China yang tidak menggunakan tenaga kerja paksa, lansir BBC.

Pejabat-pejabat AS mengatakan warga masyarakat minoritas Uyghur di Xinjiang, yang mayoritas Muslim, ditahan dan dipaksa menjadi buruh.

China senantiasa membantah tuduhan bahwa pihaknya menahan orang-orang Uyghur di kamp-kamp mirip penjara di Xinjiang.

Sejumlah barang yang diimpor dari daerah yang kaya sumber daya alam itu, termasuk kapas (kain katun) dan tomat, sudah dilarang masuk Amerika Serikat.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Berdasarkan Uyghur Forced Labor Prevention Act (UFLPA) yang mulai diberlakukan hari ini, larangan tersebut diperluas ke semua barang impor.

Dalam pernyataan pekan lalu, para anggota parlemen AS mengatakan bahwa UU tersebut mengirimkan pesan bahwa Amerika Serikat “tidak lagi terlibat dalam penggunaan tenaga kerja budak dan kejahatan mengerikan terhadap kemanusiaan oleh Partai Komunis Tiongkok”.

Menurut US Congress, China menahan lebih dari satu juta warga Uyghur dan minoritas Muslim lainnya di Xinjiang sejak April 2017.

Diyakini puluhan ribu tahanan bekerja “dengan upah minimum atau tanpa kompensasi apa pun” di Xinjiang dan provinsi lain dengan kedok program pengentasan kemiskinan dan bantuan industri”.

Kongres AS juga mengatakan China juga “mengganggu audit dan upaya uji tuntas tradisional untuk memeriksa barang dan rantai pasokan di Xinjiang.”… termasuk dengan mengintimidasi calon saksi dan menyembunyikan informasi yang relevan”.

China membantah tuduhan penggunaan kerja paksa dan mengatakan kamp-kamp di Xinjiang adalah fasilitas “pendidikan ulang” yang digunakan untuk memerangi terorisme.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin baru-baru ini menyebut tuduhan kerja paksa itu sebagai “kebohongan tidak masuk akal yang dibuat-buat oleh kekuatan eksternal tertentu”.

Namun file dan laporan langsung yang bocor dari dalam kamp, ​​yang diperoleh BBC, membeberkan sistem terorganisir pemerkosaan massal, pelecehan seksual dan penyiksaan terhadap etnis minoritas yang ditahan di dalam kamp.

Kelompok-kelompok hak asasi manusia juga menuduh pemerintah China secara bertahap melucuti kebebasan beragama dan kebebasan lainnya dari Uyghur melalui pengawasan massal penahanan, indoktrinasi dan bahkan sterilisasi paksa.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatchinaHAMimporMuslimUyghurxinjiang
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Islamofobia di India Bisa Berdampak Negatif bagi ASEAN
Tulisan selanjutnya Nomor Induk Khilafatul Muslimin BNPT Sebut Status Khilafatul Muslimin Kelompok Intoleran: Belum Dinyatakan Organisasi Teroris

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU

Berita
31 Agustus 2026 11:10
Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi

Terbaru

  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?