Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Hidcompedia

Ikhlas

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 5 Agustus 2022 13:27 1:27 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 5 Agustus 2022 14:15
Bagikan
Bagikan

Al-Quran mendorong umat Islam untuk bersikap ikhlas, menyerahkan diri pada Allah. Ayat al-Quran juga berisi anjuran terhadap kaum muslimin mengedepankan sikap ikhlas dalam segala hal

Hidayatullah.com | SECARA etimologis, kata ikhlas berasal dari bahasa Arab اخلاص, yang sudah diserap dalam bahasa Indonesia dengan penulisan: ikhlas – tanpa h. Kata ikhlas dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai: bersih hati; tulus hati.

Di dalam bahasa Arab, kata ikhlas (إِخْلاَصٌ) adalah bentuk masdar (dasar dari kata kerja) akhlasha (أَخْلَصَ) dan yukhlishu (يُخْلِصُ). Kata ini memiliki banyak makna seperti: mengerjakan sesuatu dengan hati yang bersih, memurnikan, mengambil intisari sesuatu, dan memilih.

Kata ikhlas itu sendiri terambil dari kata dasar خَ لَ صَ/ kha – la – sha: يَخْلُصُ/ yakhlushu, خُلُوْصًا/ khulushan. Yang memiliki beberapa arti. Yaitu: Murni, tidak bercampur dengan sesuatu yang lain, bersih, jernih dan bebas dari sesuatu.

Bentuk kata إخلاص tidak ditemukan di dalam Al Quran. Yang ada hanyalah bentuk-bentuk yang lain yang merupakan derivasinya, seperti خلصوا/ kholashu, خالص/ khoolish, أخلصوا/ akhlashuu, مخلص/ mukhlish dan مخلصون/ mukhlishuun.

Baca Juga

Makna Ijma’ dan Fatwa dalam Hukum Islam: Asal Kata, Definisi, dan Fungsinya
Makna “Dzalim”  
Makna “Bid’ah” dalam Pemahaman Keagamaan
Ribath di Jalan Jihad
Dua Kalimah Syahadat

Bentukan-bentukan (derivasi) dari kata إخلاص yang terdapat di dalam Al Quran terulang sebanyak 31X yang terulang dalam berbagai ayat dalam berbagai surah. Jadi makna kata al-khalish hampir serupa dengan kata ash-shofi.

Hanya saja kata al-khalish (suci atau bersih) mengandung makna bahwa kesucian tersebut memiliki campuran tertentu. Sementara itu kata ash-shofi dipergunakan sebagai sesuatu yang ‘telah’ menjadi suci dan bersih tanpa campuran apapun.

Di dalam Mufrodad Ar-Roghib, Ibnu Manzhur mengatakan bahwa khalasha asy-syay’u disebutkan sesuatu yang pernah memiliki campuran di dalamnya kemudian campuran tersebut dipisahkan hingga benar-benar bersih.  Kalimat akhlasha lillahi dinahu bermakna hanya menjadikan agama Allah sebagai agama yang dianut oleh seorang hamba.

Sementara, akhlasha asy-syay’a bermakna memilihnya. Menurut Ibnu Saad dalam kitabnya Ath-Thabaqat (ia meriwayatkan ‘Umar bin ‘Abdul Aziz).

Diriwayatkan jika ‘Umar bin ‘Abdul Aziz berkhutbah di atas mimbar dan mulai takut untuk membanggakan diri, maka ia akan memotong khutbahnya itu. Jika ia menulis kitab dan mulai merasa takut akan ujub terhadap dirinya, maka ia akan merobek kertas itu.

Dan berdoa:

اللهم اني اعوذ بك من شر نفسي

“Yaa Allah aku berlindung kepadamu dari keburukan yang ada dalam diriku.”

Ikhlas dalam Al-Quran dan As-Sunnah

Al-Quran mendorong umat Islam untuk bersikap ikhlas. Ayat al-Quran juga berisi anjuran dan perintah terhadap kaum muslimin untuk mengedepankan sikap ikhlas dalam segala hal.

Sikap ikhlas ini menjadi penting karena sesuatu amal akan menjadi bermakna karena keikhlasan niat, dan ketulusannya. Di antara ayat-ayat yang menerangkan tentang ikhlas itu ialah ayat-ayat berikut:

QS. Al Nisa’ [4]: 146 yang menggunakan kata أخلصوا (akhlashuu):

إِلَّا ٱلَّذِينَ تَابُواْ وَأَصۡلَحُواْ وَٱعۡتَصَمُواْ بِٱللَّهِ وَأَخۡلَصُواْ دِينَهُمۡ لِلَّهِ فَأُوْلَٰٓئِكَ مَعَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَۖ وَسَوۡفَ يُؤۡتِ ٱللَّهُ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ أَجۡرًا عَظِيمٗا ١٤٦

“Kecuali orang-orang yang taubat dan Mengadakan perbaikan [berbuat pekerjaan-pekerjaan yang baik] dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar.”

QS. Al Zumar [39]: 11 yang menggunakan kata مخلصا (mukhlishan):

قُلۡ إِنِّيٓ أُمِرۡتُ أَنۡ أَعۡبُدَ ٱللَّهَ مُخۡلِصٗا لَّهُ ٱلدِّينَ ١١

Katakanlah: “Sesungguhnya aku diperintahkan supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama.”

QS. Ghoofir [40]: 65 yang menggunakan kata مخلصين (mukhlishiin):

هُوَ ٱلۡحَيُّ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ فَٱدۡعُوهُ مُخۡلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَۗ ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ٦٥

“Dialah yang hidup kekal, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan dia; Maka sembahlah Dia dengan memurnikan ibadat kepada-Nya. segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.”

Pendapat Tsa’lab yang dikutip Mahmud al-Mishri menyatakan bahwa al-mukhlishiin adalah orang-orang yang menyerahkan ibadah mereka kepada Allah ﷻ. Hati mereka telah disucikan dan dibersihkan oleh Allah ﷻ. Karena itu, al-mukhlishiin itu disebut juga sebagai orang-orang pilihan (terpilih).

Rasulullah ﷺ banyak menuturkan hadits yang mendorong umatnya untuk selalu mengedepankan ikhlas hanya karena Allah ﷻ dalam setiap perkataan dan perbuatan.

ٍعَنْ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَلِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

“Dari ‘Umar rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rosul-Nya, maka hijrahnya adalah kepada Allah dan Rosul-Nya.  Dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai ke mana ia hijrah.” (HR: Bukhori, Muslim, dan empat imam Ahli Hadits).*/Hariono Madari

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ikhlas
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pasokan Terbatas Advokat Kenya Boleh Tidak Pakai Wig
Tulisan selanjutnya Disambar Petir Dekat Gedung Putih Empat Orang Kritis

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Dua Topan Mendera China dalam Sepekan Hampir 2 Juta Orang Dievakuasi

Berita
12 Juli 2026 17:17
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Anggota Uni Eropa Bahas Larangan Impor Produk Pemukiman Yahudi Israel
ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat
Jepang Berhasil Meluncurkan dan Mendaratkan Roket Guna Ulang

Terbaru

  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
  • Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
  • Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
  • MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
  • INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
  • Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
  • MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Mungkin Anda Juga Suka

Hidcompedia

Hisab, Muhasabah dan Yaumul Hisab

14 Maret 2024 03:25
Hidcompedia

Asal Usul Kata “Tarhib Ramadhan”

13 Maret 2024 00:30
Hidcompedia

Istilah Makar dalam Al-Quran

1 Maret 2024 14:00
Hidcompedia

Sarir dan Rahasia Ranjang

26 Januari 2024 11:09
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?